Posts Tagged ‘jupiter’

Alhamdulillah,

Murid RAT motors – bermain sambil belajar -

Puji syukur kami panjatkan setinggi-tingginya bagi sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, karena dengan rahmat dan hidayahNya kita dapat berkumpul di upacara bendera… lho!?! Keliru… wkwkwkw. Dengan rahmat dan hidayahNya kita dapat berkumpul berdiskusi di web log RAT MOTORSPORT, kalau di dunia nyata kita diskusinya di warkop sebelah bengkel lebih enak hehehe… Diskusi sampai botak sambil ditemeni kopi luwak! mangstaaabbbb… :p

Ban Drag Racing RAT…??! hehehe

Kali ini kita membeberkan hasil prakarya mengorek motor bebek  berlambang garputala, so… bagi pemilik kendaraan vega/crypton/jupiter z yang ingin memiliki motor kencang tanpa bore up, inilah dongengnya! Woi sing mburi ojo turu nek didongengi, malah ngiler kae i piyeee… :D Modifikasi mesin yamaha bore up 200 cc jadi kencang = wajar…  Kanibal blok head supra125 pakai temlar roller + bore up piston tiger , kencang = wajar, modifikasi modal selangit dikirim ke thailand , kencang, wajar…   modal minim dikirim ke RAT minta spec aneh-aneh , ndak kencang = wajar. Hehehehe… becanda! Tapi kalau hanya mengandalkan piston crypton yang berdiameter 49 milimeter (selisih 15 milimeter lebih dengan piston TIGER ) mau kencang…?!!! Piye carane…? Hmmm seneng kita kalok disuruh mikir gini :D Konsepnya kita tidak boleh melenceng terlalu jauh dari desain para insinyur Yamaha, kata pakde Graham Bell, jangan over enthusiast = modifikasi berlebihan… :) Sekali lagi, Alhamdulillah, bukan untuk sombong-sombongan, tapi untuk meramaikan jagad perbalapan bahwa ilmu murmerceng masih bisa dipakai untuk menciptakan pacuan 9 detik menempuh 200 meter dengan kapasitas seadanya :P Supaya kita bisa maju bersama. Toh ini pula hasil dari banyak silaturahmi belajar ke berbagai ahli-ahli permesinan :)

Rasio Pecah Karena Miss Gear

Apa yang harus dituju…? Pertama, basic motor crypton terlalu tua, PR pertama mesin harus dibelah total untuk cek kelayakan kruk as, terutamanya bearing kruk as, dan seluruh bearing transmisi, pastinya harus diganti baru, pilihannya bisa memakai bearing hi-speed, FAG atau SKF. Untuk kruk as jika ada dana lebih bisa beli kruk as Jepang atau Thailand mantap, yang ada rejeki sedikit banyak bisa order crankshaft jupiter z baru di dealer. Tapi seandainya tidak ada, kruk as standard dibalans ulang dan dicek defiasi ayunan lengan kruk as harus dibawah 0,10 milimeter. Setang piston diganti baru, dengan kerapatan daun kruk as 43 milimeter, setang pakai punya jupiter z lebih murah dibanding harus membeli con-rod 4ST milik crypton. Harganya bisa separuh bokkk… sisanya lumayan buat beramal ke mekaniknya :)

Crankcase segar, kebersihan – sebagian dari iman :D

Urusan transmisi, perbandingan rasio diracik ulang untuk meperoleh tautan percepatan yang gila-gilaan dan output torsi besar di gigi 4 hingga mampu teriak di putaran tinggi kita pakai 26/23. Lainnya hitungan umum :) Sayangnya mendekati event gigi rasionya rompal saat setting, jadi terpaksa balik ke standard, timernya turun 0.3 second karena percepatan di gigi 4 mengandalkan standarnya sangat rendah… nangis-nangis kita sebagai mekanik memasangnya, cuma bisa ndremimil, “semoga banter-semoga banter…” hahahah…  Karena memakai gir standard terpaksa final gir kita pakai 13-36, gir dibubut ditipiskan agar muat di rantai honda karisma. Seandainya rasio sehat kita bisa pakai final gir lebih berat, topspeed diharapkan bisa lebih tinggi.

