Posts Tagged ‘vega’

Alhamdulillah,

testimonial cam

Sampailah kita pada pembahasan KUNCI PERFORMA MESIN 4 TAK, yaitu Dynamic Compression Ratio, alias rasio kompresi dinamis, lebih mudah dipahami sebagai tekanan dalam sebuah silinder. Ini adalah sebuah konsep penting dalam membangun sebuah karakter mesin ber performa tinggi. Sudah siap? Ayo tariiikkk mang… Hehehe

Hal pertama yang harus kita tanamkan adalah “rasio kompresi (RK)” seperti biasa dibahas para tuner handal lebih cenderung pada “Rasio Kompresi Statis”. Adalah konsep sederhana menghitung perbandingan antara kapasitas mesin saat piston menghisap dalam sebuah silinder kemudian didorong dipadatkan ke ruang diatas permukaan piston kedalam ruang bakar saat berada di Titik Mati Atas (TMA). Tips sederhana dari RAT untuk mengatur kompresi juga sudah diulas di maniak motor , ini link nya : Tips Piston Jenong.

Knalpot berperan penting dalam melepas panas hasil dari ledakan kompresi. 30% pentingnya dalam mesin performa tinggi

Knalpot berperan penting dalam melepas panas hasil dari ledakan kompresi. 30% pentingnya dalam mesin performa tinggi

Misal, sebuah silinder memiliki displacement 125cc dan volume combustion chamber 15cc ( sudah di plus-plus volume ketebalan paking, jenong piston, coakan klep, jarak tepi piston ke bibir blok, dll) maka RK akan didapat dengan rumusan, RK = (V1/V2) + 1 = (125/15) + 1 = 9.33  ,alias mimik premium masih oke nih mesin. Jika kita melakukan papasan pada cylinder head sebanyak 0.5mm dan mengurangi volume ruang bakar menjadi 12.5cc maka rasio kompresi sudah tembus 11 : 1 alias kudu minum pertamax. Dari sini saja kita sudah harus berhati-hati dan teliti tentang pemilihan bahan bakar yang bagus untuk mesin kita.

Sekaligus menjawab pertanyaan mengapa ketika melakukan bore up, motor malah molor dan seringkali ngelitik atau bahkan overheating karena ketidakcocokan bahan bakar dengan suasana hati mesin, tengkar deh… :) Jangan lupa Bore Up juga mempengaruhi, misal kapasitas didongkrak menjadi 150cc sedangkan head dipapas lagi sehingga volume ruang bakar tinggal 12.5cc, maka RK tembus di angka 13 : 1 yang sudah kudu mimik bensol. Masa iya motor gini mau dipakai harian? Pom bensin yang jual bensol dimana ya om… Hehehe

Semua orang tahu bahwasanya Mesin Performa Tinggi memiliki tipikal rasio kompresi tinggi. Semua halaman buku performa selalu bicara gampangnya, Semakin tinggi rasio kompresi maka semakin tinggi Kuda-Kuda tenaga yang dihasilkan. Bisa dipastikan pula peningkatan rasio kompresi sekaligus memperbaiki efisiensi volumetris dan respon puntiran gas. Jadi kenapa gak di pol-pol in aja madetin dome piston ke ruang bakar dan melejitkan RK setinggi langit seperti guru-guru kita jaman TK mengajarkan untuk menggantungkan cita-cita setinggi langit huahaha… Ternyata semua itu tidak berjalan linier. Sekali RK menyentuh pada besaran nilai tertentu, kecenderungan detonasi akan muncul semakin besar pula. Siapakah detonasi? Bisa dibilang dia adalah sang trouble maker, lord voldemort di Harry potter, Tokoh jahat perusak mesin.

gambar kartun tentang detonasi

gambar kartun tentang detonasi (performancetrend.com)

Detonation kill power and kill your engine! Ini bukan judul lagu, tetapi emang kenyataan bahwa detonasi bisa ngerusak mesin. Gimana cara mengatasinya? Sabar… Kemampuan suku cadang mesin menahan beban rasio kompresi tinggi dapat diukur dari beberapa faktor, desain kubah ruang bakar, material cylinder head, lapisan ruang bakar, material piston, bahan pembuat dinding liner, material klep, nilai rating busi -semakin panas suhu kerja mesin maka penggunaan busi ideal dengan nilai tinggi, semakin tinggi rasio kompresi penggunaan busi cenderung membutuhkan elektroda kecil yang memiliki voltase kuat dan fokus- Sekali aspek mekanis dalam mesin diperbaiki, maka variabel utama yang mebatasi tetep : KETERSEDIAAN BAHAN BAKAR DENGAN NILAI OKTAN TINGGI. Semakin tinggi nilai oktan = semakin tahan terhadap detonasi dan kemampuan toleransi terhadap tekanan kompresi.

Dongeng diatas memunculkan pertanyaan yang seharusnya ada di pikiranmu, Seberapa tinggi seharusnya Rasio Kompresi mesin yang akan saya bangun? Kalaupun kamu mengetahui seluk beluk detail mesinmu dan memutuskan bahan-bakar apa yang bisa kamu peroleh dan akan kamu pakai, pertanyaan itu tetap tidak bisa terjawab dalam sekejab. Tanya Kenapa? Because karena tanpa referensi ataupun data dari spesifikasi noken as, RASIO KOMPRESI TIDAK BERARTI APA-APA!!! Lho, kok bisa? Dynotest yang akan membuktikan silahkan patok rasio kompresi yang sama dengan camshaft yang berbeda, gampangnya gini, mesin standard, upgrade pake camshaft A, B, C… Pasti efeknya berbeda-beda! Well… dimana bedanya, kem mana yang memiliki performa paling oke di rentang RPM berapa.

Berpikir tentang bagaimana siklus sebuah mesin dan bagaimana dulu guru-guru kita mengajarkan proses mesin 4 langkah. Power stroke sudah selesai dan piston mulai bergerak naik ke atas. Klep masuk pastinya tertutup dan klep buang sudah terbuka. Seketika piston bergerak naik sekaligus membantu mendorong gas buang ke exhaust port. Sesaat sebelum piston mencapai TMA klep intake sudah mulai terbuka *disini point penting seringkali piston bertabrakan dengan klep adalah saat proses overlaping karena per klep floating, Piston berada pada TMA saat kedua klep terbuka sedikit untuk mendinginkan mesin. Kemudian piston bergerak turun dan klep buang tertutup sempurna dibarengi terbukanya klep hisap lebar-lebar. Gas segar masuk dengan sempurna ke dalam silinder. Sampailah piston di TMB dan ancang-ancang untuk melakukan langkah KOMPRESI! Inilah poin kritis kedua sebelum kita memahami Rasio Kompresi Dinamis (RKD).

