Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘korek mesin’

Preparing setting co + dynotesting

Alhamdulillah,

Masih diberi kemudahan rizky oleh ALLAH SWT, dan pelanggan-pelanggan yang baik. Kali ini adalah pelajar sebuah SMU di Surabaya mapir ke RAT UNDERGROUND Garage, hehehe.. Pengennya paket hemat , modif yang ga ribet, tapi pasti.

Adapun pilihan modifikasi kali ini adalah meng-instal bore up kit dari KAWAHARA, dengan diameter 62mm menjadikan dapur pacu vixie ini jadi sekitar 175cc. Modifikasi umum penambahan jalur oli serta pembubutan atap piston untuk mengatur kompresi agar tetap mampu minum premium pun dilakukan. Bagi yang berminat blok bore up KAWAHARA tuned up by RAT bisa order kok :)

Head cylinder tidak dilakukan ubahan yang berarti, cukup mainkan porting polished, fokus utama adalah di bowl area samping kanan-kiri bushing klep kita buat +- 20mm, lubang intake diambil 0.5mm rata. begitu pula di exhaust kita buat sekitar 18mm di kanan-kiri bos klep. Noken as standard bawaan pabrik di dayel ulang, ketemu setelan klep yang pas agak rapat di 0.07 in / 0.09 ex.

Lubang ais di non-aktifkan, setting co kita set di + 12, sebenernya bisa lebih tinggi dan lebih bertenaga, tapi ya agak boros bbm nantinya, jadi dirasa cukup di kisaran itu saja. Knalpot standard dilengserkan lantas dipilih R9 Stainless untuk mengawal sesi dynotest. Wallaa… Hasil 18.4 dk, dan torqi 15.4 nm, rasanya sangat nikmat untuk dikendarai di lintas laju jalan surabaya. Semoga jadi motor yang baroqah untuk mengantar sang empu sekolah dan kelak sukses menjadi seorang menteri, hehehe… pokoknya jangan balap liar ya le.. :)

hasil dyno vixion

Hasil Dynograph Vixion RAT pahe 175cc

TETAP SEHAT- TETAP SEMANGAT! BIAR BISA MODIFIKASI MESIN TIAP HARI

RAT MOTORSPORT INDONESIA

RAYA BYPASS JUANDA BARU no. 17

SURABAYA

085645577007

dragswega201@yahoo.com

pin bbm : 28a08677 / assistace pin : 307ac2a7

Alhamdulillah,

mio drag 200cc

Beruntung kami atas kehadiran sonna yanmar, pebalap muda belia hasil didikan Boyreng – pebalap legendaris surabaya- ke dalam formasi bengkel kita. Ilmu setting motor yang dia miliki kita tambahi dengan ilmu modifikasi mesin balap, hasilnya adalah sebuah kreasi mesin balap yang bisa diandalkan…

Paketan mesin matic untuk pertama kalinya di request menjadi pacuan kebut lurus hadir di rat motorsport, sidoarjo. Meski untuk yang pertama, namun tidak menjadikan kami gagap dalam mengerjakannya. Selama ada buku panduan modifikasi mesin, dan banyak ilmu korek mio kami semenjak dahulu sebagai referensi. Ilmu terpenting utamanya adalah, meningkatkan tenaga mio di putaran atas. Atau hasil pembelajaran dari ilmu bore up mio. Dan banyak sejarah perjalanan kita modifikasi bore up baik dengan blok bore up tdr , maupun dari hasil kreasi sendiri.

Indahnya mengenang hasil karya, demi keyakinan pelanggan bahwa kami mampu membuat mesin korek harian matic yang agak mantap tidak tanggung-tanggung langsung kami praktik kan di dunia balap. Berikut contekannya…

Hasil balap- timer motor 8,2 … pebalap pemula :D

Dari dalam cranckase, kruk as di stroke up , dijadikan langkah 62mm, dengan coneccting rod OEM dimaksudkan meningkatkan torsi basic lebih signifikan. Dari sini bisa dibaca bahwa konseptasi piston yang akan diusung tak lebih dari 64mm. Karena dari perhitungan volume, bisa dideterminasi volume silinder 199cc, mantap! Passs susunya eh.. pas cc nya hahaha.