Balancer diperdekat dengan kruk as, seperti cakram

Rotor dibubut habis

Crankcase jika masih layak, bisa dipakai, tapi jika sudah terlalu oblak bisa hunting bak tengah dari motor X1 Thailand, atau pesan di yamaha sepasang crankcase crypton baru, notanya disimpen biar ga dipermasalahkan kalau-kalau ada Polisi yang lagi bete ngeliat kita nyeting motor n dikandangkan motor kita di POLSEK, aduh aduh padahal nyeting kan tidak melakukan kejahatan, toh lintasan balap drag di Indonesia sangat minim, beda dengan thailand yang balap drag jadi primadona! Sebenernya kami para mekanik ini pun sudah mencari jalan yang sepi dan aman, toh emang pekerjaan kita disini demi mencari nafkah keluarga kok ya tega kalau mendenda motor balap resmi, hiks…hikss… curhat colongan :P Siapa yang pernah juga hayo angkat tangan?! :D Kalau balap liar ditertibkan saya setuju pak :D hehehe… lebih mantap lagi jika polisi mengadakan event balap untuk mewadahi aspirasi anak-anak muda biar ga salah arah…

Total Loss System

Selesai urusan kruk as dan kawan-kawan kita tutup bak tengah. Blak!!! Kencang-kuat-presisi! Area kopling modifikasi umum lah, menggunakan bak kopling manual, bisa dari merk TDR, atau langsung buatan yamaha Thailand, bisa. Kampas kopling dipakai dari pabrikan Suzuki, tipe FR 80, tapi kita pakai merk TOKAIDO hehehehe… atau INDOPART lah, udah bagusan itu, masalahnya mosok motornya udah nggak ada di jalan, suzuki masih nyiptain banyak spare part nya? :D kalau dibelikan yang merk TDR Racing pasti lebih mantap lemparan tenaganya. Pir kopling pun begitu , kita mengandalkan pir kopling smash yang 8.000 an, masyaALLAH, kasian ya kita.. hiks… Pengennya kalau bisa pakai pir kopling yamaha RX king original, sadaaaappp… apalagi kalau pakai pir kopling Yamaha YZ125, mantap… padahal kita ada, tapi harga ratusan ribu itu tidak mampu dijangkau sang pemilik motor yang notabene masih duduk di bangku sekolahan, padahal yo anake pak Carik, hehehe… tapi namanya belum bisa kerja sendiri jadi ya gapapa lah, diterima seadanya, rejeki bisa dicari nanti dari boss besar :) Allah maha adil… lagi maha penyayang :)

Kepikiran sampai dibawa mimpi… wkwkkwkw

Balancer kita buat dengan bobot 600 gram, mengimbangi hal itu magnit kita rubah menjadi total loss , mengandalkan pulser dari jupiter z DC, berat rotor magnit mencapai 700 gram, dengan mencopot seluruh rangkaian magnit, dan melakukan pembubutan disana-sini. Tujuannya memperingan putaran mesin agar mampu meraih kitiran belasan ribu rpm dengan tetap stabil. Kalau ada duit lebih ya beli pengapian kit YZ 125, aduh aduh aduh… coba denger geberannya bisa bikin horny… emmmppphhhh :D Hidup hanya sekali , coba sempatkan deh merasakan nikmat geberannya :) awas mimpi basah.

CDI BRT smart click

Piston kita semua tahu, izumi maupun brt tidak pernah mengeluarkan piston racing, bagaimana untuk menaikkan kompresi??? Memapas head / blok sebanyak-banyaknya? Bukan pilihan yang bagus. Selain rantai keteng jadi mulur gila-gilaan, top noken as seringkali meleset jauh dari standard, itulah sebab seringkali meski sudah kita buatkan noken as sakti ala RAT kalau dipasang di head yang tidak presisi = boong. Oleh karenanya Blok silinder ditipiskan 0.5 milimeter, disusul head 0.8 milimeter sudah cukup. Untuk menembus rasio kompresi 13 : 1, kepala piston kita LAS!! Ya ! Ditambal las argon, kemudian kita bubut ulang, hingga hasil customize ini membentuk dum melesak kedalam kubah ruang bakar selebar 39 milimeter. Dum ini dibatasi mendekati busi hampir 1 milimeter saja celahnya, pokoknya gak nabrak,  selisih piston dengan kubah disisakan 2 milimeter agar tidak terlalu padat. Kalau pecah kan kasian juga, kasian kita nya maksudnya menunggu kelamaan duit sang juragan gak cair-cair buat ngebenahin mesin, hehehehe… nunggu mecah celengan ayam dulu dari hasil nabung uang saku sekolah hehehheeh… semoga segera dikabulkan dapet juragan besar bisa bikin motor bore up, curhat terusss… :D

Piston Hi-Dome made in RAT

Katup sementara ini mengandalkan milik smash dengan jarak klep 4 milimeter dipatok aman untuk mengawal noken as racing made in RAT dengan pinggang 17,8 milimeter, durasinya disimpen saja :) yang pasti in close di area 70 – 80 derajat, ex open di 80 – 90 derajat. Pegas katup dipilih yang murah aja lah pakai CS 1, kita tidak berharap putaran atasnya bisa kuat, oleh karena itu cdi kita batasi di 12.000 RPM, kalau ada rejeki pir klep bagus kitiran mesin bisa dibuka lebih tinggi lagi tanpa takut floating dan mesin jebol, lagipula kem bisa dibuat lebih tinggi hingga pinggang 16.5 milimeter ajiiibbbbbbb…!!! Sementara yang ada dulu.

