Tulisan terkirim dikaitan (tagged) ‘karburator pe 28’

Alhamdulillah,

RAT : Engine Tuning & Dyno Testing

Modifikasi mesin bajaj pulsar memang sudah menjadi favorit kami, sejak dari membuka bengkel di garasi rumah – hingga kini kita akan memiliki bangunan bengkel sendiri. Korekan-korekan bajaj pulsar selalu menyertai langkah kami, entah itu modifikasi ringan macam porting polished head, modifikasi noken as, penggantian karbu dan knalpot. Keseringannya adalah modifikasi Bajaj Pulsar 180, 200, 220, dan kali ini motor bajaj pulsar 135 milik Mr. I  akan menjadi sebuah sejarah yang tak terlupakan…

Motor pulsar ini bukan dari pulau jawa, datang dari Medan, yang kami sendiri belum pernah kesana, niat Mr.I adalah menjadi pioneer, karena banyak kawan disana yang kesulitan modifikasi pulsar 135, siapa tahu dengan usaha beliau bisa menjadi masukan untuk penunggang P135 lainnya.  Dan ternyata, kami pun kesulitan melakukannya… Hahaha…

Area crankcase terbatas

Head memiliki Nat, layaknya motor 2 tak, clearance piston nol, selalu menjadi ciri khas mesin-mesin keluaran Bajaj. Memang efisiensi ruang bakar yang mereka desain sulit kami pahami. Kalau motor lain buatan pabrikan yamaha jepang misal, mesin kompresi rendah selalu dikawal dengan piston flat, namun tidak dengan P135, Bajaj mendesain P135 secara “gila” , 4 klep berdiameter 19 mm inlet – 17mm out , 2 busi di tepi kanan-kiri kubah… Kubah pentroof cekung seperti atap rumah di padati dengan piston dome hanya untuk mengejar kompresi rendah.  Hasilnya Jupiter mx 135 LC memiliki tenaga standar 12dk (claim pabrikan) sedangkan P135 memuncak di 13 dk!

Ada beberapa titik point yang harus diperhatikan dalam memodifikasi p135, utamanya dalam membongkar rocker arm, antara pin dan rocker arm dibalut bearing bambu untuk meminimalisir friksi, kalau apes pas bearing bambu nya merotoli tercerai berai… kudu nangis yang merakit ulang. Hahaha…

Head dipangkas menghilangkan NAT

Pin piston 14mm, membuat keterbatasan modifikasi. Kebanyakan memang mengandalkan piston thunder, atau izumi yang didesain ulang dome. Kami ingin membuatnya simple, dan masih percaya teorema bahwa dengan  kubah yang lebih cekak dan piston datar akan selalu lebih baik dengan acuan kompresi yang sama. Kalau hanya bore up piston thunder kita gak jadi trendseter dong, keseringan modifikasi Yamaha Jupiter MX, membuat pilihan jantung dapur pacu jatuh pada piston TDR berdiameter 61 mm.

Keunggulan piston ini memiliki jarak pen to top lebih rendah dibanding standar P135 selisih hampir 2mm, asyik nya kita bisa merombak kruk as untuk mengimbangi bore up! Big end digeser naik menjadikan langkah bertambah 4mm. Bagusnya lagi mesin ini akan tampak luar standard manis, namun ternyata kapasitas mesin udah terdongkrak jadi 180an cc. Hehehe…

porting head P135 ala MX hahaha

Piston lebih gambot 8mm dari standard, otomatis membutuhkan rumah piston baru, dan supaya bisa masuk ke crankcase, bak tengah itu harus dilebarkan pula. Mendesain itu mudah, anak smp juga bisa, namun kemampuan seorang engineer akan terlihat saat menginstalasi. Kehati-hatian pisau tuner dalam membuka diameter lubang crankcase supaya tidak menyayat pipa semprotan oli ke dinding silinder. Modifikasi kruk as ternyata sama susahnya , karena baru digeser 2mm saja setang piston sudah menempel kesana kemari. Karena desain crankcase P135 sangat sempit hingga harus di cunerin agar sedikit lega. Kehati-hatian juga wajib dilakukan saat mengukur piston di area TMB supaya ekor piston tidak menempel di daun kruk as, ataupun tidak menyenggol pipa semprotan oli di crankcase. Benar-benar tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Huuufffttt… Modifikasi sebenarnya bisa juga dilakukan dengan menipiskan daging setang di area big end. Atau pula bisa membesarkan lubang small end menjadi 15mm supaya bisa mendapatkan pilihan piston hingga 65mm. Hehehe… Siapa mau bore up pulsar piston 65mm? Tapi juga harus ganti klep gede hehehe… asyiikk… Semakin tertantang kita!