Camshaft TIMING

Saat piston TMB, semua tahu klep intake masih terbuka. Akibatnya, meki piston sudah mulai bergerak naik, belum terjadi sedikitpun KOMPRESi karena klep intake masih terbuka. Kompresi baru dimulai jika dan hanya jika klep intake sudah tertutup penuh sempurna tentu saja klep exhaust juga masih kondisi tertutup. Dan saat itulah campuran udara/bahan bakar dipadatkan! Rasio kompresi saat klep intake benar-benar sudah tertutup itulah yang dinamakan Rasio Kompresi Dinamis.

RKD adalah kondisi pemadatan udara-bahan bakar yang sesungguhnya harus dihitung, bukan RK saja. Karena eh karena RKD tergantung pada derajat klep menutup, maka cam spec memiliki banyak effect dalam RKD sebagaimana spesifikasi teknis motor. RKD nilainya pasti lebih rendah dibanding RK. Kebanyakan mesin street performance dan semi-race motor memiliki RKD pada rentang 8 – 9 : 1. Untuk balap biasanya ada di 9,5 – 10,5 : 1.  Mesin dengan camsahft “kecil” akan butuh RK lebih rendah untuk mencegah detonasi. Mesin dengan cam “besar” dengan klep intake yang semakin lambat menutup bisa saja aplikasi rasio kompresi tinggi. Jika bisa mendapatkan VP Racing fuel maka sah-sah saja memakai RKD dan RK lebih tinggi. Tentu saja, motor balap dengan Cam Gemuk bisa dipahami mereka bisa melewati rasio kompresi diatas 13,5 : 1. karena eh karena cam mereka memiliki durasi overlaping lebih lama, yang berarti proses pendinginan mesin lebih lama serta RKD yang tetap proporsional artinya tidak terlalu kempos.

Durasi noken as secara riil akan mempengaruhi performa sebuah mesin, sebagai contoh ketika kita memilih noken as berdurasi 310 derajat, kemudian kita ukur dengan dial gauge ternyata… Noken as ini memiliki data in close, 80 derajat sesudah piston bergerak naik dari Titik Mati Bawah. Berarti sisa untuk langkah kompresi tinggal berapa anak-anak? Hah!? berapa? 90 derajat? Budi! Ayo berdiri di depan kelas sambil angkat kakinya dua-duanya… -Ngawang kalee-

Noken as gemuk customize by RAT

Noken as gemuk customize by RAT

Setiap siklus dalam mesin 4 langkah terjadi memakan proses sebanyak 180 derajat kruk as, sehingga langkah kompresi hanya tinggal 180 – 80 derajat = 100 derajat! Pinter… Nah, berarti langkah kompresi kita gak 100 persen dong? Ya iya lah… tadi kan diatas udah dijelasin kalau nilai RKD pasti lebih kecil dari RK. Gampangnya jika langkah kompresi diprosentasekan maka 100 / 180 derajat x 100 % = 55 %. Jadi jika kita punya mesin dengan RK 10 : 1 maka rasio kompresi sesungguhnya tinggal 5.5 : 1, gitu? Gak segampang itu sobat…

Menghitung RKD membutuhkan beberapa data, dan kalkulator tentunya, masa pake sempoa? Pertama, nilai stroke setelah klep intake benar-benar menutup harus didapat. Ini perlu tiga input : Intake Valve Closing Point, Panjang Connecting Rod, Langkah sesungguhnya, dan beberapa rokok biar ga bosen ngitung hehehe…

Daripada ribet-ribet ngitung tinggal klik aja di http://www.wallaceracing.com/dynamic-cr.php tinggal input-input data dan klik, jadi deh…

Misal motor Yamaha Jupiter z spec drag 130cc milik RAT , dengan diameter piston 55.2mm , stroke 54mm, panjang rod 96mm, inlet close pada 90 ABDC. Maka inputnya adalah Bore = 55.2 / 25.4 (dari mm dipindah ke inch) = 2.173 inches, Stroke = 54/25.4 = 2.12 inches, Rod length = 3.77 inches, static comression ratio 14,5 : 1, inlet valve close 90 derajat setelah TMB. Klik tombol calculate, maka hasilnya adalah :

Static compression ratio of 14.5:1.
Effective stroke is 1.22 inchesra.
Your dynamic compression ratio is 8.75:1 .

Pak Ndut RAT lagi nge-dial mesin mio

Pak Ndut RAT lagi nge -dialing cam mesin mio

Mantab kan… Nah lalu apa gunanya kita mengetahui rasio kompresi dinamis? Tentu saja untuk mengetaui perbandingan arah modifikasi kita, misal dari situ kita bisa riset menaikkan lagi kompresi rasionya, atau riset setingan cam atau posisi dial yang lain. Tentu dipandu alat dynotest atau tukang seting yang feelingnya kuat, lebih gampang bikin mesin kencang.  Contoh mesin jupiter standard inlet valve close pada 65 derajat, jika ingin modifikasi street performance, maka cukup naikin rasio kompresi standard awalnya 9 : 1 , bisa dibuat jadi 10.5 : 1 dengan bahan-bakar pertamax, maka rasio kompresi dinamisnya akan berada pada point 8.3 : 1, ini persis seperti apa yang dibilang diatas. Kalau nilai rasio kompresi sudah diperoleh maka tinggal mengatur porting area mau dipatok di RPM berapa, yang pasti jangan lebih tinggi dari 9.000 – 10.000 RPM. Dijamin motor tipe ini akan lebih mudah di tune dibandingkan dengan yang rasio kompresi sama dengan durasi camshaft tinggi. Atau kebalikannya, motor balap dengan rasio kompresi 14 : 1 dengan noken as standard akan sangat sulit di tune dibandingkan dengan yang memakai camshaft “besar”.