Pilihan piston jatuh kepada honda tiger, alasannya, ya murah meriah – bisa dibuat kencang! hehehe… Katup kepala silinder langsung dilengserkan dan diganti katup bajaj pulsar 200 cc, kenapa? Karena batang stem lebih kecil, otomatis lebih ringan, harapannya kinerja mesin lebih ringan dan tidak perlu pakai pir klep yang bagus (baca : mahal). Pir klep standardnya mampu… :)

Piston tiger dibubut hingga dum 3 mm

Noken as papasan tidak berarti asal-asal an, teringat pada test cam kita yang dibantu mas Irawan, mahasiswa ITS , yang agak “gila” mengeluarkan banyak biaya untuk bore up di RAT dan membeli semua noken as hingga merk SPS Thailand dipakai untuk tolak ukur di meja dynotest. Ternyata ketemu profil yang paling pas diambil dari noken as kawahara yang dimodifikasi ulang untuk menambah lifternya. Buka tutup cam di hajar pada 64 setelah tmb, dan 30 sebelum tma. Durasi di 274 derajat tak lengkap tanpa angkatan klep setinggi 9mm. Memang angka ini masih dalam tahap coba-coba, kemungkinan akan ditingkatkan hingga lift 10mm, dengan durasi 70/40, tapi pakai rocker arm roller… Hehehe tunggu saja kedepannya :)

noken as baru roller cam, belum terpasang hehehe

Porting digeser dan dibesarkan sesuai patokan klep buang. Intake manifold tetap standar bawaan mio, hanya karburator diganti dengan keihin pe28mm khusus yang dijetting ulang oleh RAT. Hehehe… gak mau kalah sama sudco :p Langusung ditancapkan pilot jet bawaan karburator pj34mm dan main jet dari karburator pe24mm. Joss…

Pengapian mengusung total loss DC – System, dengan cdi jupiter BRT Dualband dipercaya lebih galak dalam mengail rpm , dan koil Yamaha YZ 125 demi mencapai pembakaran yang sempurna. Knalpot mengandalkan dari bahan stainless yang dipercaya lebih baik dalam mengatur panas gas buang, ukuran kita percayakan cak sahek untuk membuat pipa sebesar 30mm. Hehehe… Hitungannya lebih mirip-mirip sport 4tak 200cc.

piston tiger dibubut hingga dome 3mm

Hasilnya, saat diundang oleh bos Hellen cabe dari banyuwangi, final matic 200cc kejurda jawa timur bisa merangsek no.6 disyukuri saja , toh mesin memang baru nyala dan belum sempat melakukan banyak setting dan eksperimentasi. Timer bersih motor masih 8,2 detik, karena dipotong reaksi pebalap yang lambat, hampir 0,.2 detik. Serta dilihat dari tempat start roda belakang masih banyak sliding, meski sudah memakai karet IRC eatmydust, mungkin lupa kurang di burn out.

Tapi mungkin memang Allah maha adil, jika langsung juara, biasanya jatuhnya juga cepat. Sedangkan bila naiknya perlahan, niscaya akan awet bertahan menjadi juara. Meski timing handphone di jalan raya sudah bisa kepala 7 koma besar, disyukuri aja meski belum keluar gambarnya :) Namanya juga proyek sang joki yang ingin sehebat eko kodok… jadi kudu belajar memahami mesin juga… Ke depannya tentu kami bisa menerima order mesin lagi yang lebih JOSSS…

kick rat lagi membenahin rangka demi ketajaman timer event depan

TETAP SEHAT- TETAP SEMANGAT ! BIAR BISA MODIFIKASI MESIN TIAP HARI!!