Porting dipendekkan 10 milimeter, katup shogun

Porting dipendekkan 10 milimeter, katup shogun

Porting didesain dengan puncak torsi di 8500 RPM, dengan raihan tenaga puncak di 10.500 RPM, oleh karena itu kita pilih porting diameter 21 milimeter, kalau ini ahlinya mas wawan membentuk porting… monggo mas… disekecaaken. porting buang 100 % diameter klep buang.  Untuk menghasilkan tenaga lebih baik mungkin bisa digapai dengan rubahan beli head baru lagi untuk didesain ulang memakai klep sonic, dikecilkan ulang mencapai diameter 26mm inlet, dan buang 22mm.

Blok di press, deck clearance pasti 0.8 milimeter

Cylinder head ditutup dengan Torque Wrench, torsi tiap baut presisi

Intake manifold kita tidak merusak konfigurasi bawaan dari pabrikan jepang, masih mengandalkan standard, termasuk lekuk-lekuannya, bagian bawah match dengan porting kami, ujung yang bertemu dengan karburator kita las diral dan dibor ulang untuk mampu menggamit karburator keihin PE 28 milimeter. Sekali lagi demi menghemat dana, tapi disisi lain kita menciptakan intake model down draught murmerceng hehehe… Knalpot didesain begitu pula, leher knalpot masih memakai standardnya, dengan pertimbangan kita masih ingin melihat kemampuan desain dari arsitek pabrikan yamaha, mengingat kapasitas silinder nya tidak jauh dari standardnya, serta kelokan awal antara porting buang yang berharmonisasi dengan header, pasti para engineer itu sudah memikirkan dengan tepat kepresisian aliran udaranya. Mungkin besok kita akan desainkan knalpot racing made in RAT full system, dengan leheran lebih landai, semoga lebih baik hasilnya, tapi lebih baik pun kita tidak akan diangkat jadi arsitek mesin yamaha mengawal Jorge Lorenzo di Moto GP… mungkin diangkat buat jadi kacung bagian ngelap-ngelap knalpot biar tetap mengkilat tanpa debu ya… wkwkkwkwkw :D

Knalpot yamaha crypton multigrade by RAT

Karburator , kita percayakan pada pabrikan Keihin yang menciptakan karburator untuk motor Honda NSR, dengan pilot jet #60 dan main jet #118, busi dikawal busi NGK c7HSA standard yang ga nyampe 15.000 an. Koil kita pakai dari Kawasaki KAZE, siapa yang mau menyumbang koil YZ125 nggih monggo, kita terima keikhlasannya semoga amal ibadahnya terus tidak putus-putus selama kita pakai balap :D

Coil kawasaki KAZE

Noken as standard sulapan by RAT

Balapan cepet2an bikin noken as :)

CDI, kita pakai dari BRT, pilihanyya tipe SMART CLICK, lansiran tahun 2008, sengaja muter-muter cari yang jual stok lama, supaya murah lagi… aduh aduh… seru ya ceritanya, kalau menderita gini malah lebih asik ya :p Tega amat… jangan gitu ya calon juragan-juragan RAT motor yang baru… hehehehe… Timing pengapian kita patok 38 derajat BDTC, sekaligus membatasi RPM. Lumayan lah fitur CDI smart click ini, padahal kalau ada REXTOR atau BRT yang super I-Max, tentu ketepatan timing akan menentukan karakter mesin bisa diatur agar lebih keras di putaran bawah, stabil diputaran tengah, tetap nafas di putaran tinggi… ajibb.. harusnya adanya teknologi canggih kan digunakan, bukan dihindari, susah-susah yang bikin tuh, terima kasih om Tommy Huang, terima kasih om Novel Faizal… you’re rock!! :)

Gir depan belakang dibubut, rantai pakai karisma

Apa ya yang kurang… well maybe lots, karena kita manusia jauh dari sempurna, karena manusia bisa berencana dan berusaha, namun tuhan yang menentukan. Diakhir lomba saat pulang kita koreksi, piston mulai retak terkena kompresi yang tidak cocok dengan bahan-bakar pertamax, harusnya minta bensol… :( belum ditambah jika joki miss gear… aduh dik. Pokoknya kalau pembalap udah miss gear lebih dari 2 kali, harap mesin dibongkar siapa tahu klep bocor atau kruk as sudah tidak lagi center. Pengalaman kami dipakai pembelajaran bersama lah supaya tidak terulang.

asalkan ada sesajen ini tiap hari semangat :D

Hasil final lomba, pulang yukkk… riset lagi :)