stok head balap

stok head balap

Head Racing

Head Racing

Ok, cukup sekian. Tetap sehat! Tetap semangat! Biar bisa modifikasi mesin tiap hari

R.A.T MOTORSPORT INDONESIA

Raya Bypass JUANDA no. 17

SIDOARJO – JAWA TIMUR

Contact us : 085645577007

pin bbm : 2824fef0

BORE UP, STROKE UP, NOKEN AS RACING, CYLINDER HEAD RACING, PORT-POLISHED

Alhamdulillah,

image

Sujud syukur kepada Allah masih bisa diberi rejeki untuk riset motor balap dan mengembangkan ilmu. Order pertama bebek 4t 200cc drag ini datang dari bos hellen cabe , Banyuwangi.  Mengandalkan pacuan berbasis yamaha crypton niatnya ingin menghemat di modal awal. Harapannya tentu adalah pengembangan di sisi otak pengapian, pasokan bahan bakar dan sistem pelepas gas buang dipilih yang terbaik.

image

Karburator pwk sudco 35mm airstriker buatan USA adalah tabel belanja teratas. Cdi programable terbaik pun dipilih, jatuh pada rextor type prodrag. koil dibelanjakan dari pabrikan mitsubitshi yang biasa dipakai kawasaki kx. Knalpot produksi WRX kita pilih sebagai pamungkas!

image

Karburator pwk ini jelas terasa mampu mensuplai mesin hingga gasingan 12500 rpm. Hasil dyno juga menunjukkan bahwa keluaran tenaga masih lebih gahar dibanding karburator type Pj.

Cdi rextor dipakai untuk membantu torsi di rpm bawah menengah dengan di seting lebih tinggi hingga 36 derajat. Akselerasi rpm di limit pada 12800 rpm demi keawetan mesin meskipun kompresi sudah dipatok rendah, dibawah 12:1 , bahan bakar pertamax masih bisa lho hehehe…  itulah kuncian mengapa mesin awet meski stang piston merk NPp hahaha…

Noken as durasi 66/36 tentu akan membuat motor lebih nafas di putaran tinggi. Hal ini tidak berjalan sendiri, tentu di dukung katup besar, in 33mm , ex 28mm. Sesuai untuk piston tiger merk Npp os 200. Porting dipatok 27mm untuk mengejar torsi. Pir klep america digunakan untuk mencegah floating meski ditekan lift 10mm.

image

Terus terang flow kepala silinder 2 katup pasti kalah 20% dari yg 4 katup. Jika crypton mampu menembus 30dk misal, fu bisa 36dk… haduuuuhhhh oleh karena itu mesin non-dohc perlu banyak asupan energi dari karburator besar, piston besar, geser langkah kruk as. Dan penyempurnanya di sistem gas buang yang handal.

Selain diameter leher yang besar , kualitas bahan serta geometri pipa header hingga silincer harus dikalkulasi matang dengan rumusan rumit dan riswt panjang. Untuk memperingan kerja, pemilihan knalpot salah satu yg membuat kita percaya diri akan komposisi mesin. Tidak khawatir knalpot terlalu los atau terlalu nahan.

image

Searching di internet , eh ketemu web wrx knalpot  , dilihat-
Lihat kok knalpot WRX modelnya ciamik dan harga pun terjangkau. Buatan Indonesia pula! Disamping itu, Riset WRX di motor suzuki satria fu sudah mampu membekukan timer 7.6 dengan mudah. Yaaa berarti kalau dipasang di mesin non dohc bisa mendekati lah. Itu kalau mekanik nya handal, lha kalau mekanik katrok dan ndeso kaya kita gini ya target timer minim 8.0 lah untuk motor yang pertama kali ikut hehehe…

Gigi rasio 1. 14/35 ¡ 2. 16/28 ¡ 3. 21/28 ¡ 4. 20/22 dicoba dipacu di lintasan 201m drag situbondo, sayangnya sona yanmar masih hanya bisa menempuh 8,1 detik.. keluhannya karburator terlalu basah dan kampas kopling selip. Hadeeewwww… padahal di rumah udah di seting bisa 7.9 pake timer hp. tapi apapun hasilnya disyukuri dahulu. Untuk patokan riset kedepan setidaknya kita tahu pr motornya, riset coba piston 66, langkah 58, dan racikan rasio yang baru…

image

Dan do’a atas karya kita hari ini adalah ““Ya Allah, aku mohon kebaikan dunia akhirat, Ya Allah, aku mohon ampun dan kebaikan dalam agama, dunia, keluarga,dan hartaku. Ya Allah, tutuplah aibku dan berilah aku rasa aman semua ketakutan.”(HR. Ahmad)  Semoga bos hellen cabe banyuwangi diberi banyak rejeki oleh Allah, supaya bisa terus riset bersama :)

TETAP SEHAT !! TETAP SEMANGAT !! BIAR BISA MODIFIKASI SETIAP HARI!

RAT MOTORSPORT INDONESIA
RAYA BYPASS JUANDA NO 17
WARU-SIDOARJO
085645577007

BBM PIN : 767BB8C2 / 2824fef0

Hari gini, bore up cuma nambah 15 cc dari kapasitas standardnya untuk harian… kok ga jauh beda dengan trik 5 tahun lalu, Lantas apa istimewanya?!

Jupiter z piston Kaze, 125cc, dari jaman saya sekolah naik Vega sudah bore up pake kaze… Sedangkan sekarang teknologi sudah berkembang pesat, ilmu pengetahuan sudah merata, mengapa kita masih takut-takut. Atau mungkin bisa dibilang malu-malu? Malu-malu sih ngga apa-apa, yang penting jangan malu-maluin :D

Varian motor yamaha adalah kendaraan yang paling enak dimodif, mulai jaman crypton, vega, jupiter, jupiterz, new vegaR, nouvo, mio, vega zr, jupiter mx, new jupiter z… semua adalah varian bebek-bebek yang bisa digali potensinya diluar dugaan kita.

Semua bisa dengan asyiknya di bore up minimum di tahun 2011 kita make bebek 150 cc, untuk ke kantor, kuliah, pacaran, nganter istri jalan-jalan, supaya rider penunggang  bebek sport macam cs1, dan satria fu ga memandang motor kita setengah mata… :) Bahkan penunggang motor sport mulai dari thunder125, megapro, bajaj135, minerva, atau bahkan tiger keder juga.