Kalau cuma menata head itu mudah. Menakar kompresi itu gampang, tinggal nge-buret kubah, oh.. volume kurang kecil, head dipangkas 0,8 milimeter, ketemu deh perbandingan 10,5 : 1. Cukup lah untuk bahan-bakar premium. Porting head, desain yang meliuk-liuk tidak kita ambil pusing, cukup fokus di kanan kiri bushing dibuat 100 % sesuai diameter klep. Pada bibir luar dibesarkan setara intake manifold dan paking knalpot. Noken as juga kecil, tinggal di isik-isik diambil 1 milimeter saja, dipatok dari durasi titik sentuh standard nya, membentuk profil menggembung intinya menaikkan pasokan bahan bakar pada angkatan lebih tinggi, pada angkatan rendah masih seperti standarnya. Semua kan sudah terangkum di modul modifikasi porting dan noken as hehehe…

crankcase banyak restrictor

Oiya, sebelumnya saat p135 datang , motornya susah lari menembus diatas 80 kpj. Hal ini kita sinyalir dari pir klep yang diganjal dengan inner milik Honda Grand. Mesin 4 tak itu sudah berputar berat, ada rantai keteng , gir, noken as, pir klep, klep, dibanding 2 tak yang hanya memutar piston, jauh kalah ringan gasingan rpm nya. Nah kalau pir klep diganjal atau di dobel, bukan tenaga yang didapat, efisiensi mekanis mesin justru menurun. Lagi pula ini motor untuk harian, pir klep pulsar emang terasa sedikit empuk, namun itu hanya perasaan saja, sebenarnya sudah diperhitungkan sesuai lift dan berat klep nya. Jadi Don;t worry- be happy ..

Pasokan bahan bakar digerojok dengan karburator PE28 milimeter, intake manifold mengandalkan dari Yamaha 5BP, pilot jet #35 main jet #118. Knalpot mengandalkan customize tangan cak Sahek, pengrajin kepercayaan kami di bilangan Betro, Sidoarjo. Setelah mesin menyala ternyata trouble mesin yang selip membuat kami kudu berpikir ulang , kampas kopling kita ganti dari milik motor Honda Tiger.

Hasil Dynotesting

Perjuangan kita bolak-balik ke bubut, seting, bongkar, seting, dan kemudian naik meja dynotest terbayar dengan hasil 21 Horseppower, dengan tosi 16,5 newtonmeter, hanya sujud syukur Alhamdulillah yang bisa menggantikan lelah jerih payah kita. Modifikasi mesin itu tentang jiwa, selama saling mendukung dan percaya, maka kami pun sepenuh hati mencurahkan tenaga dan pikiran… Hasil modifikasi ini semoga bermanfaat, dan pahala bagi MR. I dari medan yang sudah riset bersama kami. Apapun itu, yang penting…

TETAP SEHAT – TETAP SEMANGAT! BIAR BISA MODIFIKASI MEIN TIAP HARI!

RAT MOTORSPORT INDONESIA

RAYA BYPASS JUANDA BARU

SIDOARJO – JAWA TIMUR

085645577007

pin bbm : 28a08677

mail us : dragswega201@yahoo.com

Bajaj pulsar adalah salah satu motor terindah yang pernah kami tangani, secara spesifikasi teknis mesin motor, maupun dari riding impression yang sangat nyaman dibanding motor sport touring lainnya. Suspensi – ban – rigiditas chassis sangat nyaman dikendarai baik saat sendiri maupun berboncengan. Kenyamanan dan stabilitas berkendara itu sayangnya harus ditebus dengan bobot motor yang lebih berisi. Untungnya tenaga bawaan pabrikan pun sebenarnya tidak malu-maluin. ^_^

Seperti dapur pacu pulsar p-200 mampu menyemburkan 18 PS dari volume silinder 198cc, dibantu dual spark ignition dan kompresi 9,5 : 1, bandingkan dengan tiger yang “hanya” mampu menghantarkan tenaga 16,7 PS.  Lha penyemplak tiger standard ini termasuk golongan kurang beruntung, karena diatas kertas hampir bisa dipastikan motornya kalah dengan pulsar p-180 yang tenaganya 16,5 PS dengan bobot lebih ringan dari tiger. Tapi bagaimanapun kesemua motor-motor sport ini dalam kondisi rawan di jalan, karena masih dengan mudah bisa dibalap oleh MX 175cc , apalagi dengan megapro 22 DK lulusan institut RAT RACING ACADEMY hehehehe…

Lagi rame pulsar

Oleh karenanya puluhan pulsar mampir ke padepokan RAT, untuk mengisi “susuk” tambah kenceng ke dalam mesinnya. Ada rekor yang bikin pulsarnya sampai hampir 300 cc untuk harian, itu adalah Mr. Hanx – atau lebih dikenal dengan shrek – . Pernah jebol dalam riset? SERING! Tapi dari situ kita belajar, belajar untuk berpikir besar namun bertindak dari hal yang sederhana. Tahun 2011 kita berusaha lebih rapih dalam memodifikasi, Dupa dan menyan di nyalakan, para dukun RAT bersemadi, dan inilah hasil rangkuman beberapa modifikasi yang bisa diterapkan kepada motor bajaj pulsar, selama perjalanan bengkel kita menangani bajaj pulsar…

Blok Cylinders

Selongsong blok silinder adalah tempat dimana piston bergerak naik turun dari TMA ke TMB sesuai dengan ayunan kruk as.  Disini titik poin penting modifikasi ada pada diameter piston , menentukan profil piston dan menentukan tebal daging liner penyelimut piston di dalam blok silinder.