Namanya saja pembalap pemula, mekanik juga pemula, meski motor 9.3 second dan target meraih 5 besar belum tercapai, tapi torehan ipul semut bertengger di 8 besar  saat pertama kali turun sudah terasa menakjubkan dan patut disyukuri bukan!? Hampir 40 pebalap turut serta, kelas yang ramai, semua berangkat dengan keinginan juara, semua ingin seperti seniornya, rovino sanjaya, eko chodox, ricko bocel, dan lain-lain,  sebagaimana niatnya semua tentu mengharapkan surga, kita mungkin bukan yang terbaik tapi terus belajar dan berusaha melakukan yang terbaik bagi semua RAT Riders adalah komitmen kami… Riset di lintasan balap, semata-mata demi menghasilkan korekan yang lebih baik di motor harian anda. Pun kita juga menerima order mesin balap, road race, cross apapun itu, kita semangat dan netral untuk diajak riset :)  Minat dibuatkan cylinder head dan blok nya saja ,  bisa tinggal telfon atau sms  ^_^

Selamat bagi sang juara, bagi yang belum… ayoooo rame – rame kita kejarrrr… GAS POOLLL hehehe…

Tetap Sehat – Tetap Semangat, biar bisa modifikasi mesin tiap hari.

RAT MOTORSPORT INDONESIA

Raya Bypass Juanda no. 1

SIDOARJO

085645577007

bbm pin : 28a08677 / 2824fef0

 

ISTILAH DASAR MESIN
1.    SIKLUS
Untuk menciptakan performa mesin, piston harus terus bergerak naik-turun, memasukkan campuran bahan-bakar dan udara, mengompresikannya, menerima ledakan dan mendorong gas sisa pembakaran dalam kehidupannya. Dalam setiap tahap itulah yang dinamakan siklus.
Mesin 4 langkah memerlukan 4 kali piston bergerak dari TMB – TMA ( 2 kali putaran kruk as ) sedangkan mesin 2 langkah hanya memerlukan separuh dari kinerja mesin 4 langkah.

SIKLUS MESIN 4 LANGKAH

2.    LANGKAH
Momentum piston bertranslasi dari TMB – TMA, gerak tunggal piston dinamakan langkah, atau lebih mudahnya adalah jarak antar titik henti piston dalam silinder diukur dalam satuan millimeter (mm)

STROKE UP

3.    TITIK MATI ATAS (TMA) TITIK MATI BAWAH (TMB)
Adalah titik henti piston, batas atas maupun batas bawah, TMA adalah poin dimana piston mulai bergerak ke bawah, TMB sebaliknya adalah titik piston mulai bergerak ke atas.

4.    BORE
Istilah untuk menyatakan besaran diameter dalam lubang silinder.

5.    CRANK ANGLE
Derajat kruk as yang dibentuk oleh garis sumbu dari engkol dan garis yang ditarik dari pen ke pusat engkol dengan koefisien pada TMA – TMB.

6.    DISPLACEMENT
Ketika piston bergerak dari atas (TMA) turun kebawah (TMB) ada isi yang dihisap oleh piston, Piston Displacement, disebut juga volume langkah dapat dihitung melalui rumus :
V
V = volume
= Konstanta 3,1416
r =  Separuh diameter bore
L = Panjang stroke (langkah)
N = Jumlah silinder

rasio kompresi

7.    VOLUME RUANG BAKAR
Isi ruang antara kepala silinder dan piston pada saat piston berada di TMA.

8.    VOLUME SILINDER
Adalah penjumlahan antara piston displacement ditambahkan volume ruang bakar.

9.    PERBANDINGAN KOMPRESI
Nilai yang ditunjukkan dari hasil pembagian volume silinder dengan volume ruang bakar. Dinyatakan dengan rumusan
RK = Volume Silinder / Volume ruang bakar
Perbandingan kompresi tinggi dimaksudkan untuk penggunaan mesin pada performa dan kecepatan tinggi, tetapi ada batasan-batasan tertentu pada perbandingan kompresi.

10.    KECEPATAN PISTON
Pergerakan piston dari TMA-TMB tentu memiliki kecepatan , tepat dititik TMA  – TMB kecepatan piston adalah nol dan tervepat di tengah-tengah langkah. Oleh karena itu kecepatan piston ditunjukkan oleh kecepatan rata-rata.
Speed = LN / 30
L = Panjang langkah
N = Putaran Mesin (RPM)

Piston SPEED

11.    KARAKTER MESIN
Dalam komposisi displacement mesin yang sama, tiap mesin memiliki karakter yang berbeda-beda, tergantung dari  besaran diameter piston dan panjang langkah.
-    Mesin OverBore …. Langkah lebih kecil daripada diameter piston.
-    Mesin Square… Langkah dan diameter piston sama.
-    Mesin OverStroke… Langkah lebih besar daripada diameter piston.
Dibanding dengan mesin langkah panjang dan square , mesin over bore lebih mudah untuk membuat kecepatan mesin dan tenaga yang dihasilkan bisa lebih besar. Jika kecepatan mesin rata, kecepatan piston dapat dibuat lebih rendah juga hambatan gesek dapat dikurangi. Desain mesin lebih kompak, pada mesin balap desain mesin ini lebih sering unggul. Oleh karenanya modifikasi BORE UP , atau memperbesar diameter piston lebih mudah menciptakan kecepatan dan tenaga dibandingkan STROKE UP.

