Archive for the ‘MESIN DAN BALAP’ Category

Alhamdulillah ,

pak wawan rat lagi setting ^_^

Sujud membumi kepada Allah SWT, telah melimpahkan Rahmat dan Rizky-Nya kepada bengkel sederhana kami. Masih terpercaya menjadi referensi tempat korek mesin Bajaj Pulsar. Selain paket instan porting polished kepala silinder dan modifikasi noken as yang bisa sehari jadi, project yang memakan belasan hari kerja dan ketekunan seperti ini lebih kami sukai… Riset, berpikir, mengembangkan… perjalanan kami mencari ilmu, makin ternyata mendekatkan kita pada Allah. Menelaah masa lalu perjuangan saat meriset motor di garasi rumah, di kenalkan oleh mas Hanggono, dan teman-teman prides jaman awal… betapa telah banyak pengalaman – manis – pahit dalam riset maksimum mesin pulsar. Hingga kami bisa berada seperti saat ini, dan ingin terus maju di masa depan.

Kali ini adalah Pulsar Mr. B dari kota Gresik, menempuh ratusan kilometer demi me-opname motor nya di bengkel RAT motorsport , Sidoarjo. Tak tanggung-tanggung dia menginginkan kreasi seperti anak muda balap liar jaman sekaran, mesin tampak luar kudu standard , nol paking alumunium. Maka aplikasi stang pendek + piston tipis harus dicari.

putra mr.B ber pose diatas pulsar 240cc ayahnya

Tanpa basa-basi mesin dibelah, kruk as dimodifikasi dengan menggeser big pen sejauh 3 mm, sementara coneccting rod dilengserkan dengan milik yamaha scorpio , dipilih karena diameter big pen sama – dan tangkai sedikit pendek dibanding pulsar. Instalasi big pen scorpio ini perlu pembubutan agar centerline lubang oli ke stang ketemu seperti asal. Setelah itu kruk as di selaras dan setimbangkan ulang sampai zero. Keuntungannya rod to stroke ratio rendah adalah torque curve akan memuncak di rpm yang lebih rendah, pastinya lebih enak buat harian berboncengan maupun sendiri. Ingin lebih dalam belajar desain perbandingan stroke terhadap stang piston, bisa klik disini!

mesin b240 utuh dirakit

Kelar mengobrak-abrik kruk as, maka jantung silinder dilengkapi dengan piston yamaha scorpio pula. Praktis selain modifikasi liner, pembubutan piston wajib dilakukan, terutama pengaturan deck clearances. Atap piston dipangkas 1,5 mm, coakan klep diperdalam 2mm mencegah tumburan klep dengan piston. Reduksi bobot piston juga dilakukan dengan modifikasi pembubutan di bawah dan samping piston.

dapur pacu disokong scorpio

Dari awal komposisi inilah persilangan inilah menghasilkan jantung dapur pacu 240cc. Supaya mesin ga berantakan, kompresi wajib di tera ulang. Volume ruang bakar disuntik burete hingga diketahui volume standard di 28cc. Pengaturan atap piston flat, dan pemapasan cylinder head 0.8 milimeter, dikejar agar ruang bakar menyempit jadi 25 cc. Dikomparasi dengan volume dapur pacu, didapat perbandingan kompresi 10,6 : 1 . Kompresi segitu masih aman, motor jadi enak banget dipakainya. Bahan bakar ngga rewel, cukup premium udah bisa Gas Pol.

Intake porting besar untuk nafas motor

Short rod secara teoritis emang perlu kepala silinder yang lebih istimewa memasukkan bahan bakar. Untungnya Motor india ini memiliki basic istimewa, utamanya intek kotak yang besar dan lega, lubang buang optimal D-Shaped, Klep dengan stem 4.5mm, termasuk paling eksotis , dibanding motor rival, kalajengking 6mm, macan 5.5mm. Ga takut bengkok ? Di sinilah keistimewaannya, stem ringan namun kuat. Lagipula , selama klep tidak bertubrukan dengan atap piston, meski stem sekecil klep CBR pun, tidak akan bengkok.