Langkah (stroke) mesin pulsar p-180 dan p-200 sama persis, yang membedakan adalah diameter pistonnya, dibekali diameter 63mm membentuk 180cc, dan 67mm menghasilkan 200 cc. Oleh karenanya cara paling gampang untuk meningkatkan tenaga pulsar bisa dimulai dari sini, dengan menukar piston standar p-180 dengan milik sang kakak p-200 maka dalam sekejap kapasitas silinder nya sudah meningkat +- 20 cc. Lumayan! Masih kurang? Adopsi piston scorpio 70mm bisa menjadi pilihan, dan kapasitas silinder 225 cc sudah ada di antara kaki anda. Mengasapi scorpio bukanlah hal susah kali ini.

Masih kurang? Tenang saja, dengan space baut tanam yang berjauhan, bajaj pulsar masih bisa dicangkok dengan piston mobil, pilihan bisa jatuh pada milik honda jazz, berdiameter 75 mm, kapasitas silinder melonjak drastis ke 250cc, bahkan pernah kita cangkokkan diameter piston sebesar 78 milimeter. Hitung sendiri cc nya wkwkwk :D

Masalah pin piston , bisa dimodifikasi. Yang penting adalah mengatur coakan katup, serta mengatur dome piston untuk menentukan ritme kompresi silinder. Berat piston adalah pertimbangan lain. Percuma menggamit piston sangat besar namun berat, reduksi bobot bisa dilakukan dengan berbagai cara, tergantung kreatifitas kamu hehehe… Masa semua-semua nunggu bocoran , :p

Kruk AS ::

Kruk as adalah komponen penyalur torsi utama, pengubah gerakan translasi piston menjadi sebuah rotasi yang bergayung ratusan kali tiap detik menghasilkan tenaga! Modifikasi apa yang bisa dilakukan pada kruk as bajaj pulsar p-180, maupun p-200. Jawabnya adalah Stroke Up! Dengan memperpanjang langkah gerak naik turun piston maka kapasitas silinder yang dihisap lebih banyak, dan langkah kompresi jadi lebih padat.

Modifikasi Pen Stroke

Teknisnya adalah menggeser posisi centerline big end lebih mendekati daun kruk as (naik) dari sini bisa dilihat bahwa lingkaran merah adalah posisi big end yang baru, sedangkan biru adlaah posisi big end standard. Jadi Stroke UP bukanlah mengganti stang piston (con rod) saja! Bukan dengan kita mengganti dengan con-rod milik pulsar p-220 lantas stroke kita menjadi seperti p-220… Ngimpi…

Stroke up adalah modifikasi paling membutuhkan waktu, ketelatenan dan kepresisian mesin bubut ialah kuncinya. Meja mesin besar dan minim getaran modal syarat utama. Finishing dari keseluruhan prosesi stroke up adalah, mengembalikan balance dan centerline seperti standard.

Pada pulsar, ada berbagai cara, seperti trik yang ditemukan kang Gading Flatz Speed, dedengkot pulsar di forum prides online, big end pulsar memiliki diameter yang bisa ditukar dengan stang milik yamaha scorpio, diyakini lebih kuat apalagi jika lantas cylinder blok nya dibenamkan piston scorpio, pas deh lubangnya! Dengan sedikit modifikasi dengan kenaikan stroke sebanyak 6 milimeter, dari asalnya 56,4 menjadi 62,4 maka secara instan kapasitas silinder melonjak drastis p-180 bisa menjadi 197 cc, p-200 menjadi 220 cc, jika bore up dengan piston scorpio maka kapasitasnya menjadi 240 cc. Belum lagi torsi dari motor stroke up di putaran bawah dan menengah begitu besar dan melimpah, cocok untuk harian dan turing. Plus lagi bila stroke up menggunakan con-rod scorpio dan piston scorpio, rantai keteng tidak perlu ganti, tidak perlu penambahan paking blok alumunium, tampak luar standard tapi 240cc. Untuk harian?? MANGSTAB!  Libas ninja 250 , cbr 250 … hehehehe.. ganas!

Cylinder Head

Konfigurasi head yang kompak, desain squish yang menyearahkan kompresi , pantikan nyala api 2 busi lebih efisien membakar seluruh pasokan bahan-bakar di dalam dapur pacu. Semua tampak sempurna, jadi minor change pada porting , modifikasi punggung klep dan seating valve adalah trik sederhana meningkatkan aliran udara lebih efisien ke dalam silinder.