Tetap SEHAT- Tetap SEMANGAT! Biar Bisa Modifikasi Mesin Tiap Hari

RAT MOTORSPORT

Raya Bypass Juanda no.1

SIDOARJO

085645577007

mail us : dragswega201@yahoo.com

 

HEAD BIG VALVE JUPITER MX

2010 SPEC

Alhamdulillah,

Biasanya motor jupiter mx 135 cc putra dari pabrikan besar garputala seringkali dicela sebagai motor ‘bodo’, meski dibekali dengan segala kecanggihannya, pistonnya terlalu kecil untuk meledakkan tenaga mendorong bodynya yang bongsor. Berbeda dengan vixion, meski berbasis motor sport dan hanya berkapasitas 150cc, namun bukan hanya vixion sangat superior melibas motor pabrikan honda dengan megapro 165cc nya, ataupun dilawankan dengan Suzuki satria fu 150cc DOHC. Apa yang membuat vixion istimewa ??

Dari spec cylinder head , camshaft vixion berbeda dengan MX, pengaturan buka tutup katub ini masih disempurnakan dengan timing pengapian dan sistem injeksi bahan-bakar ke dalam silinder yang diatur oleh komputer elektris. Sumber hisapan didayung oleh piston berdimensi lebih besar dari MX, kapasitas silinder besar adalah asupan sempurna guna menciptakan potensi tenaga besar.

Tapi itu dulu, secara sekarang sudah jaman 2010, masa masih pake vixion kit sih… vixion kit tidak akan bekerja optimal apabila hanya diambil blok silinder nya saja. Karena vixion adalah sebuah menu dengan porsi yang sangat berbeda dengan mx — itu baru dinilai dari cylinder head + block saja. Namun pembangkit tenaga terbesar vixion ada pada camshaft, kesempurnaan pasokan bahan bakar dan pengapian yang akurat.

Bagi para pecinta kecepatan, ataupun para penghobi mesin performa tinggi, dimana adrenalin di nadi tidak akan meninggi hanya dengan mesin 135 cc, bahkan meski sudah full port-polished dan peningkatan sektor camshaft, penambahan kepadatan kompresi… belum cukup melonjakkan bulu kuduk dibelakang leher saat memelintir penuh gas… dan ketika orang-orang seperti ini menginginkan sebuah modifikasi— maka kesempurnaan komposisi di rangkaian suku cadang mesin dibarengi tuning tingkat lanjut adalah jawaban atas semua pertanyaan.

Pembenaman otak penghisap tenaga berdimensi 60 milimeter kedalam crankcase mesin MX, sama saja meningkatkan kapasitas mesin 20 % lebih besar dari standard… Anggap saja itu tidak menghasilkan 20 % peningkatan tenaga karena kita belum menyempurnakan jalur pemasukan bahan-bakar. Maka penyesuaian perlu dilakukan pada lubang masuk sehingga dibesarkan menjadi 28 milimeter, untuk asupan gas speed 88 meter per sekon pada 10,000 RPM, cukup untuk memberi nafas pada mesin baru. Cukup sampai disitu…? Luapan kompresi menjadi terlalu padat jika noken as masih mengandalkan bawaan pabrikan jepang, karena momen klep inlet menutup terlalu dini dan profil angkatan noken as masih terlalu cepat. Oleh karenanya, noken as digusur, sebagai gantinya ditanamkan noken as gemuk dengan lifter 1,4 milimeter lebih tinggi dari standard, dan durasi lebih lebar untuk menimbulkan kompresi dinamis rendah.

Bore Up Kit MX + Karbu

BORE UP KIT RAT + KARBU PE 28mm

Lebih sempurna lagi pasokan bahan-bakar diganti oleh karburator dari pabrikan KEIHIN dengan venturi 28 milimeter selaras porting inlet, dipastikan pasokan deras bahan bakar mampu dilesakkan oleh pilot jet #48 untuk RPM rendah ke tengah, sedangkan untuk nafas putaran atas dipercayakan main jet #115 untuk mengail teriakan mesin semakin meninggi.

Katup standard digantikan dari bahan ringan, dengan payung klep 22 milimeter pada sektor inlet, demi menciptakan perbandingan porting 89 % dari dimensi klep, serta menciptakan kesempurnaan gulungan kekuatan padatan udara bermuatan ke dalam silinder.

