Archive for the ‘MESIN DAN BALAP’ Category

BYSON TOURING 27,5 dk , ASIK UNTUK KEJAR-KEJARAN DENGAN NINJA

Alhamdulillah,

Ketelatenan riset memang membuahkan hasil yang menggembirakan. Kesetiaan pelanggan untuk mengembangkan kendaraannya bersama kami membawa kepuasan tidak hanya baginya, tapi juga bagi kami. Bukan tak mungkin ke depannya byson ini mampu dikembangkan untuk pacuan turing dengan tenaga di atas 30dk. Atau sebagai penyalur hobby balap di pacuan drag, siapa tahu…

kurva tenaga melimpah di putaran menengah atas

TETAP SEHAT – TETAP SEMANGAT ! BIAR BISA MODIFIKASI MESIN TIAP HARI

  • Spec :
  • PISTON LHK Forged Thailand 70mm
  • HEAD big valve 32/28
  • Porting polished head
  • Cam lift 8mm
  • Kampas kopling Yamaha Scorpio
  • Pir kopling racing
  • Knalpot custom freeflow
  • CDI BRT Powermax dualband
  • Karburator Keihin PWK 33mm Sudco USA

RAT MOTORSPORT INDONESIA

RAYA BYPASS JUANDA BARU no.17 SIDOARJO

085645577007 / bbm pin. 333011cf / 32a46367

dragswega201@yahoo.com

Banyak orang lebih asyik membicarakan setingan karburator, ukuran pilot jet- main jet, namun seting titik pengapian secara tepat pada Programmable CDI sama pentingnya untuk mendapatkan Performa mesin yang handal, irit bbm, dan Akselerasi yang responsif.

monster di dalam cdi

Saat busi memercik dan ledakan terjadi sangat cepat, sekitar 0,002 detik. Ledakan harus terjadi mendekati puncak tekanan sesaat piston melewati TMA, sehingga mampu mendorong keras piston ke bawah liner silinder. Jika pengapian terlalu awal, maka piston akan seolah di rem saat bergerak ke atas, sebaliknya jika terlalu lambat maka piston telah bergerak turun dan mengurangi hentakan yang dihasilkan. Namun agak lambat lebih baik ketimbang pengapian yang terlalu tinggi, karena bisa menyebabkan detonasi dan kehancuran mesin.

Tepi kenapa kita meletakkan titik nyala busi sebelum TMA ? Karena seiring putaran mesin semakin tinggi, gerak piston semakin cepat pula. Oleh karenanya titik pengapian yang berubah-ubah ( ter – program ) tidak terkunci secara tetap seperti cdi standard, diharapkan mampu mencegah kehilangan tenaga akibat ledakan terjadi namun piston sudah bergerak turun jauh. Oleh karenanya memajukan titik pengapian juga diperlukan. Kemudian bahan-bakar, oktan bahan-bakar semakin tinggi – berarti semakin dingin dan lambat terbakar, hal ini juga memerlukan titik pengapian maju. Karburator setingan kering, kecepatan pembakaran lambat, ini juga membutuhkan titik pengapian advance.

Untuk detail mesin modifikasi / balap , fakt0r-faktor penting yang mempengaruhi titik ledak pengapian diantaranya adalah :

  • Desain dan ukuran kubah ruang bakar
  • Durasi noken as
  • Posisi letak busi di kubah
  • kadar kalori bahan bakar
  • Emisi gas buang
  • Suhu udara di intake
  • Titik ledak aman sebelum terjadinya detonasi
Emisi gas buang memang terpengaruh oleh pengapian. Meninggikan timing pengapian dapat dipadukan dengan setingan karburator kering, bisa mengurangi konsumsi bbm secara spesific, tanpa megurangi responsivitas mesin. Seting pada dynotest dapat memberi penglihatan bagaimana titik pengapian mempengaruhi emisi , tenaga dan konsumsi bbm.

meili juga belajar komputer

Mengatur saat starter dan stasioner.Mesin dengan kapasitas kecil dan putaran mesin cepat biasanya butuh pengapian lebih tinggi, kisaran 20 derajat. Mesin bore up dengan kompresi tinggi mungkin hanya butuh 10 derajat di rpm 1500. Kompresi rasio juga berpengaruh, mesin dengan kompresi dibawah 10 : 1 , biasanya tidak akan nendang balik jika di selah meskipun timing pengapian 20 derajat. Sementara mesin kompresi hingga 11 bisa memakai 15 derajat. Mesin semi dengan kompresi hingga 12:1 berada di kisaran 12 derajat. Mesin balap dengan kompresi 13 bahkan bisa memakai dibawah 10 derajat.Timing yang semakin tinggi hingga di rpm 4,000 bisa dipatok hingga 32 derajat. Semakin tinggi timing pengapian maka mesin akan memproduksi lebih banyak torsi, hasilnya meningkatkan kecepatan mesin. Timing pengapian maju juga akan memproduksi stasioner yang stabil dan lembut.