Porting head Pulsar p-180 lebih ideal dan mudah dimodifikasi karena relatif desainnya membulat, maka lebih mudah dihitung untuk mencari gas speed pada puncak tenaga yang dimau. Rumus sederhana porting bisa ditilik dari prosentasi diameter katub, lebar porting inlet 80 % dari diameter katubnya, sedangkan porting buang mampu dioptimasi 100 % diameter katubnya. Atau untuk lebih detail, kita hitung korelasi antara langkah piston (stroke) , RPM, diameter piston, dan gas speed untuk mencari porting ideal. Artinya : ketika kita merubah salah satu faktor, misal, bore up atau stroke up, maka porting wajib dirubah.

Katup adalah anggota porting yang bergerak membuka, menutup! Disinilah titik efisiensi aliran udara banyak berkurang, maka modifikasi katup adalah trik paling signifikan membantu peningkatan tenaga dalam modfikasi mesin. Bawaan lahir pulsar memiliki klep yang eksotis, diameter katup cukup lebar, dengan batang klep ringan! Istimewa.

Katup pulsar p-180 memiliki diameter klep in 30 mm , klep out 26 mm :: pulsar p-200 memiliki diameter klep in 31 mm, klep out 27 mm. Sebenarnya masih banyak peluang jika kita mau memperbanyak airflow dengan memperbesar diameter katup nya, karena berbanding dengan diameter pistonnya pulsar p-180 masih dalam prosentase 47 % m sedangkan pulsar p-200 malah lebih rendah 46 %. Misal jika ditingkatkan dengan meningkatkan konfigurasi klep 50 % terhadap diameter piston, maka seharusnya pulsar p-180 menggamit payung klep in 31.5 mm, klep out 27.5 mm, sedangkan klep in pulsar p-200 harusnya sebesar 33.5 mm, klep out 29 mm. Itu baru perfecto!

Kalau murmerceng, cara yang bisa dipakai adalah menggamitkan klep pulsar p-200 pada p-180 menjadi cara singkat meningkatkan airflow. Tentu dengan penyesuaian pada seating dan tak lupa modifikasi back cut valve. Maka dengan sedikit sentuhan pisau bubut, diameter dalam seat bisa diperlebar 93 % dibanding diameter katubnya, menyisakan hanya seat 45 dearajat dan bagian katup yang menapak dengan dudukan seating hanya selebar 1 milimeter.

Tapi jika kamu memang memiliki uang , kenapa tidak menggabungkan antara teknik perubahan derajat katup dan memperbesar diameter klep, lantas mengaplikasikan teknik murmerceng dalam modifikasi back cut katup serta modifikasi valve seat, finishing dengan modifikasi porting masuk maupun buang dikalkulasi dengan presisi maka hasilnya adalah modifikasi tingkat tinggi hanya bagi VIP yang mampu menikmati hasil karya seni sebuah modifikasi.

Proses modifikasi klep lebar + porting

Camshaft a.k.a Noken As

Noken as adalah perangkat sederhana, namun berdaya guna tinggi dalam sebuah mesin 4 tak. Dia yang mengatur pola pergerakan katup terhadap gerak naik turun piston hingga siklus hisap, kompresi, usaha , buang mampu terselesaikan dengan sempurna. Pun masih ada finishing penting di akhir langkah buang dan awal langkah hisap dengan berbagai manfaatnya.

Durasi adalah waktu efektif kereja noken as saat mulai mengangkat klep hingga klep menutup. Lift adalah tinggi angkatan , lift klep adalah pertautan antara jarak profil kem terhadap base circle menyambar rocker arm untuk menekan klep. Kalau itu sih masih terlalu sederhana untuk membaca sebuah kem, darimana ia menghasilkan performa.

Bagaimana jika, klep inlet dibuka lebih dini atau dibuka lebih lambat, bagaimana jika klep inlet ditutup lebih cepat atau lebih lambat, apa efeknya? sebaliknya apa efek bila klep buang dibuka lebih cepat, bagaimana efeknya jika terlalu cepat, bagaimana efeknya bila terlalu lambat menutup? Lalu bagaimana papas noken as…? Kesemuanya terangkum pada modul tentang noken as yang bisa kamu pesan ke RAT :) Kalau kamu ingin menjadi pengerajin noken as yang handal, setidaknya itu bisa kamu jadikan pegangan, full bahasa indonesia lho…

Setelah promosi, balik lagi ke bajaj pulsar, bagaimana jika tukar cam dari p-200 dipasangkan ke p-180? Bisa saja! Sudah enak? Sudah. Kalau masih kurang enak? Ya dimodifikasi… RAT bisa? Apa sih yang ga bisa, bikin anak aja kita bisa, apalagi cuma bikin noken as, wkwkwkwk… Menata ulang lift dan durasi noken as menjadi kunci penting sebuah penyelesaian modifikasi. Lift semakin tinggi tenaga di putaran atas semakin bagus, itu sudah hukum alam! Durasi bagaiamana? untuk akomodasi harian, selama modifikasi nya tidak terlalu ekstreme, maka durasi 0,15mm bawaan standard cam masih bisa dijadikan acuan, atau jika ingin diperlebar maka durasi 0,10mm bisa dipilih. Bingung ? Wajar ?  Emang sengaja dibikin bingung, ini emang kuncian yang paham cuma kita supaya noken as kita dicintai dari sabang ampe merauke, bahkan alhamdulillah sekarang sudah menembus ke negaranya upin-ipin… alhamdulillah ya rabb!