MX bore up piston Scorpio

Tampilan boleh saja standard habis, cupu, japanese style, kalau bisa dibikin keren modis gaul lebih asyik, mesin pun bisa di desain tampak luar standard tapi beringas habis!

kuncian utama

Karena posisi baut tanam lebar, kita bisa melesakkan piston besar dengan mudah ke mesin yamaha. Sebagai contoh, jupiter z, bisa dengan mudah dimasukkin piston honda sonic oversize 300, berdiameter 61 milimeter. Bandingkan dengan standardnya dimensi 51 milimeter. Selisih 10mm, jika dikonversikan dalam kubik, ketemu perbedaan 47 cc! Ini baru bore up! Kapasitas silinder sekarang jadi 157cc.

Belum bila memakai piston tiger! Lho, pen piston tiger dengan jupiter kan berbeda?! Bagaimana cara pasangya? Bawa dong ke tukang bubut, jaman sekarang tukang bubut sudah semakin canggih. Kalau tukang bubutnya ga canggih?! Beli piston aftermarket. Produsen piston sekarang sudah semakin bervariatif, ada piston Tiger dengan pin piston 13 milimeter. Tinggal pasang. Ngga perlu ribet, hanya perlu sedikit merogoh kocek lebih dalam. Kalau pakai piston tiger ini, oversize hingga 200 tersedia, bila dimasukkan dalam yamaha jupiterz bisa menembus 180 cc! MANTAP!

Mengatur dome piston , mengatur kompresi

Lantas bagaimana kapasitas yang membeludak itu mampu dipakai untuk harian?!

Kunci utama yang wajib menjadi acuan adalah pengaturan kompresi. Saat melakukan super street bore up , sedapat mungkin perbandingan kompresi diatur dibawah 10.5 : 1 , dengan tekanan kompresi tak lebih dari 12 psi. Pentingnya mengatur kompresi , selain masih bisa mendapatkan pilihan bahan-bakar premium, kompresi rendah menjaga mesin agar tetap awet.

Hal lain, pengukuran panjang piston dari pen ke puncak piston adalah mutlak perlu, jika dapat membeli piston yang tidak terlalu selisih jauh panjangnya. Sebaliknya dari pen ke ekor piston juga tidak berbeda jauh, jika selisihnya berlebihan maka diperlukan pemotongan.

Mesin harian jika crankcase relatif baru ( keluaran tahun muda ) maka penanaman piston dapat dipress hingga memiliki deck clearances 0,8 milimeter, jika mesin relatif tua seperti crypton sebaiknya diberi lebih dalam, misal 1,2 milimeter.

Blueprinting

Apa itu blue printing? Menjadi penting dalam melakukan super street bore up, apalagi bila motor sudah dipakai lebih dari 5 tahun. Adalah melakukan segala inspeksi, double check, pembersihan, pembenahan yang diperlukan untuk mengembalikan seluruh ukuran , toleransi suku cadang mesin sesuai dengan standard pabrikan jepang!

Pada kruk-as misal, sebagai tumpuan penerima torsi ayunan piston, haruslah dikembalikan dalam kondisi keselarasan dan kesetimbangan yang prima, menginspeksi kerenggangan setang piston, memastikan bearing kruk as dalam kondisi prima.

Penggantian gigi transmisi juga dapat dilakukan, misal pada yamaha jupiter z, untuk harian, gigi 3 dan 4 dapat diganti dengan perbandingan lebih rapat. Penyalur daya seperti kampas kopling dan pir kopling perlu diganti dengan kualitas lebih bagus. Kampas kopling diambil dari suzuki Fr80 buatan TDR , CLD, atau produk genuine, semua tersedia dan mudah didapat.

Bak kopling manual, boleh dipasang boleh tidak, jika ingin mengejar tampilan dan riding style lebih sporty maka bisa dipasangkan. Keuntungannya adalah, dengan menggunakan bak kopling manual, kita dapat melepas perangkat kopling sentrifugal dan menggantikannya dengan flywheel (balancer) dengan bobot sesuai keinginan. Dengan memperingan flywheel, kita bisa memberikan perlakuan setara pada rotor magneto. Prosentase pengurangan beban harus disetarakan ulang pada sisi kiri motor. Secara teorema, semakin ringan magnit maka torsi nya semakin besar, karena nilai beban putar lebih ringan, putaran mesin tinggi dapat dengan mudah diraih.

Penataan crankcase, bak kopling dan magnit terselesaikan sesuai konsep, maka kita bisa mulai memperhatikan area cylinder blok dan head. Apa yang perlu diperhatikan? Hmm… Sabar dulu

R.A.T MOTORSPORT

Raya Bypass Juanda No. 1
Sidoarjo

085645577007

Dragswega201@yahoo.com

 

http://www.ratmotorsidoarjo.co.cc

Alhamdulillah,

Konsep Utama Modifikasi – Hukumnya wajib :D

Sungguh nikmat merasakan berkah di bulan Ramadhan — begitu banyak kesempatan riset korek mesin tiada henti berdatangan. Pula rasa syukur tak henti kami panjatkan bagi ALLAH SWT, Tuhan semesta alam, atas limpahan rahmatmu kami dapat berkarya. Dan atas izinMu kami masih dapat berbagi, bersedekah ilmu untuk semua sahabat se – Indonesia :) Apa kabar semuanya? Yang disabang? Yang di Merauke? Kami di sidoarjo nya masih terus terendam Lumpur nih… Hahaha! Apa pemerintah udah pada lupa? Woi jangan bikin gedung DPR cuma buat pindah tidur  :D Bangun-bangun, sahur!!!