Saat Melaju

Putaran mesin yang sering kita gunakan untuk melaju adalah 4000 rpm hingga 10,000 rpm. Mesin korek harian dengan kompresi 11:1 , dan meminum bahan bakar oktan tinggi maka timing pengapian yang umum dipakai diantara 35 – 40 derajat. Hanya mesin balap tertentu dengan kondisi ruang bakar istimewa bisa menghadapi titik ledak hingga 45 derajat. Keiritan konsumsi bahan bakar dan responsifitas mesin biasanya sangat dipengaruhi timing pengapian di rentang rpm ini.Mesin dengan noken as durasi besar juga biasanya membutuhkan timing pengapian yang semakin maju untuk mengisi jeda mesin ber akselerasi. Setingan karburator basah biasanya membutuhkan timing pengapian lebih rendah untuk mengurangi mesin melaju seperti kuda-lumping.

mapping mesin balap

Berakselerasi / Mesin Balap. 

Keluaran torsi di tabel dynotest saat kita gas pol, menentukan titik pengapian yang akan kita benahi. Timing pengapian tertinggi biasanya kita posisikan pada puncak torsi. Mesin yang dimodifikasi penuh (balap) mengalami peningkatan kompresi gila-gilaan, noken as durasi besar, seting karburator basah seringkali memakai puncak pengapian di 28-36 derajat.

Mesin balap memang mengelurakan tenaga besar pada maksimum ignition advance sebelum terjadi detonasi, maka bagaimana cara menentukannya , patoklah di 32 derajat misal di 9.000 rpm, coba di runing, kemudian tambahkan 1 derajat, coba lagi, terus hingga tidak terasa peningkatan tenaga yang signifikan maka kembalikan pada titik pengapian 1 langkah sebelumnya. Atau melaui dynotest untuk hasil lebih presisi, jika terlihat tak ada lagi tambahan tenaga maka sudah tidak lagi diperlukan pemajuan pengapian. Titik pengapian optimal adalah, yang tidak menimbulkan detonasi , temperatur gas buang rendah, dan torsi paling besar.

TETAP SEHAT TETAP SEMANGAT ! BIAR BISA MODIFIKASI MESIN TIAP HARI!

RAT MOTORSPORT INDONESIA

RAYA BYPASS JUANDA BARU no 17

SURABAYA

085645577007

bbm pin : 767BB8C2 / 2824fef0

dragswega201@yahoo.com

Preparing setting co + dynotesting

paket vixion bore up

Alhamdulillah,

Masih diberi kemudahan rizky oleh ALLAH SWT, dan pelanggan-pelanggan yang baik. Kali ini adalah pelajar sebuah SMU di Surabaya mapir ke RAT UNDERGROUND Garage, hehehe.. Pengennya paket hemat , modif yang ga ribet, tapi pasti.

Adapun pilihan modifikasi kali ini adalah meng-instal bore up kit dari KAWAHARA, dengan diameter 62mm menjadikan dapur pacu vixie ini jadi sekitar 175cc. Modifikasi umum penambahan jalur oli serta pembubutan atap piston untuk mengatur kompresi agar tetap mampu minum premium pun dilakukan. Bagi yang berminat blok bore up KAWAHARA tuned up by RAT bisa order kok :)

Head cylinder tidak dilakukan ubahan yang berarti, cukup mainkan porting polished, fokus utama adalah di bowl area samping kanan-kiri bushing klep kita buat +- 20mm, lubang intake diambil 0.5mm rata. begitu pula di exhaust kita buat sekitar 18mm di kanan-kiri bos klep. Noken as standard bawaan pabrik di dayel ulang, ketemu setelan klep yang pas agak rapat di 0.07 in / 0.09 ex.