Desain lift tinggi, memerlukan kualitas pir klep yang lebih bagus. Pengecekan pir klep agar 100 % aman sudah kita ketahui, inspeksi ini dilakukan untuk mencegah floating, alias kondisi dimana klep seolah-olah mengambang dan tak pernah menutup. Kondisi ini bisa berakibat fatal jika klep terhantam piston, bayangkan berjuta-juta uang terhambur untuk rekondisi mesin yang gagal modifikasi!! Ngeri? Memang! Namun murmerceng adalah ilmu pengetahuan, murmerceng adalah metode bagaimana mencegah sebuah kerusakan dari modifikasi mesin, setidaknya menjaga bagaimana pir klep mampu bertahan dengan lift lebih tinggi dari standard dan tetap aman dipakai harian, maupun turing.

Karburator

Pemilihan karburator dengan skep langsung menjadi pilihan bagus untuk menggantikan karburator standardnya yang mengandalkan kevakuman silinder baru dia terangkat, LEMOT, man!!! Lari motor tidak merespon bukaan gas di tangan. Menyedihkan!

Buang ke laut karburator standardnya, ganti karbu venturi gede ga bikin bensin lebih boros kok, bore up pun juga ga bikin bensin jadi monster penghisap bbm. Justru makin irit! Dengan tenaga besar, kamu ga perlu lagi memelintir gas terlalu dalam, cukup putar grip 1/4 , wusszzzz…. Langsung ngibriitttt.!!!!

Bagaimana menentukan venturi karburator….? Sesuaikan dengan peak power di RPM mana yang sudah kamu desain sesuai lebar porting.

Rumusnya , v = 0.65 x akar ( kapasitas silinder dalam liter x puncak rpm )

Jadi, ketika bajaj kita sudah bore up + stroke up hingga 240 cc, maka karburator yang cucokk book agar lari motor tetap endaaang bambaang hingga 10,000 RPM adalah,

v = 0,65 x akar ( 0,24 x 10,000 )

v = 0,65 x akar ( 2400 )

v = 0,65 x 48,98

v = 31.84

v = 32 mm

Lho, gampang toh, tinggal gamit karburator berdiameter 32 mm… Beli yang langsung 32mm, mahalll… murmerceng adalah solusi! Metode murmerceng yang bisa diterapkan adalah, beli karburator pe28mm, lalu di REAMER HABIS!!! Bisa jadi 32 mm ? Halah, gitu aja kok dipertanyakan, hehehhehehe…


teknik reamer karburator

Sistem Exhaust

Sistem pembuangan adalah peningkat tenaga potensial, seperti sudah dirisetkan oleh om Londo TRB, dalam riset bajaj 240 cc nya, meski dengan karburator standard, tenaga langsung MEMBUKA , MELEDAK menjadi 26.5 Horsepower. Bandingkan dengan kondisi saat bore up 240 cc tapi knalpot masih standard, tenaga sangat tertahan, saat di dynotest hanya menyentuh 20.5 HP! Knalpot Free Flow jangan pernah kamu remehkan, dalam sekejap bisa membangkitkan tenaga lebih dari 25 %!!!

Namun menciptakan knalpot yang istimewa tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, korelasi yang perlu diperhatikan diantaranya diameter porting lubang buang, derajat klep ex membuka, serta di rpm berapa torsi ingin kita letakkan. Dengan perhitungan yang pas, kita bisa menentukan panjang pipa header, dan diameter pipa. Belum berhenti disitu, desain muffler juga menjadi kuncian sebuah kekuatan knalpot.

Pengapian

Pengapian bisa sangat beragam, cdi standard pun masih mumpuni untuk digunakan. Ada yang modif dengan pengapian aftermarket, cdi bisa menggunakan BRT, cheetah power, koil memakai produk protech, bahkan menggamit koil motor special engine macam YZ125. Atau trik sederhana membypass pengapian. Memperkuat arus dan mengatur kepresisian timing pengapian adalah kuncian utama meningkatkan tenaga dengan meningkatkan komponen pengapian. Jangan over enthusiast, putaran mesin yang unlimiter belum tentu menghasilkan tenaga lebih besar di putaran tinggi, resiko kerusakan komponen lebih tinggi terjadi jika mesin dipaksakan teriak di putaran tinggi jauh melampaui kemampuannya menghasilkan tenaga dan torsi.

Jadi pada intinya, modifikasi mesin adalah tentang kesempurnaan , keselarasan dan keserasian antar seluruh komponen. Dan modifikasi performa mesin adalah gabungan antara perhitungan matematis, keterampilan teknis dan citarasa seni. Menciptakan pulsar-pulsar monster jalanan, ya, kami suka itu!