Kesempatan kini datang dari penyemplak motor Yamaha Vega R milik mr. V yang tergabung dalam club V1VA Surabaya, pemuda tampan, pendiam, memakai kacamata, menyambangi markas R.A.T yang dipenuhi pemuda berbadan gelap penuh olie, dengan gagah berani meminta order vega nya untuk di korek kencang  buat turing. Busyet ternyata meski body vega nya di motif cutting sticker bunga-bunga gini, empunya  gila kecepatan. Kami pun berdiskusi konsep kerja yang akan dilakukan, setelah diajukan proposal , “Bayar-nya nyicil ya mas, ” bisik sang empu pelan. “Gapapalah , pokoknya 3 x , pagi-siang-sore Lunas! Hehehe… ” jawab saya, lalu kita tertawa bersama. Nah, tertawalah sebelum tertawa itu dilarang. Modif lah sebelum modif mesin dilarang. oWokWokokWok… :D

Bunga-bunga tak berarti banci :D

Konsep mesin touring adalah kencang tapi juga awet, dan sewaktu-waktu ada trouble sparepartnya mudah didapat. Tapi inti modifikasi menjadikan laju motor kalau lari ber iring-iring tidak ketinggalan dengan karib lain. Berarti konsep motor harus mampu terus bernafas di trek yang cukup panjang, lumayan lah buat riset kalau ada order buat mesin balap dari jakarta yang main 800 meteran wkwkkw…  ngimpi – ngimpi. :) Lagipula jalan ke arah bandara Juanda lempeng banget kalau dibuat test ride. Oke deh, plafon budget disetujui, tinggal tugas mekanik mensiasati budget yang ada.

Klep Standard dibubut layaknya klep Racing :D

Motor ditinggal, sang mr. V – kok perasaan ga enak nyebut inisialnya, untung bukan cewek , bisa jadi miss V donk,, hayoo yang baca siang-siang jangan mikir jorok. Uhhhuuyy… head silinder langsung dibuka perlahan- satu demi satu bautnya dikendorkan, dilepas, dibuka.. dipelorotkan dari baut tanamnya, hingga terlihat baut yang mulus dan basah terbasuh oli itu, hahahha cerita apaan sih. Dah intinya diperetelin untuk diantar ke bengkel bubut Dhaha Putra Teknik, langsung menuju ke pojok kiri belakang, tempat mas Amin bersarang!

Kita order pemakaian katub shogun, dengan panjang batang klep 67 milimeter, kita buat muncul klep nya 29 milimeter dari pangkal head, gap dibuat 4.5 milimeter mas. “Bentuk kubah ruang bakar seperti biasanya ya mas ” pesan saya mengerling kan kode rahasia , hehehe.. ini yang tetep bikin dapur bini ngebul :D wkwkwkw…

testimonial 4

Gap lebar layaknya pacuan motor road race, berguna untuk mendapat area overlaping yang tinggi , sehingga tenaga di putaran atas membaik. Disokong oleh aplikasi untuk pir katub milik CS-1 agar tidak terlambat mengembalikan klep exhaust di putaran 10.000 RPM. Sayangnya kok telat nemuinnya, malah pakai pir katub shogun sempat patah pir katub nya kena lobe lifter cam 7 milimeter, hasil dari pemangkasan noken as 1.5 milimeter. Untung ga patah klep nya, fffiiuuhhh… Kalau penari dangdut goyang patah-patah mah, aaajjjiiibbb :D

Area intake port kita papas 5 milimeter, porting dibuat kotak – maunya meniru desain suzuki satria Fu150, hehehe… kebanyakan garap mesin FU jadi keblinger gini ^_^  eh, ternyata enak banget kok :D Sekali-kali gak ngikutin Graham Bell kan gak dosa :) Terpenting kita tahu prinsipnya, yang diinginginkan adalah aliran udara berkelok kesamping, bergumpal di area dekat bushing klep, lalu dihajar membentuk badai homogenus masuk ke silinder saat katub terbuka. Malahan menurut david vizard, asimetrical porting akan membantu membentuk swirl, dan dari buku teori dasar mesin torak, efisiensi ruang bakar yang mampu mencegah detonasi adalah campuran udara/bahan-bakar yang berputar ter-aduk2 dalam silinder. Oleh karenanya kita berani mematok perbandingan volume yang disapu dengan volume yang ditinggalkan hingga 11.5 : 1.

Tak lupa teknik modifikasi terbaru kita terapkan, valve back cut, ini kuncian yang menambah efisiensi area porting menjadi sebesar 30%, area kiri – kanan bushing klep kita lebarkan 110 % dari diameter klep intake. Hasilnya, Nafaaaaassss terus gak habis-habis motornya, puncak kecepatan 120 KPJ di gigi 3 kemudian pindah ke persneling final masih mau ngepot ban belakangnya waktu saya menguntit mas wawan yang ngebut test ride pake vega, sedangkan saya pake MX 135 cc korek ringan sudah nyerah, ngeri…!!! Mas wawan pun melesat makin jauh… Lucu juga ngeliat pantat mas wawan nungging di depan gitu hahaha! dasar bapaknya Attaya, besok kalau anaknya udah gede, biar ini jadi cerita buat dia kalau ternyata dulu bapaknya mau jadi pembalap gak kesampaian hahhaha :D

wpid-Screenshot_2013-03-09-03-02-30.png

Padahal jantung dapur pacu mesin Yamaha Vega ini hanya kita rubah memakai piston kawasaki kaze oversized 1 milimeter, piston ini masih menjadi andalan dari jaman dulu, hanya sekarang tinggal bagaimana pintar kita mensiasatinya. Disini serunya, karena blok vega lebih rendah 2 milimeter dibanding Jupiter Z atau Vega R new , inilah kesempatan membentuk dome pistonnya layaknya piston FIM – izumi. Piston yang muncul dari blok di beri tanda garis dengan pisau, piston direndahkan hingga 0.5 milimeter dibawah garis itu, dan dome yang terbentuk dilesakkan ke dalam ruang bakar. Mantep To, enak To… :) Tak lupa speeling kedalaman coakan klep pada piston diberi lebih dalam + – 1 milimeter dari posisi overlaping klep. Kalau menurut Tom Monroe, dalam bukunya Engine Builder Handbook, sebaiknya kedalaman coakan klep exhaust pada piston diperdalam, karena kecenderungan klep buang dalam posisi turun hanya mengandalkan kekuatan pir klep untuk mengembalikan posisinya, jika terlambat maka fatal akibatnya – merusak head-klep-piston-liner. Sudah sadar kan, kenapa seringkali klep buang yang mengalami kebengkokan atau bahkan patah? Ya-ya-ya ndak perlu berterimakasih begitu…

Blok pendek, piston bisa dibuat nge-dum :D

Dengan jantung sebesar itu, potensial  kubah ruang bakar masih bisa dipacu dengan katub milik Honda sonic dengan dimensi 28 / 24, tapi toh ini untuk riset siapa tahu dapet pesenan juga untuk bikin mesin MP 3, kan dengan katub 26 / 22 , anggap aja motor pembalap pemula tapi tetep kudu bisa galak :) Supplay bahan-bakar masih mengandalkan milik jupiter z, pilot jet # 25, main jet # 110. Tanpa reamer, intake manifold standard. Box filter terpasang supaya debu tidak tersedot waktu motor dibawa ngebut nyalip bus, atau truk. Gasss terus pokoknya.