RAT MOTORSPORT INDONESIA

Raya Bypass Juanda no. 1

SIDOARJO – JAWA TIMUR

085645577007

bbm pin : 28a08677

Alhamdulillah,

RAT : Engine Tuning & Dyno Testing

Modifikasi mesin bajaj pulsar memang sudah menjadi favorit kami, sejak dari membuka bengkel di garasi rumah – hingga kini kita akan memiliki bangunan bengkel sendiri. Korekan-korekan bajaj pulsar selalu menyertai langkah kami, entah itu modifikasi ringan macam porting polished head, modifikasi noken as, penggantian karbu dan knalpot. Keseringannya adalah modifikasi Bajaj Pulsar 180, 200, 220, dan kali ini motor bajaj pulsar 135 milik Mr. I  akan menjadi sebuah sejarah yang tak terlupakan…

Motor pulsar ini bukan dari pulau jawa, datang dari Medan, yang kami sendiri belum pernah kesana, niat Mr.I adalah menjadi pioneer, karena banyak kawan disana yang kesulitan modifikasi pulsar 135, siapa tahu dengan usaha beliau bisa menjadi masukan untuk penunggang P135 lainnya.  Dan ternyata, kami pun kesulitan melakukannya… Hahaha…

Area crankcase terbatas

Head memiliki Nat, layaknya motor 2 tak, clearance piston nol, selalu menjadi ciri khas mesin-mesin keluaran Bajaj. Memang efisiensi ruang bakar yang mereka desain sulit kami pahami. Kalau motor lain buatan pabrikan yamaha jepang misal, mesin kompresi rendah selalu dikawal dengan piston flat, namun tidak dengan P135, Bajaj mendesain P135 secara “gila” , 4 klep berdiameter 19 mm inlet – 17mm out , 2 busi di tepi kanan-kiri kubah… Kubah pentroof cekung seperti atap rumah di padati dengan piston dome hanya untuk mengejar kompresi rendah.  Hasilnya Jupiter mx 135 LC memiliki tenaga standar 12dk (claim pabrikan) sedangkan P135 memuncak di 13 dk!

Ada beberapa titik point yang harus diperhatikan dalam memodifikasi p135, utamanya dalam membongkar rocker arm, antara pin dan rocker arm dibalut bearing bambu untuk meminimalisir friksi, kalau apes pas bearing bambu nya merotoli tercerai berai… kudu nangis yang merakit ulang. Hahaha…

Head dipangkas menghilangkan NAT

Pin piston 14mm, membuat keterbatasan modifikasi. Kebanyakan memang mengandalkan piston thunder, atau izumi yang didesain ulang dome. Kami ingin membuatnya simple, dan masih percaya teorema bahwa dengan  kubah yang lebih cekak dan piston datar akan selalu lebih baik dengan acuan kompresi yang sama. Kalau hanya bore up piston thunder kita gak jadi trendseter dong, keseringan modifikasi Yamaha Jupiter MX, membuat pilihan jantung dapur pacu jatuh pada piston TDR berdiameter 61 mm.

Keunggulan piston ini memiliki jarak pen to top lebih rendah dibanding standar P135 selisih hampir 2mm, asyik nya kita bisa merombak kruk as untuk mengimbangi bore up! Big end digeser naik menjadikan langkah bertambah 4mm. Bagusnya lagi mesin ini akan tampak luar standard manis, namun ternyata kapasitas mesin udah terdongkrak jadi 180an cc. Hehehe…

porting head P135 ala MX hahaha

Piston lebih gambot 8mm dari standard, otomatis membutuhkan rumah piston baru, dan supaya bisa masuk ke crankcase, bak tengah itu harus dilebarkan pula. Mendesain itu mudah, anak smp juga bisa, namun kemampuan seorang engineer akan terlihat saat menginstalasi. Kehati-hatian pisau tuner dalam membuka diameter lubang crankcase supaya tidak menyayat pipa semprotan oli ke dinding silinder. Modifikasi kruk as ternyata sama susahnya , karena baru digeser 2mm saja setang piston sudah menempel kesana kemari. Karena desain crankcase P135 sangat sempit hingga harus di cunerin agar sedikit lega. Kehati-hatian juga wajib dilakukan saat mengukur piston di area TMB supaya ekor piston tidak menempel di daun kruk as, ataupun tidak menyenggol pipa semprotan oli di crankcase. Benar-benar tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Huuufffttt… Modifikasi sebenarnya bisa juga dilakukan dengan menipiskan daging setang di area big end. Atau pula bisa membesarkan lubang small end menjadi 15mm supaya bisa mendapatkan pilihan piston hingga 65mm. Hehehe… Siapa mau bore up pulsar piston 65mm? Tapi juga harus ganti klep gede hehehe… asyiikk… Semakin tertantang kita!