RAT MOTORSPORT INDONESIA

Raya Bypass Juanda no. 1

Sidoarjo

0856.455.77.007

Bbm pin : 2824fef0

Alhamdulillah ,

Maha besar ALLAH yang maha pemurah – lagi maha pemberi rizqy. Tiada daya kekuatan kita manusia melainkan kebesaran dan pertolongan ALLAH. Manusia hanya boleh berusaha sekuat tenaga, hasilnya… kita cukup berserah kepada sang raja manusia.

Alhamdulillah :: discrutinering ketat oleh CAK IPIN

Apa sih menariknya menjadi seorang tukang pekerja bengkel, mekanik :: bahasa kerennya di barat : engineer… atau insinyur.  Kalau insinyur di Indonesia sih emang keren, pasti dicari oleh ibu-ibu ataupun orang tua yang memiliki anak gadis cantik untuk dijadikan menantu. Coba kalau waktu kita ngapel, ditanya,

ibu : “kerjaannya apa mas…? “

Kita : *polos “Mbengkel…”

bisa jadi nasibnya kayak iklan jarum 76 … “NGimPi ya mas mau melamar anak gadis saya… ?!?” sambil menyepak kita keluar dari pagar rumahnya hehehe.. :)

Allah menjanjikan tingkatan derajat yang lebih tinggi bagi manusia yang ber-ilmu pengetahuan, dan suatu kewajiban dari gusti pangeran bahwasanya yang ber ilmu pengetahuan untuk berbagi ilmu apa yang kita punya kami harapkan menjadi amalan shaleh kami semua crew RAT MOTORSPORT.

Noken as basic standard, dipapas ulang dengan hati-hati. sudah mampu.

Semoga kita bisa menjadi Insinyur , tidak hanya sebagai mekanik / teknisi. Belajar- dan terus belajar, semoga kita tidak terus dijajah jepang, semoga indonesia bisa menciptakan kendaraan bermotor sendiri, semoga dunia balap kita tidak kalah di kancah internasional, semoga – semoga – dan semoga doa-doa yang dipanjatkan dari sudut kota sidoarjo ini bisa bergaung terdengar dari sabang sampai merauke… dan menjadi semangat bagi semua untuk terus mau maju dan berusaha lebih giat. Muncul pula insinyur-insinyur pintar lainnya, sehingga freeport bisa dikelola oleh putra-putri indonesia seutuhnya, kalau sudah gitu jangankan motoGP, F1 aja kita pasti bisa ikutin tinggal nyairin emas dikit di freeport :D

Busyet berparagraf – paragraf, kok ga ada cerita teknisnya sih… :) Bikin mesin kencang itu gampang… bisa diatur, yang penting bagaimana kita bisa saling berhubungan – bersilaturahmi itu lebih indah. Kita bisa melihat bagaimana kak iwan WRR madiun dulu membangun mesin kencang, bagaimana cak Bayu TAPE surabaya ahlinya membuat mesin bore up, bagaimana sih ilmunya cak BoiRenk BRC tentang motor kompresi rendah tapi kencang, bagaiamana Om Sofyan DDSPEED telaten dalam menyeting motor, bagaiaman om Londo TRB dari Klaten mendesain kepala silinder dan klep dengan desain back cut valve. Indahnya silaturahmi dan keterbukaan bikin kita makin pintar dan makin banyak rizky, insyaALLAH. Tidak perduli tua – muda, semua ditanyain aja buat tuker pendapat dan sharing, daripada kita mau tanya ke GRAHAM BELL ya ga bisa, cuma bisa meraba-raba… belajar dari pengalaman para senior itu adalah sesuatu yang paling berharga.

KIRI HEAD STANDARD CRYPTON — KANAN HEAD MODIFIKASI

Apa sih hasil dari balapan resmi? Udah hadiahnya sedikit, ngebikin motornya habis banyak buat riset. Sekedar penyaluran hobby? Nama? Kekuasaan? Gengsi? Banyak alasan yang mampu mendorong kita untuk terjun di dunia balap. Kecintaan pada dunia olahraga bermotor, kecintaan pada motor, kecintaan pada mesin kencang, apapun itu semoga tidak menjadikan kita arogan.

Alasan kita, menghadapkan hati kepada Allah sebagai ibadah , semoga pada balap drag ini kita mendapat petunjuk jalan yang lurus – Bagaikan jalan orang-orang yang telah diberikan nikmat oleh ALLAH – kami juga ingin menjadi ilmuwan periset mesin kencang ala Indonesia, bukan ala Malaysia – Thailand, atau ala Eropa.

Karburator reamer habis

Diberi kesempatan membangun motor drag bebek tune – up 105 cc, dan mengikuti balap dengan pembalap pemula, kami syukuri saja sebagai peluang, kami anggap ini tangga awal yang harus dilalui sebelum kami benar-benar dipercaya bos besar untuk membuat mesin dengan spec bebas dan dana yang lebih besar ^_^ * terus berharap mode : on.

Magnit mengambil desain brt

Apa yang bisa kita tunjukkan dari perjuangan kita adalah, ketekunan pasti akan membawa keberhasilan, ketelitian perhitungan dalam mendesain mesin yang kompetitif hasilnya = kencang. Tinggal bagaimana pembalap mengendalikannya, dan bagaimana masukan dari pembalap bisa dijadikan acuan mendesain mesin yang menyesuaikan karakter pembalapnya.