Setelah siklus kompresi, maka beberapa derajat sebelum piston mencapai Titik Mati Atas maka busi mulai menyalakan bunga api, momen penyalaan ini tak luput disempurnakan oleh otak pengapian REXTOR dengan switch advance – retard pulser untuk mengirim amplitudo kepada coil YZ 125 secara tepat untuk menghasilkan peledakan terbesar hingga mampu mendorong torak turun melakukan langkah TENAGA. Tenaga yang besar = Ledakan yang besar , ledakan yang besar = banyaknya sisa gas buang. Sampah hasil pembakaran ini harus dilepaskan sehingga silinder benar-benar bersih untuk diterjuni derasnya pertamax.

Katup buang dibesarkan 2 milimeter, porting lubang buang dijadikan 25 milimeter, durasi bukaan katub exhaust diperlebar untuk menambah waktu bagi torak mendorong asap keluar dari silinder menuju udara bebas. Gas sisa pembakaran digiring melalui pipa berdiameter multigrade , 23 milimeter, meningkat ke 25 milimeter, diteruskan 28 milimeter, hingga berujung 30 milimeter, dan pipa sarangan sebesar 34 milimeter dengan lubang kasa sepanjang 150 milimeter. Tendangan balik tetap dijaga untuk pasokan silinder saat terjadi perpindahan gigi, supaya tidak terjadi kekosongan atau jelaga, yang menjadikan motor terasa “hampa” saat dioper.

LEMBUR MENDESAIN KNALPOT

Untuk menghasilkan torsi yang lebih kuat di RPM tinggi, maka tidak segan-segan kami menggotong balancer dan magnit ke atas mesin BUBUT, reduksi sebanyak hampir 30 % dari standard niscaya menghasilkan kitiran kruk as lebih mudah ke putaran tertinggi. Diimbangi kanvas dan plat kopling lebih baik, dipercayakan pada AHM serta pir kopling YYPANG, maka tenaga selip saat akselerasi sontak maupun tiap perpindahan gigi tidak akan terjadi lagi.

BALANCER DIBUBUT ULANG

BUBUT MAGNIT YAMAHA JUPITER MX

Beginilah, tidak ada kesuksesan tanpa pengorbanan. Dan kesungguhan anda mempercayakan pengerjaan mesin kepada kami, maka tak segan pula kami mencurahkan seluruh daya, upaya, hati, tenaga dan pikiran pada mesin anda. What you give , is what you get back…

TETAP SEHAT – TETAP SEMANGAT, BIAR BISA MODIFIKASI MESIN TIAP HARI

RAT motorsport… your’s tuning buddy!

RAYA BYPASS JUANDA No. 1

SIDOARJO

cp ; 085645577007

email : dragswega201@gmail.com

Assalamuallaikum warrahmatullah,
Riset diatas Dynotest bukan hanya dikhususkan untuk motor balap saja, atas dorongan permintaan pelanggan kami dan tentunya dengan itikad untuk tetap menjaga dan menjadikan kepuasan pelanggan adalah hal yang utama bagi kami, maka kami melakukan riset korek harian untuk motor new vega dan jupiter mx ini diatas mesin pengukur daya. Apakah benar korek harian murah meriah mampu memberikan perbaikan dalam hal tenaga dan torsi, dan membuktikan dengan efisiensi dana kita mampu mengembangkan motor yang bertenaga optimal dan masih nyaman untuk ke kantor, ke sekolah, pacaran, maupun kejar-kejaran kalau ada pengendara lain yang tengil di jalan hehehe…
Dan alhamdulillah, ingat hasil akhir bukanlah power mesin besar, tetapi satu kata pelanggan, “terima kasih, saya puas dengan hasil modifikasinya mas…”
Hasil Dynotest Yamaha Vega setelah Modifikasi Ringan  11 DK on wheel @ 9000 RPM & 8,97 Nm @ 8700 RPM. Karakter power band yang luas di putaran tinggi serta kenaikan tautan torsi dan tenaga yang sudah mampu didapat di putaran rendah dan tetap bertahan hingga putaran tinggi adalah sebuah ukuran mesin mampu berakselerasi cepat dan masih bernafas panjang. Untuk memperoleh itu, desain porting dan noken as yang berimbang dengan konfigurasi mesin square ( panjang stroke dan diameter piston serupa) merupakan bukti bahwa mesin square mampu membagi rata tenaga dari RPM bawah hingga atas. Untuk aplikasi perkotaan yang membutuhkan stop and go, mesin akan merespon pelintiran gas dengan baik namun lembut. Tidak ada aplikasi part racing kecuali BRT neo hyperband, untuk mengontrol pengapian pada mesin hasil modifikasi kita, kami percaya Capasitor ini mampu menunjang bunga api hingga putaran tinggi dalam kondisi mesin kompresi tinggi dengan stabil, dapat dilihat kurva tenaga masih terjaga hingga RPM 10.500 dengan angka mendekati 10 dk. Jauh di angka standard tenaga Yamaha Jupiter-Z yang hanya sanggup bertarung hingga power 6,95 dk di 7.500 rpm, dan kami beruntung bisa diberi kesempatan mengembangkan mesin 60 % lebih besar dari bawaan pabrikan. Alhamdulillah, hasil inilah yang membuat pemiliknya bangga mengendarai motornya saat ini. Terima kasih atas kepercayaannya untuk meriset bersama kami, saudara.