Kalau cuma menata head itu mudah. Menakar kompresi itu gampang, tinggal nge-buret kubah, oh.. volume kurang kecil, head dipangkas 0,8 milimeter, ketemu deh perbandingan 10,5 : 1. Cukup lah untuk bahan-bakar premium. Porting head, desain yang meliuk-liuk tidak kita ambil pusing, cukup fokus di kanan kiri bushing dibuat 100 % sesuai diameter klep. Pada bibir luar dibesarkan setara intake manifold dan paking knalpot. Noken as juga kecil, tinggal di isik-isik diambil 1 milimeter saja, dipatok dari durasi titik sentuh standard nya, membentuk profil menggembung intinya menaikkan pasokan bahan bakar pada angkatan lebih tinggi, pada angkatan rendah masih seperti standarnya. Semua kan sudah terangkum di modul modifikasi porting dan noken as hehehe…

crankcase banyak restrictor

Oiya, sebelumnya saat p135 datang , motornya susah lari menembus diatas 80 kpj. Hal ini kita sinyalir dari pir klep yang diganjal dengan inner milik Honda Grand. Mesin 4 tak itu sudah berputar berat, ada rantai keteng , gir, noken as, pir klep, klep, dibanding 2 tak yang hanya memutar piston, jauh kalah ringan gasingan rpm nya. Nah kalau pir klep diganjal atau di dobel, bukan tenaga yang didapat, efisiensi mekanis mesin justru menurun. Lagi pula ini motor untuk harian, pir klep pulsar emang terasa sedikit empuk, namun itu hanya perasaan saja, sebenarnya sudah diperhitungkan sesuai lift dan berat klep nya. Jadi Don;t worry- be happy ..

Pasokan bahan bakar digerojok dengan karburator PE28 milimeter, intake manifold mengandalkan dari Yamaha 5BP, pilot jet #35 main jet #118. Knalpot mengandalkan customize tangan cak Sahek, pengrajin kepercayaan kami di bilangan Betro, Sidoarjo. Setelah mesin menyala ternyata trouble mesin yang selip membuat kami kudu berpikir ulang , kampas kopling kita ganti dari milik motor Honda Tiger.

Hasil Dynotesting

Perjuangan kita bolak-balik ke bubut, seting, bongkar, seting, dan kemudian naik meja dynotest terbayar dengan hasil 21 Horseppower, dengan tosi 16,5 newtonmeter, hanya sujud syukur Alhamdulillah yang bisa menggantikan lelah jerih payah kita. Modifikasi mesin itu tentang jiwa, selama saling mendukung dan percaya, maka kami pun sepenuh hati mencurahkan tenaga dan pikiran… Hasil modifikasi ini semoga bermanfaat, dan pahala bagi MR. I dari medan yang sudah riset bersama kami. Apapun itu, yang penting…

TETAP SEHAT – TETAP SEMANGAT! BIAR BISA MODIFIKASI MEIN TIAP HARI!

RAT MOTORSPORT INDONESIA

RAYA BYPASS JUANDA BARU

SIDOARJO – JAWA TIMUR

085645577007

pin bbm : 28a08677

mail us : dragswega201@yahoo.com

Alhamdulillah,

Racing is My Life

Sujud syukur kehadirat ALLAH Swt, selalu memberikan pertolongan, melimpahkan rizky yang berkah bagi kami. Mempertemukan kami untuk ber silaturahmi dengan bos-bos yang murah hati dan baik, yang selalu mendukung kami untuk riset dan berkembang, pun hasilnya semoga istimewa dan membawa berkah bagi pemiliknya.