Mesin itu kumpulan desain algoritma matematis dan fisika pasti, jadi 1 + 1 pasti hasilnya 2. Perhitungan matang + seting tepat = kencang. Itu rumus pasti. Kalau rumus :  Barang bermerk + mahal itu tidak = kencang. Habis banyak pasti.

Porting baru

Lalu apa rumus Tuhan akan kemenangan? Entahlah, siapa yang mengetahui hari kemudian…? Apa yang akan terjadi pada tim katrok , ndeso , dari sidoarjo ini… :) Eh.. siapa tahu diajak mengorbitkan bibit-bibit baru pemula di balap ROAD RACE, hihihi… sumpah kita gak nolak :D Silahkan datang bersilaturahmi ke bengkel.

Dari spec motor terdahulu bisa dilihat di  :  SPEC DRAG YAMAHA 105cc

Bicara teknis apa yang kami kembangkan pada mesin hanya perbaikan minor, tujuan utama adalah menambah top speed, membuat motor lebih berisi di putaran atas. Bagaimanapun juga gigi 4, adalah penentu kemenangan. Perbaikan kami lakukan di transmisi gigi 4, terinspirasi dari close ratio set dari malaysia berlabel YYPANG, cuma kalau beli 1 set mahal banget harganya… jadi kita bikin sendiri aja gigi 4 nya, ukuran perbandingan 20-23 :: lebih ringan daripada 23-26 kita yang rusak kemaren-kemaren itu :D

terus belajar tentang noken as…

Final gear kita ganti lebih berat, memakai gir 13-35 ( sebelumnya 13-36) diharapkan mampu menambah topspeed — tapi tanpa kehilangan akselerasi. Bagaimana caranya?Kita sokong dengan penggantian intake manifold dengan diameter lebih besar, membeli merk Marathon yang harganya < 100,000. Pokoknya cukup untuk karburator PE28. Oya , karaburator kita reamer moncong depan menyerupai KOSO, dan belakang diperbesar hingga seukuran venturi 30 milimeter. Maksud dan tujuannya, memberi supplay lebih banyak untuk dapat mendorong motor di putaran atas.  Main jet memakai #118.

Ketemu partner yang kerjasama riset mesin drag mx di sirkuit, senangnya silaturhami

Leher knalpot yang dulu masih mengandalkan standardnya, kita ganti dengan pipa ukuran 24 milimeter, knalpot ini kita riset bersama cak Sahek ahlinya knalpot. Panjang keseluruhan diperpendek, menurut teori graham bell, dengan desain seperti ini akan menggeser puncak torsi di putaran tinggi.

Dimensi katub inlet 25 milimeter, katub outlet 22 milimeter. Desain porting kita besarkan hingga 6 % lebih lebar dari diameter katub. Diameter porting sekarang bagian terbesar selebar 26,5 milimeter , dan tersempit di kisaran 22 milimeter ,  Inilah porting konvergen – divergen, yang mampu menghasilkan bukan hanya jumlahan udara yang mampu dilesakkan silinder lebih banyak, pun juga menjaga kecepatan aliran udara di ruang bakar.

hasil jerih payah :: berbuah indah

Kompresi kita naikkan, untuk memperkuat putaran bawah. Yang dahulunya deck clearances 0,8 milimeter, dikurangi menjadi 0,4 milimeter. Piston bisa lebih didekatkan ke HEAD, karena ilmu MurMerCeng, maka caranya cukup dengan melepas paking silinder blok.

Noken as, yang dulunya masih dikisaran rendah, kita tambah lagi lift nya sekitar o,4 milimeter, pinggang diukur ternyata memiliki lebar 17,0 milimeter baik untuk bubungan in maupun ex. Lifter semakin tinggi berarti putaran atas semakin efisien.

Balancer semakin ringan direduksi menjadi bobot total 500 gram. Magnit kita rubah menjadi lempengan alumunium total loss seperti panduan di buku pintar BRT, berat total 700 gram. Dengan ubahan ini diharapkan CDI BRT smart click yang dimainkan pada puncak tertinggi di 40 derajat mampu bekerja lebih sempurna mengail gasingan mesin yang dipatok di 16,000 RPM. Busi, memakai busi motor biasa, bukan iridium bukan platinum.

Hari sabtu sore kebetulan sang pembalap, Muhammad Syaifullah, kok ngajak nyeting sambil membawa avgas sepulang sekolah. Secara biasanya cuma pake pertamax, hihihi… Eh waktu di timer motor bisa melaju dengan waktu 9,326 sekon. Bobot pembalap sekitar 45 kilogram. Pembalap baru kita yang masih duduk di bangku SMP juga mulai dilatih, dengan bobot 35 kilogram, Muhammad Arviansyah yang diharapkan bisa mempertajam timer ternyata justru masih dibawah syaiful. Bobot memang ringan tapi cara membawa motornya masih belum mahir, roda belakang terlalu banyak spin, kurang cepat melepas tuas kopling, dan feeling terhadap mesin masih belum tajam. Tugas pembalap adalah bagaimana meluncurkan motor dengan baik di start dan mampu mengeluarkan tenaga mesin di putaran atas. Jika terlalu keras dan tenaga dihabiskan saat start biasanya pada gigi 4 mesin hanya berjalan datar tidak mampu melejit tinggi.