Ubahan lain di sektor kampas kopling, kita mengandalkan kampas kopling racing dari Indopart, pir kopling dari motor jambret, yamaha RX-KING, balancer 900 gram. Magnit standard, cdi 4st, coil standard. Tidak ada yang istimewa memang, toh butuhnya hanya transfer tenaga. Lebih dahsyat langsung ubah gigi rasio , ditata pada sekunder nomor 3 dipakai mata berjumlah 30. Membuat reduksi dari gigi 2 ke 3 lebih rapat dan cepat, dan masih menyisakan nafas pada gigi 4. Hasil top speed jarum speedometer mentok cukup lumayan lah, digapai dengan mudah melalui final gir depan 15 – belakang 35.

Antrian head untuk dibubut, tukang bubutnya ngopi di warkop sama saya hahahhaha :D

Muffler dipercayakan oleh bang Zaeni, dimodel megaphone, untuk mengejar putaran atas, silinser mengerucut kecil, pipa 25 milimeter pada leher, disambung 27 milimeter di step ke – 2, silinser 15 milimeter adalah lubang kasa, dengan jumlah lubang pada pipa 16 buah dengan diameter 6 milimeter.

Cak Agus, lagi sibuk mendesainkan knalpot orderan mas wawan R.A.T

Ffffiiiiuuuuhhhh… kayanya ketagihan nih bikin motor trek panjang, kapan dapet orderan jupiter lari 185 kpj, ya… rasanya bukan mimpi kalau dana nya ada… :) Itu rahasiamu saja ya Allah, dan kami bersyukur atas apa yang telah ditorehkan hari ini.

Tetap Sehat – Tetap Semangat, Biar Bisa Modifikasi Mesin Tiap Hari.

R.A.T Motorsport

Raya Bypass Juanda No. 17

SIDOARJO

085645577007

2824fef0

mail us : dragswega201@yahoo.com

 

Specification of Tuning :

- Head Port & Polished by R.A.T

- Mp 3 / Mp 4 customized cylinder head , 38mm combustion chamber axis, 26 mm inlet , 22 mm outlet

- Back Cut Valve modification

- Piston Kaze o.s 1.00, customize piston, deep relief

- Camshaft 255 degree, valve lift 7.6 inlet, 7.8 outlet, made by R.A.T

- Spring valve Honda CS-1

- Clutch Suzuki FR80 Indopart, Clucth spring Yamaha RX-King

- CDI Yamaha 4ST

- Knalpot Customize by R.A.T

Alhamdulillah,

Murid RAT motors – bermain sambil belajar -

Puji syukur kami panjatkan setinggi-tingginya bagi sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, karena dengan rahmat dan hidayahNya kita dapat berkumpul di upacara bendera… lho!?! Keliru… wkwkwkw. Dengan rahmat dan hidayahNya kita dapat berkumpul berdiskusi di web log RAT MOTORSPORT, kalau di dunia nyata kita diskusinya di warkop sebelah bengkel lebih enak hehehe… Diskusi sampai botak sambil ditemeni kopi luwak! mangstaaabbbb… :p

Ban Drag Racing RAT…??! hehehe

Kali ini kita membeberkan hasil prakarya mengorek motor bebek  berlambang garputala, so… bagi pemilik kendaraan vega/crypton/jupiter z yang ingin memiliki motor kencang tanpa bore up, inilah dongengnya! Woi sing mburi ojo turu nek didongengi, malah ngiler kae i piyeee… :D Modifikasi mesin yamaha bore up 200 cc jadi kencang = wajar…  Kanibal blok head supra125 pakai temlar roller + bore up piston tiger , kencang = wajar, modifikasi modal selangit dikirim ke thailand , kencang, wajar…   modal minim dikirim ke RAT minta spec aneh-aneh , ndak kencang = wajar. Hehehehe… becanda! Tapi kalau hanya mengandalkan piston crypton yang berdiameter 49 milimeter (selisih 15 milimeter lebih dengan piston TIGER ) mau kencang…?!!! Piye carane…? Hmmm seneng kita kalok disuruh mikir gini :D Konsepnya kita tidak boleh melenceng terlalu jauh dari desain para insinyur Yamaha, kata pakde Graham Bell, jangan over enthusiast = modifikasi berlebihan… :) Sekali lagi, Alhamdulillah, bukan untuk sombong-sombongan, tapi untuk meramaikan jagad perbalapan bahwa ilmu murmerceng masih bisa dipakai untuk menciptakan pacuan 9 detik menempuh 200 meter dengan kapasitas seadanya :P Supaya kita bisa maju bersama. Toh ini pula hasil dari banyak silaturahmi belajar ke berbagai ahli-ahli permesinan :)

Rasio Pecah Karena Miss Gear

Apa yang harus dituju…? Pertama, basic motor crypton terlalu tua, PR pertama mesin harus dibelah total untuk cek kelayakan kruk as, terutamanya bearing kruk as, dan seluruh bearing transmisi, pastinya harus diganti baru, pilihannya bisa memakai bearing hi-speed, FAG atau SKF. Untuk kruk as jika ada dana lebih bisa beli kruk as Jepang atau Thailand mantap, yang ada rejeki sedikit banyak bisa order crankshaft jupiter z baru di dealer. Tapi seandainya tidak ada, kruk as standard dibalans ulang dan dicek defiasi ayunan lengan kruk as harus dibawah 0,10 milimeter. Setang piston diganti baru, dengan kerapatan daun kruk as 43 milimeter, setang pakai punya jupiter z lebih murah dibanding harus membeli con-rod 4ST milik crypton. Harganya bisa separuh bokkk… sisanya lumayan buat beramal ke mekaniknya :)