Spesifikasi modifikasi :
Head work : Light Port inlet – polished outlet, Polished combustion chamber, Camshaft customized by RAT 5.9mm lobe lift, Piston kawasaki KAZE R 0v. 1mm , cylinder block mill 0.80 mm, Clutch Suzuki FR 80, spring yamaha RX-S, Balanced reduction 300 grams, Free Flow customized by RAT , BRT hyperband ignition control, Denso Iridium Spark Plug, Fuel used Pertamax.

All modification by RAT Motors INDONESIA

TROPODO INDAH BLOK N no. 26-28

WARU – SIDOARJO

085645577007

mail us : dragswega201@yahoo.com

Begitu pula dengan motor yamaha jupiter MX ini, bukannya tanpa penderitaan, hehehe… dengan budget terbatas sang empu memohon motornya untuk dapat mampu mengimbangi vixion. Permohonan yang masih masuk akal dengan budget yang disodorkan, maka modifikasi kami fokuskan pada pengembangan cylinder head, merubah diameter klep dengan dimensi lebih besar adalah aplikasi pertama yang kita lakukan, sementara bore up kit dari vixion kita usung ke dalam mesin jupiter mx untuk mencari keuntungan dari diacyl cylinder. Karena nantinya mesin motor ini akan sering dipakai ke luar kota, beliau hanya ingin jika bertemu vixion mampu berjaban. Dan meski peningkatan 23 % tenaga ini masih kalah oleh cantuman brosur motor vixion, namun di jalan, beliau mampu membuat vixion harus membuntuti lampu belakangnya  terus.  Just remember to be safety on road sir…

Spesifikasi modifikasi :
Head work : Port inlet – outlet , polished outlet, Valve inlet – outlet taken from Suzuki F150, Camshaft customized by RAT 5.9mm lobe lift, Bore Up 150 cc with vixion kit, Exhaust system customized by RAT, Clutch AHM, Head mill 0.7mm, Ignition control REXTOR adjustable.

All modification by RAT Motors

TROPODO INDAH BLOK N no. 26-28

WARU – SIDOARJO

085645577007

mail us : dragswega201@yahoo.com

facebook : swega RAT, Wawan RAT

rasio close

rasio close

Sms seorang kawan menggelitik saya sore ini, dia bertanya apa sih fungsi dan bagaimana sebuah transmisi close ratio bekerja. Bukan, saya tidak bermaksud mentertawakan pertanyaannya, namun yang lucu adalah dia sudah order sebuah transmisi close ratio untuk motor balapnya lebih dari sepekan lalu, hanya saja baru sekarang bertanya sesaat sebelum saya kirim paket close rasio untuk drag untuknya.

Well… di sms saya tidak bisa menjelaskan panjang lebar, tapi disini saya coba untuk memberikan pemahaman apa manfaat racing part yang teman-teman sudah order dari kami. Dan bagi yang punya motor balap tapi belum instal close ratio, hmmm… jangan terlalu lama menahan diri :D

Sebuah transmisi CLOSE RASIO merupakan seperangkat gigi-gigi penerus daya  dimana mereka memiliki perbedaan yang kecil antar setiap nilai perbandingan terhadap tingkatan selanjutnya. Secara konsekwen, catat bahwa arti kata close adalah : berdekatan. Angka-angka perbandingan gigi rasio ada dalam rentang numerik yang lebih kecil, hingga saling mendekati satu sama lain.

Dalam konteks transmisi close rasio, sebuah perangkat transmisi yang memiliki perbedaan rentang nilai jauh antar tiap gigi disebut transmisi lebar.

Sebagai contoh, perbandingan transmisi close dengan yang standard. Ini adalah tabel transmisi 5-speed dengan transmisi standard dan transmisi yang akan dibuat lebih rapat.

Gear Ratio (stock transmission) Ratio (close-ratio)
1st 3.25 2.60
2nd 1.90 1.66
3rd 1.20 1.35
4th 1.00 1.15
5th 0.80 1.00

Lihat bagaimana transmisi pada umumnya, terutama gigi terakhir (gigi 4 atau 5) menunjukkan nilai berat (biasanya bernilai dibawah 1) yang disebut nilai OVERDRIVE. Terus kenapa pabrikan membuat transmisi yang gak asik kaya gini? Tentu para insinyur memiliki maksud tertentu, yaitu gigi overdrive dipakai untuk penghematan pemakaian bahan-bakar dengan RPM relatif rendah apabila menemukan jalan yang sangat lurus dan panjang. Tipe gigi seperti ini tidak diperlukan dalam balap!