Kali ini seorang pria muda sukses, mr.B , bussines man dari kota Tuban. Menggelandang motor Yamaha Rx-King nya ke bengkel jam 9 malam, disaat kami sedang lembur mengerjakan orderan mesin balap. Motor berlabur kelir putih bersih, dipadankan velg alumunium Gold dan ban tapak lebar, rapih, simple dan berkesan mewah. Dalam pesan blackberry mesenger nya, mr.B mengatakan hanya ingin merapihkan kabel dan memperbaiki performa mesin nya sudah kurang enjoyable untuk dipakai turing. Benar saja, saat kami coba dan dibuka busi nya pengapiannya seolah terlalu advance, dan kampas koplingnya selip. Namun kami pun tak menduga jika ujungnya diajak riset besar… Pesan pemiliknya sederhana, untuk membuat motornya yang dipanggil SUKHOI, harus bisa terbang seperti layaknya jet tempur ^_^

Don’t judge it looks, Desire it power

Mempraktikan apa yang ter rangkum dalam buku panduan korek mesin 4 tak dan 2 tak milik kita, mesin sang raja langsung dibelah total. Fokus awal adalah penggantian rasio transmisi set dengan racikan yang lebih rapat. Kemudian bearing kruk as diganti dengan tipe yang istimewa, bukan lagi c3 atau c4, yang ini bearing kruk as Hi-Speed, harganya setengah juta lebih, tentunya harga ga akan pernah bohong tentang performa! Connecting rod pun kita ganti baru, kruk as kemudian secara keseluruhan disetimbangkan dan diselaraskan.

Mencegah kebocoran kompresi primer, seal kruk as kanan-kiri diganti baru. Crankcase pun tak lupa di Polished dengan autosol hingga kinclong. Tidak ada rahasia berarti di dinding crankcase maupun daun kruk as , bisa dibilang tidak ada usaha pemampatan kompresi bawah ini. Area dinding cranckase pada mesin 2 langkah memang dipergunakan untuk tempat penampungan bahan-bakar, udara, dan pelumas. Pelumas yang baik dipilih agar mudah bercampur dengan bahan-bakar, maka oli IDEMITSU menjadi andalan.

We measure it, carefully, praying for the best power

Langkah berlanjut pada pergerakan mata bor tuner meraih lubang-lubang pada blok silinder. Lubang exhaust di desain ulang dijadikan setinggi 25 milimeter mendekati bibir blok. Begitu pula lubang transfer dan bilas tak luput dibesarkan oleh mata bor tuner. Paling extreme adalah modifikasi pada area pemasukan bahan-bakar, di besarkan hingga harus di tambal pada dinding luar blok. Trus gue harus bilang WOW, sambil koprol gitu?! Hahaha… Kudu bilang wow karena di Sukhoi ini dibenamkan membran VFORCE seri 4.0 , membran karbon desain dari moto tasinari ini di klaim lebih Galak, dan lebih Bertenaga dibanding seri 3.0. Masih ingat kan ulasan kita tentang dasar ilmu tuning mesin 2 tak, beberapa tahun lalu, modifikasi mesin 2 tak – basic. Dikasih ilmu kalau ga di praktek kan dan di tekuni ya sayang banget :) Apa juga ingat, ulasan kita tentang membran , yang lupa atau ga tahu klik rahasia dibalik membran vforce. Mengapa sampai kita tulis tentang VForce, karena selain membuat produk, moto tasinari juga memberi ilmu, dan kita sangat hormat pada sosok seperti itu. Dan kalau pelit dalam membelanjakan membran yang hampir 2 juta rupiah ini, maka ya sangat disayangkan hidup tanpa mengetahui nikmatnya mengendarai mesin 2 tak yang sesungguhnya. Dan tipe rumah membran sengaja pakai bukan untuk rx-king, melainkan dari sang sepupu Yamaha RXZ. Selain alasan teoritis rumah membran lebih besar = more flow, pun karena seringkali bergaul dengan mas Andik, engineer RXZ tim balap P5boer yang ditunggangi yhoga sogol dan pernah menggapai best time 7,2 second untuk trek 201 meter. Jadi ter inspirasi deh … Hehehe…

it’s moto tasinari master piece of art

Karburator standar tentunya dilengserkan, diganti copotan dari Honda NSR 150 SP, atau lebih dikenal dengan karburator keihin pe28mm. Dikawal jet 140 disengaja untuk membuat setingan basah agar saat rpm tinggi, piston tidak kekurangan campuran pelumas dan mengakibatkan macet. Ngeriiii…

Piston dilengserkan dengan oversaiz 1,75 mm lebih besar, clearance hampir 0,20mm. Pada lubang hisap piston dipotong , sekalian dibuat lubang menganga di bawah piston. Adu volume silinder dengan silinder head model sirip belimbing yang dipangkas 0,8 milimeter ditetukan pada perbandingan 11 : 1 dengan bahan-bakar masih premium. Penyempurna ledakan masih disulut cdi standard, hanya koil yang didopang dari Yz125.

out of the box, thinking!!