Crankcase segar, kebersihan – sebagian dari iman :D

Urusan transmisi, perbandingan rasio diracik ulang untuk meperoleh tautan percepatan yang gila-gilaan dan output torsi besar di gigi 4 hingga mampu teriak di putaran tinggi kita pakai 26/23. Lainnya hitungan umum :) Sayangnya mendekati event gigi rasionya rompal saat setting, jadi terpaksa balik ke standard, timernya turun 0.3 second karena percepatan di gigi 4 mengandalkan standarnya sangat rendah… nangis-nangis kita sebagai mekanik memasangnya, cuma bisa ndremimil, “semoga banter-semoga banter…” hahahah…  Karena memakai gir standard terpaksa final gir kita pakai 13-36, gir dibubut ditipiskan agar muat di rantai honda karisma. Seandainya rasio sehat kita bisa pakai final gir lebih berat, topspeed diharapkan bisa lebih tinggi.

Balancer diperdekat dengan kruk as, seperti cakram

Rotor dibubut habis

Crankcase jika masih layak, bisa dipakai, tapi jika sudah terlalu oblak bisa hunting bak tengah dari motor X1 Thailand, atau pesan di yamaha sepasang crankcase crypton baru, notanya disimpen biar ga dipermasalahkan kalau-kalau ada Polisi yang lagi bete ngeliat kita nyeting motor n dikandangkan motor kita di POLSEK, aduh aduh padahal nyeting kan tidak melakukan kejahatan, toh lintasan balap drag di Indonesia sangat minim, beda dengan thailand yang balap drag jadi primadona! Sebenernya kami para mekanik ini pun sudah mencari jalan yang sepi dan aman, toh emang pekerjaan kita disini demi mencari nafkah keluarga kok ya tega kalau mendenda motor balap resmi, hiks…hikss… curhat colongan :P Siapa yang pernah juga hayo angkat tangan?! :D Kalau balap liar ditertibkan saya setuju pak :D hehehe… lebih mantap lagi jika polisi mengadakan event balap untuk mewadahi aspirasi anak-anak muda biar ga salah arah…

Total Loss System

Selesai urusan kruk as dan kawan-kawan kita tutup bak tengah. Blak!!! Kencang-kuat-presisi! Area kopling modifikasi umum lah, menggunakan bak kopling manual, bisa dari merk TDR, atau langsung buatan yamaha Thailand, bisa. Kampas kopling dipakai dari pabrikan Suzuki, tipe FR 80, tapi kita pakai merk TOKAIDO hehehehe… atau INDOPART lah, udah bagusan itu, masalahnya mosok motornya udah nggak ada di jalan, suzuki masih nyiptain banyak spare part nya? :D kalau dibelikan yang merk TDR Racing pasti lebih mantap lemparan tenaganya. Pir kopling pun begitu , kita mengandalkan pir kopling smash yang 8.000 an, masyaALLAH, kasian ya kita.. hiks… Pengennya kalau bisa pakai pir kopling yamaha RX king original, sadaaaappp… apalagi kalau pakai pir kopling Yamaha YZ125, mantap… padahal kita ada, tapi harga ratusan ribu itu tidak mampu dijangkau sang pemilik motor yang notabene masih duduk di bangku sekolahan, padahal yo anake pak Carik, hehehe… tapi namanya belum bisa kerja sendiri jadi ya gapapa lah, diterima seadanya, rejeki bisa dicari nanti dari boss besar :) Allah maha adil… lagi maha penyayang :)

Kepikiran sampai dibawa mimpi… wkwkkwkw

Balancer kita buat dengan bobot 600 gram, mengimbangi hal itu magnit kita rubah menjadi total loss , mengandalkan pulser dari jupiter z DC, berat rotor magnit mencapai 700 gram, dengan mencopot seluruh rangkaian magnit, dan melakukan pembubutan disana-sini. Tujuannya memperingan putaran mesin agar mampu meraih kitiran belasan ribu rpm dengan tetap stabil. Kalau ada duit lebih ya beli pengapian kit YZ 125, aduh aduh aduh… coba denger geberannya bisa bikin horny… emmmppphhhh :D Hidup hanya sekali , coba sempatkan deh merasakan nikmat geberannya :) awas mimpi basah.

CDI BRT smart click

Piston kita semua tahu, izumi maupun brt tidak pernah mengeluarkan piston racing, bagaimana untuk menaikkan kompresi??? Memapas head / blok sebanyak-banyaknya? Bukan pilihan yang bagus. Selain rantai keteng jadi mulur gila-gilaan, top noken as seringkali meleset jauh dari standard, itulah sebab seringkali meski sudah kita buatkan noken as sakti ala RAT kalau dipasang di head yang tidak presisi = boong. Oleh karenanya Blok silinder ditipiskan 0.5 milimeter, disusul head 0.8 milimeter sudah cukup. Untuk menembus rasio kompresi 13 : 1, kepala piston kita LAS!! Ya ! Ditambal las argon, kemudian kita bubut ulang, hingga hasil customize ini membentuk dum melesak kedalam kubah ruang bakar selebar 39 milimeter. Dum ini dibatasi mendekati busi hampir 1 milimeter saja celahnya, pokoknya gak nabrak,  selisih piston dengan kubah disisakan 2 milimeter agar tidak terlalu padat. Kalau pecah kan kasian juga, kasian kita nya maksudnya menunggu kelamaan duit sang juragan gak cair-cair buat ngebenahin mesin, hehehehe… nunggu mecah celengan ayam dulu dari hasil nabung uang saku sekolah hehehheeh… semoga segera dikabulkan dapet juragan besar bisa bikin motor bore up, curhat terusss… :D

Piston Hi-Dome made in RAT

Katup sementara ini mengandalkan milik smash dengan jarak klep 4 milimeter dipatok aman untuk mengawal noken as racing made in RAT dengan pinggang 17,8 milimeter, durasinya disimpen saja :) yang pasti in close di area 70 – 80 derajat, ex open di 80 – 90 derajat. Pegas katup dipilih yang murah aja lah pakai CS 1, kita tidak berharap putaran atasnya bisa kuat, oleh karena itu cdi kita batasi di 12.000 RPM, kalau ada rejeki pir klep bagus kitiran mesin bisa dibuka lebih tinggi lagi tanpa takut floating dan mesin jebol, lagipula kem bisa dibuat lebih tinggi hingga pinggang 16.5 milimeter ajiiibbbbbbb…!!! Sementara yang ada dulu.