Lubang ais di non-aktifkan, setting co kita set di + 12, sebenernya bisa lebih tinggi dan lebih bertenaga, tapi ya agak boros bbm nantinya, jadi dirasa cukup di kisaran itu saja. Knalpot standard dilengserkan lantas dipilih R9 Stainless untuk mengawal sesi dynotest. Wallaa… Hasil 18.4 dk, dan torqi 15.4 nm, rasanya sangat nikmat untuk dikendarai di lintas laju jalan surabaya. Semoga jadi motor yang baroqah untuk mengantar sang empu sekolah dan kelak sukses menjadi seorang menteri, hehehe… pokoknya jangan balap liar ya le.. :)

hasil dyno vixion

Hasil Dynograph Vixion RAT pahe 175cc

TETAP SEHAT- TETAP SEMANGAT! BIAR BISA MODIFIKASI MESIN TIAP HARI

RAT MOTORSPORT INDONESIA

RAYA BYPASS JUANDA BARU no. 17

SURABAYA

085645577007

dragswega201@yahoo.com

Pin BBM : 767BB8C2 / 2824fef0

Alhamdulillah,

Kali ini kami ingin berbagi pengalaman tentang kegunaan cdi yang dapat diatur derajat pengapian nya sesuai keinginan kita. Emangnya apa sih keuntungan pengapian yang tepat itu, kok sampai kita ribet-ribet mengejar detail ?

PROGRAMING CDI BY LAPTOP

Pertama adalah Meningkatkan tenaga, penyalaan busi yang tepat pada waktunya tentu akan menghasilkan ledakan yang besar pula, bukankah kita sangat suka dengan hal yang dapat meningkatkan tenaga ? Hehehe… Kedua, Efisiensi thermal meningkat bisa membuat konsumsi bahan-bakar lebih irit, ini bagi yang suka modif mesin tapi ga pengen boros bbm bisa jadi solusi. Ketiga, yang terpenting dalam engine tuning adalah dengan program pengapian kita bisa mengisi celah kekosongan dari mesin kita, seumpama mesin balap / korek harian kita sangat bertenaga di rpm atas, namun lemah di rpm bawah – maka akselerasi rpm bisa kita tingkatkan dengan pengapian yang dimajukan pada rpm yang dibutuhkan tersebut. Atau saat keluar tikungan begitu gas dibuka , mesin kurang cepat , maka pengapian di rpm kisaran itu kita naikkan :) Asyik kan?

Benar , banyak cdi yang bisa di program , tidak dari laptop pun bisa , namun kenapa kami menyarankan memakai laptop? Karena ke depan kita akan berhadapan dengan mesin injeksi kawan, dimana setting bahan-bakar, titik pengapian melalui Piggyback (makanan apaan ni.. hahaha) ataupun ECU harus dilakukan via laptop. Pernah servis di dealer besar macam Yamaha kan, kalau lagi servis harian Mio J, Yamaha Jupiter z1 , pake laptop semua, pada keliatan bersih gak bongkar-bongkar karburator buat set spuyer, dari laptop langsung report semua yang dikeluhkan mesin. Hmmm… mantap ya?!

Setting awal kurva Rextor PCDI

Setting awal kurva Kawahara PCDI

Tapi CDI programable kan mahal …?? Belum laptop nya… ?? Cdi programable by Laptop buatan dalam negri sekarang makin terjangkau kok, REXTOR cdi maupun yang lagi trend sekarang KAWAHARA cdi adalah contohnya. Dan kita juga pakai dalam mesin balap maupun korek harian kita. Kalau masalah laptop nya, minjem juga bisa :D hahaha… gratis!

Bagaimana men-setting kurva nya ?

Kurva adalah garis yang terbentuk dari titik-titik sudut derajat pengapian sesuai rentang rpm mesin, nah karena kita yang memetakan grafik itulah maka disebut programing/mapping. Pertama yang kita tentukan adalah Limiter putaran mesin, jangan terlalu nafsu. Jika mesin standard adalah bijak jika kita hanya menaikkan maksimum 15% dari cdi standard. Pada mesin balap, kita harus menghitung dahulu kemampuan stroke dan piston yang kita pakai optimum di rpm berapa. Taruhlah jupiter z roadrace, mp3, misal mampu bermain hingga limitasi 14,750 rpm, sedangkan mesin drag jupiter z bore up kelas 200cc, di limitasi hanya di 12.500 rpm. Ada perhitungannya , diatas itu kemungkinan mesin jebol semakin besar pula sebagaimana kita meng-aplikasi cdi asal pokoknya ga ada limiter eh trus make motornya gas asal mentok… :) Bayangkan puncak tenaga kita di 8,000 rpm, lantas untuk apa kita melimitasi rpm di 12.ooo… :) Limiter adalah membatasi kinerja mesin supaya lebih aman / lebih awet, bukan untuk mencari kecepatan. Ketemu awet dulu, baru bisa diseting hingga kencang, kalau ketemu jebol dulu- bagaimana mau kencang? Hehehe…