Kami masih percaya bahwa knalpot pada mesin 2 tak termasuk hal penting, dan pastinya untuk riset knalpot 2 tak akan jauh-jauh lebih mahal dibandingkan riset 4 tak yang hanya hitungan pipa sederhana. Sedang pada 2 tak ada 5 bagian penting :  Header, Difuser, Dwell, Baffle, dan Stinger. Apa nggak mumet?! Pastinya knalpot yang bagus itu semakin tinggi rpm tenaga harus semakin besar. Bangsa besar adalah bangsa yang mau menengok sejarah, begitu kata bung Karno, bapak pendiri bangsa. Sebagai anak bangsa, kita harus mampu menengok sejarah balap Indonesia  di era 80an, Yamaha Racing Indonesia pernah mendatangkan knalpot racing buatan Noguchi , Jepang, untuk motor 125cc. Knalpot itu begitu tenarnya di copy di kawasan Tidar surabaya dengan nama 3v3, atau seringkali CMS menyebutnya knalpot King Of Drag. Maka kita buatlah replika knalpot Noguchi, namun dengan pengembangan dan pembaruan desain di Volume perutnya dan silincer. Harus merogoh kocek idr.700,000,- untuk pelepas gas buang ini bukan hal berat bagi mr.B untuk diajak riset. Yang penting kita bertanggung jawab, Gas Pol…!!!

Bak kopling pun dikawin silang dari bak yamaha jupiter mx, demi kepresisian modifikasi pembubutan dan pengelasan dilakukan di bengkel bubut pabrik. Mengapa harus dipindah ke posisi kanan? Dibanding sistem standardnya yang dari kiri tuas nya seringkali melengkung atau bahkan patah. Lagi-lagi keseringan kita praktikum di dunia balap, hasil risetnya kita terapkan pada motor korekan harian. Kenapa motor balap tuas nya di posisi kanan semua? Jika tidak lebih efektif dan efisien tentu tidak akan dilakukan. Kampas kopling 7 lapis, pir kopling vanadium 5 biji menjadikan sukhoi tak akan lagi mengalami slip dalam penghantaran tenaga.

Setelah test road set up, tak afdol rasanya jika kita tidak membawa ke meja dynotesting. Yah… jika standardnya berada di angka 17dk, bayangan kita pencapaian 28dk-30dk sudah cukup untuk dirayakan. Ternyata part-part berkualitas itu bersenyawa lebih dalam dengan ilmu tuning kita yang kebiasaan pake murmerceng, hasil 36,6 horsepower sungguh mengejutkan kita, membuat kita bersujud syukur, apalagi 5 dk tersendiri di dapat dari knalpot replika noguchi dibanding menggunakan knalpot standar bobokan saja. Dibanding sebuah motor Ninja 150cc drag yang biasanya bertenaga 42 dk di 14,000 rpm, pencapaian tenaga sukhoi yang digunakan untuk turing seperti ini tinggal finishing final gir depan belakang supaya mudah berlari mendekati 200 kpj.

RAT : Engine Tuning – Dynotesting

Kedepan bos besar kita sarankan untuk riset bersama mengaplikasikan pengapian YZ125 full, dan karburator berventuri 34mm dengan skep kotak untuk menaikkan gasingan rpm dan pastinya menambah tenaganya… Tapi kita sangat puas untuk hasil saat ini, apapun itu yang penting…

Alhamdulillah, puji syukur kepada ALLAH

TETAP SEHAT – TETAP SEMANGAT! BIAR BISA MODIFIKASI MESIN TIAP HARI!