Taking From OTOMOTIF.NET

INDOPRIX (photo taken from: OTOMOTIFNET )

Sebagaimana tujuan mekanik balap membuat transmisi close ratio adalah, agar motor selalu berada pada gigi yang secara simultan berelasi terhadap RPM mesin saat meraih tenaga besar, lebih cepat keluar dari tikungan, mampu menjaga putaran mesin saat memasuki tikungan dengan rolling speed, atau untuk drag adalah untuk “menghabiskan” tenaga tepat sesuai panjang lintasan agar tidak terlalu banyak nafas yang mubadzir tidak digunakan. Jadi pasang close ratio berpahala dong, kan tujuannya biar gak mubadzir? hehehe… who knows? :P

Dengan kata lain, kerapatan dari rasio pada transmisi close didapat dari menekan kutub-kutub transmisi : Yaitu, meningkatkan rasio gigi rendah, dan merendahkan rasio gigi yang lebih tinggi.

APLIKASI

Sebuah transmisi bertipe close rasio di desain untuk membuat sebuah mesin agar tetap berada di kecepatan oprasi mesin yang relatif sempit. Sementara, rasio lebar (standard) bekerja optimal untuk mesin yang beroprasi pada kecepatan tinggi dengan sedikit pindah-pindah gear. Transmisi close ratio hanya akan ada di motor balap, kenapa? Karena dengan torsi yang meningkat drastis, alangkah baiknya jika lontaran itu disalurkan menjadi secara efisien pada roda, sehingga motor terlempar bukan terangkat :)

Balapan adalah keahlian mengendarai pada kecepatan tinggi, mendekati kecepatan puncak yang mampu diraih oleh tenaga mesin motor kita. Kecepatan harsu dikurangi apabila memasuki tikungan pada beberapa model kurva. Dengan rentang kecepatan pada lomba / sirkuit tertentu, mungkin akan sangat berguna jika memiliki beberapa pilihan reduksi gigi rasio dengan tujuan untuk memaksimalkan laju motor pada kecepatan maksimum mesin.

Motor balap tidak harus berhadapan dengan kemacetan lalu lintas, yang mengharuskan pengendara melakukan stop-and-go, melewati persimpangan dan harus hati-hati toleh kanan-kiri, atau bahkan mendaki gunung melewati lembah dengan kecepatan rendah. Motor balap juga tidak memiliki aturan agar hemat bahan-bakar saat berjalan pada RPM rendah. Oleh karena itu, masuk akal bila memiliki gigi rasio yang mendukung situasi mengemudi yang tidak memerlukan variasi gigi rasio seperti di lalu lintas pada umumnya. Dan karenanya seringkali transmisi standard pabrikan hanya beberapa gigi yang secara efektif berguna pada situasi balap. Jika memakai transmisi standard, pada road race misalnya, seringkali setelah lepas start, gigi pertama  dan kedua jarang dipakai lagi. Lebih lanjut, gigi tertinggi (gigi 4) bisa jadi terlalu tinggi bagi motor sehingga RPM tertahan dan sulit mencapai top speed pada trek lurus dan panjang. Gigi paling tinggi haruslah membantu agar top speed motor dapat pas dengan RPM puncak tenaga mesin, dimana power mesin cukup untuk melawan hambatan udara dan berbagai impedansi.

Transmisi dengan rasio lebar mungkin juga secara mudah menjadi terlalu jauh untuk mendapatkan akselearasi yang cepat, dikarenakan antar perpindahan gigi membuat RPM menjadi turun begitu rendah. Misalkan kita bicara, sebuah mesin memiliki rentang tenaga antara 8500 – 10.000 RPM. Perpindahan gigi dari rasio 1.20 ke 0.9 akan menurunkan RPM sebanyak 25%. Bahaya bila kecepatan mesin jatuh terlalu jauh keluar zona tenaga. Dalam sekejab, jika gigi di umpan pada 10.000 RPM, mesin akan turun ke 7.500 RPM, dimana di area ini tenaga lebih kecil. Pendakian dari 7500 RPM ke 8500 RPM akan terasa berat, hingga saat dia memasuki power band sesungguhnya mesin akan bereaksi galak. Secara kontras, jika rasio diubah menjadi 1.150 dan pasangannya 1.000 nilai ini menghasilkan penurunan RPM hanya sebesar 13%. Dioper pada 10.000 RPM dan mesin masih cepat teriak di 8.700 RPM menuju 10.000 RPM lagi dengan waktu singkat.

CLOSE RASIO
CLOSE RASIO

Close rasio gearbox : Yamaha Jupiter Z / Vega, Yamaha F1zr, Suzuki Smash/shogun, Honda Supra/Legenda, Honga Tiger.

R.A.T MOTORSPORT INDONESIA

Tropodo Indah Blok N no.26-28

Waru — Sidoarjo

Contact Us : 085645577007

Email Us : dragswega201@yahoo.com