Hasil menggambar di Kawahara PCDI

Kurva jupiter drag 130cc juara via REXTOR PRODRAG PCDI

Sedangkan dalam mapping, kita tentukan dahulu kurva tertinggi , misal pada RPM 9500, kita set di 36 derajat, jika di cdi rextor maka titik-titik di rpm lainnya akan mengikuti sehingga membentuk segitiga sama kaki. Gampang banget seting cdi rextor kalau menurut saya, kita cuma atur sekitar 4 titik udah jadi map nya ( puncak tertinggi, pada rpm limiter, pada awal start, akhir efisien titik kerja) dan bisa langsung gas dan seting. Cuma untuk pemula mungkin agak pusing jika lihat tabelnya, karena kita harus isi setiap 250 rpm. Sementara kawahara lebih enak , step rpm nya per 500, jadi lebih ringkas. Kalau detil titik pengapiannya rextor bisa hingga se-per seribu derajat, sedangkan kawahara se-per seratus, alias detail hingga 2 digit di belakang koma. Misalnya nih, rextor bisa di input 35,999 derajat, sedangkan kawahara 35,99 derajat.

Interface rextor memang terlihat rumit tapi memang lebih canggih. Sementara kawahara lebih simple, namun tidak mengurangi efektifitas kinerjanya. Sama-sama bisa melakukan click and drag programming, alias cuma geser-geser titik di peta. Ataupun dengan mengisi tabel secara rinci. Mana yang bikin lebih kencang ? BUkan cdi nya yang berbicara, tapi orang di balik laptop yang memprogramnya :)

Lebih enak bila , motor kita tersedia Tachometer, alias alat pemantau RPM. Sehingga setelah kita mapping kita coba jalan, kita bisa tahu untuk rpm mesin mana yang kurang sesuai karakter kita. Karena kita tentunya bisa menggambar kurva yang lembut, maupun kurva yang kasar terserah kita sesuai karakter masing-masing. Mengasah feeling , alias indera perasa memang harus dilakukan oleh kebiasaan, latihan berulang kali. Serunya cdi programable kita bisa menyimpan beberapa kurva, misal kurva 1 untuk tujuan irit BBM, kurva 2 untuk stop n go, kurva 3 untuk trek panjang/turing. Lho bisa ya diatur dari pengapian? Hehehe… Penasaran?

TETAP SEHAT- TETAP SEMANGAT ! BIAR BISA MODIFIKASI MESIN TIAP HARI!

RAT MOTORSPORT INDONESIA

RAYA BYPASS JUANDA BARU n0. 17

SURABAYA

0856.455.77.007

Dragswega201@gmail.com

bbm pin : 28a08677 / 767BB8C2

Alhamdulillah,

mio drag 200cc

Beruntung kami atas kehadiran sonna yanmar, pebalap muda belia hasil didikan Boyreng – pebalap legendaris surabaya- ke dalam formasi bengkel kita. Ilmu setting motor yang dia miliki kita tambahi dengan ilmu modifikasi mesin balap, hasilnya adalah sebuah kreasi mesin balap yang bisa diandalkan…

Paketan mesin matic untuk pertama kalinya di request menjadi pacuan kebut lurus hadir di rat motorsport, sidoarjo. Meski untuk yang pertama, namun tidak menjadikan kami gagap dalam mengerjakannya. Selama ada buku panduan modifikasi mesin, dan banyak ilmu korek mio kami semenjak dahulu sebagai referensi. Ilmu terpenting utamanya adalah, meningkatkan tenaga mio di putaran atas. Atau hasil pembelajaran dari ilmu bore up mio. Dan banyak sejarah perjalanan kita modifikasi bore up baik dengan blok bore up tdr , maupun dari hasil kreasi sendiri.