Porting dipendekkan 10 milimeter, katup shogun

Porting dipendekkan 10 milimeter, katup shogun

Porting didesain dengan puncak torsi di 8500 RPM, dengan raihan tenaga puncak di 10.500 RPM, oleh karena itu kita pilih porting diameter 21 milimeter, kalau ini ahlinya mas wawan membentuk porting… monggo mas… disekecaaken. porting buang 100 % diameter klep buang.  Untuk menghasilkan tenaga lebih baik mungkin bisa digapai dengan rubahan beli head baru lagi untuk didesain ulang memakai klep sonic, dikecilkan ulang mencapai diameter 26mm inlet, dan buang 22mm.

Blok di press, deck clearance pasti 0.8 milimeter

Cylinder head ditutup dengan Torque Wrench, torsi tiap baut presisi

Intake manifold kita tidak merusak konfigurasi bawaan dari pabrikan jepang, masih mengandalkan standard, termasuk lekuk-lekuannya, bagian bawah match dengan porting kami, ujung yang bertemu dengan karburator kita las diral dan dibor ulang untuk mampu menggamit karburator keihin PE 28 milimeter. Sekali lagi demi menghemat dana, tapi disisi lain kita menciptakan intake model down draught murmerceng hehehe… Knalpot didesain begitu pula, leher knalpot masih memakai standardnya, dengan pertimbangan kita masih ingin melihat kemampuan desain dari arsitek pabrikan yamaha, mengingat kapasitas silinder nya tidak jauh dari standardnya, serta kelokan awal antara porting buang yang berharmonisasi dengan header, pasti para engineer itu sudah memikirkan dengan tepat kepresisian aliran udaranya. Mungkin besok kita akan desainkan knalpot racing made in RAT full system, dengan leheran lebih landai, semoga lebih baik hasilnya, tapi lebih baik pun kita tidak akan diangkat jadi arsitek mesin yamaha mengawal Jorge Lorenzo di Moto GP… mungkin diangkat buat jadi kacung bagian ngelap-ngelap knalpot biar tetap mengkilat tanpa debu ya… wkwkkwkwkw :D

Knalpot yamaha crypton multigrade by RAT

Karburator , kita percayakan pada pabrikan Keihin yang menciptakan karburator untuk motor Honda NSR, dengan pilot jet #60 dan main jet #118, busi dikawal busi NGK c7HSA standard yang ga nyampe 15.000 an. Koil kita pakai dari Kawasaki KAZE, siapa yang mau menyumbang koil YZ125 nggih monggo, kita terima keikhlasannya semoga amal ibadahnya terus tidak putus-putus selama kita pakai balap :D

Coil kawasaki KAZE

Noken as standard sulapan by RAT

Balapan cepet2an bikin noken as :)

CDI, kita pakai dari BRT, pilihanyya tipe SMART CLICK, lansiran tahun 2008, sengaja muter-muter cari yang jual stok lama, supaya murah lagi… aduh aduh… seru ya ceritanya, kalau menderita gini malah lebih asik ya :p Tega amat… jangan gitu ya calon juragan-juragan RAT motor yang baru… hehehehe… Timing pengapian kita patok 38 derajat BDTC, sekaligus membatasi RPM. Lumayan lah fitur CDI smart click ini, padahal kalau ada REXTOR atau BRT yang super I-Max, tentu ketepatan timing akan menentukan karakter mesin bisa diatur agar lebih keras di putaran bawah, stabil diputaran tengah, tetap nafas di putaran tinggi… ajibb.. harusnya adanya teknologi canggih kan digunakan, bukan dihindari, susah-susah yang bikin tuh, terima kasih om Tommy Huang, terima kasih om Novel Faizal… you’re rock!! :)

Gir depan belakang dibubut, rantai pakai karisma

Apa ya yang kurang… well maybe lots, karena kita manusia jauh dari sempurna, karena manusia bisa berencana dan berusaha, namun tuhan yang menentukan. Diakhir lomba saat pulang kita koreksi, piston mulai retak terkena kompresi yang tidak cocok dengan bahan-bakar pertamax, harusnya minta bensol… :( belum ditambah jika joki miss gear… aduh dik. Pokoknya kalau pembalap udah miss gear lebih dari 2 kali, harap mesin dibongkar siapa tahu klep bocor atau kruk as sudah tidak lagi center. Pengalaman kami dipakai pembelajaran bersama lah supaya tidak terulang.

asalkan ada sesajen ini tiap hari semangat :D

Hasil final lomba, pulang yukkk… riset lagi :)

Namanya saja pembalap pemula, mekanik juga pemula, meski motor 9.3 second dan target meraih 5 besar belum tercapai, tapi torehan ipul semut bertengger di 8 besar  saat pertama kali turun sudah terasa menakjubkan dan patut disyukuri bukan!? Hampir 40 pebalap turut serta, kelas yang ramai, semua berangkat dengan keinginan juara, semua ingin seperti seniornya, rovino sanjaya, eko chodox, ricko bocel, dan lain-lain,  sebagaimana niatnya semua tentu mengharapkan surga, kita mungkin bukan yang terbaik tapi terus belajar dan berusaha melakukan yang terbaik bagi semua RAT Riders adalah komitmen kami… Riset di lintasan balap, semata-mata demi menghasilkan korekan yang lebih baik di motor harian anda. Pun kita juga menerima order mesin balap, road race, cross apapun itu, kita semangat dan netral untuk diajak riset :)  Minat dibuatkan cylinder head dan blok nya saja ,  bisa tinggal telfon atau sms  ^_^

Selamat bagi sang juara, bagi yang belum… ayoooo rame – rame kita kejarrrr… GAS POOLLL hehehe…

Tetap Sehat – Tetap Semangat, biar bisa modifikasi mesin tiap hari.

RAT MOTORSPORT INDONESIA

Raya Bypass Juanda no. 1

SIDOARJO

085645577007

bbm pin : 28a08677 / 2824fef0