Bikin Head dari nol, cylinder head buta

Motor ini hasil dibantu banyak orang, disponsorin pelanggan-pelanggan bengkel, barang-barang spare part baru juga hasil lungsuran orang yang garap mesin ke kita, wong yang punya juga masih anak sekolah… :)

Alhamdulillah, akhirnya bisa menembus urutan 2 saat penyisihan, kurang 1 langkah lagi kami harapkan sang pembalap mampu memperbaiki cara membawa motornya. Namun Tuhan berencana lain, saat final motor turun ke peringkat 4 dikarenakan sang pembalap terlalu main aman, reaksi start terhadap lampu masih dikisaran 0,200 sekon, padahal biasanya ia sanggup menorehkan 0,013 sekon. Terlihat sedikit kekecewaan di wajahnya, motornya hanya bermain di 9,5 sekon, namun terbukti top speed sudah mampu menempuh 111 kpj saat final. Mungkin kalau langsung diberi nomor satu, takutnya ntar jadi sombong :) Masa insinyur pemula kok bisa nomer 1, masa ilmu murah meriah kencang kok bisa juara, masa mesin ga ada spare part racing nya kok juara, hihihi… Tuhan punya rencananya sendiri.

Kenangan hasil drag :)

Tidak apa-apa nak, setidaknya kamu sudah tidak lagi jadi pembalap pemula, selamat datang dunia balap profesional menanti dihadapanmu. Semoga ada tim lebih besar yang melihat bakatmu dan membawamu menjadi lebih baik lagi, dan berprestasi lebih baik lagi, semoga – semoga …

Ada yang lucu, pembalap kedua kita, M. Arviansyah, sempat membuat gempar dunia balap hehehe… saat penyisihan menyisakan ia seorang, Ia justru grogi, duduk terlalu maju di jok pada saat start, setir terlalu ditekan kuat, RPM dipanteng terlalu tinggi. Semua yang terlalu pasti hasilnya kurang baik, terbukti, saat dibuka gas, torsi menyalur dengan kuat di roda belakang, ban comet M1 drag pun tidak sanggup menahan torsi terlalu liar, motor start dari lajur kanan namun ngepot ke arah kiri mendekati pembatas tengah, saat dioper gigi 2 , motor njepat… eh lha kok malah pindah jalur ke seblah kiri beneran, Huakakkakakakkaka :D baru kali ini seluruh penonton di kejuaraan drag di gresik, melihat ada pembalap start dari jalur kanan, finish di jalur kiri.  Tapi apa yang kami salut dari arvian, dia tetap mengegas penuh motor hongga finish, berharap timer menyala dan ada peluang baginya, namun hasil catatan waktu tidak muncul dan ia terkena diskualifikasi. Kata dia saat pulang, “mungkin Tuhan berkehendak lain mas, aku kok jadi bahan hiburan, mungkin gara-gara sepatu yang ku pake ini hasil ngembat punya temen” Woooo… dasar bocah tengil – suka usil- akhirnya kita suruh buang tu sepatu… bikin sial :D :D :D

Alhamdulillah kiriman mesin orderan terus berdatangan

Yah, ini lebih kepada pembuktian bagi diri sendiri, dan bagi yang ingin menjadi parter RAT motorsport, dari sabang- merauke… kita dengan tangan terbuka membuka silaturhami dan siap membantu bagi yang ingin membuat mesin kencang, apalagi kalau diajak meriset motor balap sirkuit road race, ayo dong beri kita kesempatan hehehe… :)

Apa yang bisa kita petik dari balapan, bagaimana membangun mesin kencang? Jika graham bell memiliki patokan tersendiri, kita juga mempunyai kesimpulan tersendiri untuk membangun mesin performa tinggi, semoga bisa bermanfaat bagi yang ingin memulai riset… ayo kita berpacu dalam prestasi kawan!!

Diameter klep in = 50 % dari diameter piston

Diameter klep ex = 88 % dari diameter klep in

Diameter porting in = 92 % dari diameter klep in di ujung yang bertemu manifold, 110 % di area samping kanan kiri bushing klep.

Diameter porting ex = 100 % di area kanan-kiri bushing klep, 110 % di bibir dekat knalpot.

Lift valve =  33 % dari diameter klep in.

TETAP SEHAT — TETAP SEMANGAT :: SUPAYA BISA MODIFIKASI MESIN TIAP HARI.

R.A.T Motorsport

Raya Bypass Juanda no. 1

Sidoarjo

085645577007

mail us : dragswega201@yahoo.com

BBMpin : 28a08677