Indahnya mengenang hasil karya, demi keyakinan pelanggan bahwa kami mampu membuat mesin korek harian matic yang agak mantap tidak tanggung-tanggung langsung kami praktik kan di dunia balap. Berikut contekannya…

Hasil balap- timer motor 8,2 … pebalap pemula :D

Dari dalam cranckase, kruk as di stroke up , dijadikan langkah 62mm, dengan coneccting rod OEM dimaksudkan meningkatkan torsi basic lebih signifikan. Dari sini bisa dibaca bahwa konseptasi piston yang akan diusung tak lebih dari 64mm. Karena dari perhitungan volume, bisa dideterminasi volume silinder 199cc, mantap! Passs susunya eh.. pas cc nya hahaha.

Pilihan piston jatuh kepada honda tiger, alasannya, ya murah meriah – bisa dibuat kencang! hehehe… Katup kepala silinder langsung dilengserkan dan diganti katup bajaj pulsar 200 cc, kenapa? Karena batang stem lebih kecil, otomatis lebih ringan, harapannya kinerja mesin lebih ringan dan tidak perlu pakai pir klep yang bagus (baca : mahal). Pir klep standardnya mampu… :)

Piston tiger dibubut hingga dum 3 mm

Noken as papasan tidak berarti asal-asal an, teringat pada test cam kita yang dibantu mas Irawan, mahasiswa ITS , yang agak “gila” mengeluarkan banyak biaya untuk bore up di RAT dan membeli semua noken as hingga merk SPS Thailand dipakai untuk tolak ukur di meja dynotest. Ternyata ketemu profil yang paling pas diambil dari noken as kawahara yang dimodifikasi ulang untuk menambah lifternya. Buka tutup cam di hajar pada 64 setelah tmb, dan 30 sebelum tma. Durasi di 274 derajat tak lengkap tanpa angkatan klep setinggi 9mm. Memang angka ini masih dalam tahap coba-coba, kemungkinan akan ditingkatkan hingga lift 10mm, dengan durasi 70/40, tapi pakai rocker arm roller… Hehehe tunggu saja kedepannya :)

noken as baru roller cam, belum terpasang hehehe

Porting digeser dan dibesarkan sesuai patokan klep buang. Intake manifold tetap standar bawaan mio, hanya karburator diganti dengan keihin pe28mm khusus yang dijetting ulang oleh RAT. Hehehe… gak mau kalah sama sudco :p Langusung ditancapkan pilot jet bawaan karburator pj34mm dan main jet dari karburator pe24mm. Joss…

Pengapian mengusung total loss DC – System, dengan cdi jupiter BRT Dualband dipercaya lebih galak dalam mengail rpm , dan koil Yamaha YZ 125 demi mencapai pembakaran yang sempurna. Knalpot mengandalkan dari bahan stainless yang dipercaya lebih baik dalam mengatur panas gas buang, ukuran kita percayakan cak sahek untuk membuat pipa sebesar 30mm. Hehehe… Hitungannya lebih mirip-mirip sport 4tak 200cc.

piston tiger dibubut hingga dome 3mm

Hasilnya, saat diundang oleh bos Hellen cabe dari banyuwangi, final matic 200cc kejurda jawa timur bisa merangsek no.6 disyukuri saja , toh mesin memang baru nyala dan belum sempat melakukan banyak setting dan eksperimentasi. Timer bersih motor masih 8,2 detik, karena dipotong reaksi pebalap yang lambat, hampir 0,.2 detik. Serta dilihat dari tempat start roda belakang masih banyak sliding, meski sudah memakai karet IRC eatmydust, mungkin lupa kurang di burn out.

Tapi mungkin memang Allah maha adil, jika langsung juara, biasanya jatuhnya juga cepat. Sedangkan bila naiknya perlahan, niscaya akan awet bertahan menjadi juara. Meski timing handphone di jalan raya sudah bisa kepala 7 koma besar, disyukuri aja meski belum keluar gambarnya :) Namanya juga proyek sang joki yang ingin sehebat eko kodok… jadi kudu belajar memahami mesin juga… Ke depannya tentu kami bisa menerima order mesin lagi yang lebih JOSSS…

kick rat lagi membenahin rangka demi ketajaman timer event depan

TETAP SEHAT- TETAP SEMANGAT ! BIAR BISA MODIFIKASI MESIN TIAP HARI!!

RAT MOTORSPORT INDONESIA

Raya Bypass Juanda no. 1

SIDOARJO – JAWA TIMUR

085645577007

bbm pin : 2824fef0 , 320da3a4