RAT MOTORSPORT INDONESIA

RAYA BYPASS JUANDA BARU – SEDATI

SIDOARJO – JAWA TIMUR

085645577007

pin bbm : 28a08677

mail us : dragswega201@gmail.com

Alhamdulillah,

yang penting happy

Ditengah ramai nya order kiriman mesin maupun kerjaan modif motor menumpuk di bengkel, kita masih diberi kesempata bersilaturahmi kembali dan berbagi ilmu. Setelah cobaan yang mengganggu konsentrasi, ketika putri tersayang yang masih berusia bulanan jatuh sakit terkena flu singapur dan harus rawat inap. Apapun itu kami selalu coba mensyukuri nikmat dan hidup pemberian Allah, cukup Allah bagiku penolong  dan ia lah sebaik-baik penolong dikala kita kesusahan. Hehehe… cukup ah curhatnya.

Meili : rawat inap di ruma sakit

Kali ini adalah korekan mesin yamaha yang notabene memang difavoritkan untuk dimodifikasi. Untuk korek harian mudah kencang, untuk balap diapun fleksibel di semua kelas, mulai dari cc kecil hingga bore up gila-gilaan.

Sebenarnya dalam mengorek motor – semua ilmu sudah tersedia, toh kita juga menyediakan buku rahasia korek mesin 4 tak – 2tak yang bisa dipesan, hanya saja skill (kemampuan) masing-masing orang berbeda, antara pemula seperti kita – dengan para profesional yang dikontrak tim pabrikan sehingga kesehariannya fokus riset pada 1 merk mesin. Kemudian peralatan pendukung, seperti bor tuner , alat gerinda noken as, mesin bubut, maupun alat canggih seperti flow bench yang kehadirannya sebenarnya wajib bagi para pecinta modifikasi mesin. Terakhir adalah setting, biaya termahal adalah riset setting, beruntung bila kita memiliki joki yang memiliki feeling tajam sehingga bisa memberikan masukan berharga, tidak hanya bilang “motornya kurang kencang”, kurang kencang  bagaimana, dari apanya, sukur-sukur jika pembalap sedikit banyak mengetahui mesin – toh  tidak ada ruginya meniru kesuksesan eko kodox pun kini memiliki bengkel dan tim balap sendiri. Mekanik profesional ataupun engine builder yang tidak ingin ketergantungan kepada feeling joki, tak segan menginvestasi ratusan juta rupiah untuk membeli dynotest engine, gunanya? mengukur kemampuan tenaga dan torsi mesin yang mereka buat. Dari keluaran kurva bisa diturunkan analisa kekurangan mesin.

Semangat motto hidup

Sampai disini gentar ? Hahaha… tidak bagi RAT motors sidoarjo. Meski bengkel kecil, kita tetap semangat!! Beruntung ada boss dari ANCULSPEED Motor , Jember, yang mau riset bersama – berinvestasi dana belasan juta rupiah untuk belajar. Buku adalah sebagai pegangan dasar, praktikum hingga shubuh adalah perjuangan sesungguhnya. Toh kita juga ingin menciptakan motor sekencang milik tim MBKW2 korekan mas Mlentis, yang di gas oleh Hendra Kecil.

Siapa lagi yang lebih handal jika bukan mekanik road race dalam mengorek mesin yamaha 115 cc hingga 125cc, Karena memang makanan sehari-hari mereka. Jangan putus asa, karena sebenarnya mesin 4 tak tak ubahnya seperti mesin pompa, makin banyak udara-bahan bakar yang masuk ke silinder , makin besar potensi tenaga. Dan karena kita hidup di dunia teknik, maka semua yang dibuat ini bisa dihitung maupun diukur.

Mencontoh dari yang sudah ada , kita mencari info hingga ketemu link di otomotifnet , ternyata tidak ada sedikitpun info dapur pacunya. Hanya ada kompresi, balancer, rasio dan suspensi harga 14jtan, wow? Mesin balap kita harganya kalah dengan suspensi hahaha… Oke lah, kita mulai dari situ saja…

Jebol itu biasa – Bangkit lagi

Berawal dari penggunaan piston forged merk Daytona, diameter 55,25, kruk as standar yupiter, ditemukan isi silinder 129cc. Dari diameter piston , bisa kita hitung seberapa besar kebutuhan diameter klep, kita gunakan rumusan 50 % dari diameter piston untuk klep masuk, ketemu pembulatan 28mm, katup buang 24mm diambil 85% diameter klep masuk.

Baru dilakukan porting cylinder head, dengan rumusan gas speed kita ketemu kebutuhan untuk tenaga puncak di 12.000 RPM diameter porting kudu sebesar 26 mm, itu untuk gas speed 100 m/s. Saat diukur menggunakan Flowbench , didapat hampir 28cfm. Untuk porting buang langsung dituner sebesar 100% diameter klep, yaitu 24mm.

Catatan perjalanan seting – kekurangan – solusi untuk esok hari

Kelar melakukan porting, langkah selanjutnya adalah menata kompresi, coba kita ikuti mengejar 13,8 : 1, dome piston ditemukan setinggi 5 milimeter wow!! Itupun masih dibarengi dengan pangkasan cylinder head 1 milimeter, kubah model bulat telur , hampir tanpa squish. Mungkin karena kita menerapkan deck clearances sedalam 0,8mm, belum termasuk paking head 0,3mm. Mengingat pernah kita press clearances hingga 0,4mm tanpa memakai paking head, mesin jebol, karena memang pembalap yang kita pakai masih pemula, bukan pembalap profesional yang menahun naikin motor balap. Pada dasarnya riset motor balap itu memang harus berani sabar dan rela, tidak cukup hanya sabar, karena kita harus keluar banyak biaya – baik itu riset, maupun latihan, setting, daftar balap, tapi kalau kita hobby , harusnya kita menjalaninya dengan sukacita :D assyiiikkk…

noken as cnc pencetak juara

noken as cnc pencetak juara

Kompresi ditemukan , baru meracik noken as, menggunakan cam mobil, diracik derajatnya hingga ketemu lift 9 milimeter. Detailnya bisa dilihat di foto hehehe… Tantangan nya adalah menemukan buka tutup yang pas, LC yang setimbang, hingga menentukan LSA kompresi dinamis yang pas! Lift tinggi , profil gemuk, tak akan bekerja jika tidak diimbangi rubahan derajat klep sesuai, serta pir klep diorder khusus tanpa merk.  Bahan seating dan bushing klep dibuat dari besi cor, hancuran liner diesel.

hasil penataan dengan dayel RAT

Knalpot kita pesankan khusus dari pabrikan R9 dibantu oleh BRT, cdi super imax 24 step dipatok kurva tertinggi 37 derajat di 9500 rpm, terendah 34 derajat di 13000 rpm. Karburator mengandalkan pwk untuk karakter gas lembut, disokong pilot jet 55 / main jet 110. Entah kenapa belum bisa sama dengan karakter karburator milik mas mlentis yang bisa ketemu basah, di pj 65/ mj 118. Mungkin masih berbeda di korekan cylinder head dan desain dum pistonnya. Hehehe… Lau pake jetting segitu motornya susah langsam, joki pemula jadi agak bingung cari rpm start nya.

Setting! Gas Gas Gas

Racikan rasio adalah menyesuaikan joki, kita pakai 13/36 , 16/29, 21/28, 26/23 final gir masih ketemu 14 primer , 35 sekunder. Suspensi cuma mengandalkan standard bawaan crypton bisa, karena motornya memang gak liar sama sekali hahaha… menyedihkan. Ketika diukur di atas meja dynotest, tenaganya mendekati 20 DK, dengan torsi setara vixion standard, sujud syukur kami panjatkan, ga mengira juga bisa segitu. Kurang 3 DK lagi untuk menyamai kemampuan tenaga mesin pabrikan. Mungkin bisa dikejar dari desain kubah baru, porting, cam dan desain piston. Ya, istilahnya kalau ingin signifikan fokusnya di dapur pacu.

Meski timer terbaik masih di 8,7 detik , namun bersyukur karena yang naikin joki pemula. Toh saat kampas selip kemaren dan power drop di mojosari , mesin masih bisa kompetitif. Yang penting ::

dynotesting room

TETAP SEHAT! TETAP SEMANGAT! BIAR BISA MODIFIKASI MESIN TIAP HARI

RAT MOTORSPORT : RAYA BYPASS JUANDA NO.1 : SIDOARJO : 085645577007 : pin bbm : 28a08677