hasil perjalanan seting

Ubahan porting extra besar ,samping kiri kanan bushing dilebarkan sebagai ganti penghalangan oleh daging bos klep, dijadikan sebesar 34mm Porting out disamping dijadikan 29mm . Seating klep di reamer hingga in seukuran 29mm , ex 25mm. Sehingga flow dibawah klep menjadi lebih lega. Yang aneh dari modifikasi kita adalah memperkecil daun klep, dari standar nya 31 mm intake , dijadikan 30,5 mm, sedangkan yang out dijadikan 26,5 mm. Hehehe… Tujuannya ? supaya pada saat overlapping klep tidak saling berbenturan, karena noken as dikejar dengan profil gemuk, pantat dan pinggan nok digerus sampai mepet batang as. Pir klep tetap mengandalkan kekenyalan standarnya saja masih mampu melayani hingga 10,000 RPM.

Penyalur daya wajib ganti, dipercayakan pada kampas kopling Scorpio, dan pir kopling smash. Pir kopling smash dianggap sakti di dunia balap, fu 200cc bisa pake, jupiter z 200cc juga pake. jadi ga perlu khawatir masalah kehandalan. Kekenyalannya luar biasa enak, ditekan tidak berat- tapi balik nya, mak cetosss… hehehe…

Cam papas habis

Hasil yang saat ini jika dikombinasikan dengan pelepas gas buang standar, tenaga tertahan pada 18 dk di roda belakang, namun ketika knalpot diganti model free flow, keberingasan mesin mulai terbaca di hampir 23 dk. Short Rod memang tidak seberapa bagus memompa gas sisa pembakaran, oleh karena itu sistem pembuangan yang lebih bagus sangat diperlukan. Lain halnya dengan setang piston panjang, meski knalpot nahan, pompaan piston melepas gas buang akan lebih membantu di putaran tinggi.

Untuk setingan karburator masih mempercayakan pengabut keihin pe28mm, mengandalkan pilot jet #50, jarum skep milik honda megapro, main jet #120. Ubahan karburator ini disinyalir mampu menambah 1 tenaga kuda.

ubahan di sektor kruk as – rapih

Otak pengapian mengacu pada standar dirasa cukup untuk mengawal mesin hingga ke batas di 10,000 rpm. Saat di banyuwangi motor , gas pol terus hingga ber kali-kali running tetap aman. Ubahan durasi cam dengan melakukan perapatan klep buang terakhir mampu menembus tenaga 24,5 dk, torsi 23nm, Gokil juga! Yang penting…

Email terstimoni pemilik :)

TETAP SEHAT – TETAP SEMANGAT ! BIAR BISA MODIFIKASI MESIN TIAP HARI!

RAT MOTORSPORT

RAYA BYPASS JUANDA N0. 1

SIDOARJO – JAWA TIMUR

085645577007

bbm pin : 28a08677

mail : dragswega201@yahoo.com

Alhamdulillah,

Bore up sedikit, langsung 12,6 horsepower

Belajar memang mengasyikkan, apalagi jika belajarnya menyangkut hobby. Praktikumnya pun membuat mesin kencang. Setelah mengenyam teorema , langsung diaplikasikan pada media, selain belajar mesin juga belajar menghadapi pelanggan. Korekan harian dulu latihannya. Asyik, bukan?

Shogun 125 adalah salah satu favorit motor kencang, selain sudah dibekali klep cukup besar 25.22, langkah nya juga sudah relatif tinggi, di kisaran 55,mm. Modifikasi sederhana yang dilakukan oleh siswa privat RAT kali ini pun sudah umum dilakukan. Sengaja dibuat se sederhana mungkin supaya mudah ditiru, dan kalau di tiru berhasil, ilmu nya jadi bermanfaat buat kami dan pemilik motor yang modif di RAT. Hehehe…

Ubahan simple tanpa bongkar crankcase, adalah membenamkan piston suzuki thunder 125, meski judulnya sama 125, tapi piston thunder ternyata 3,5 milimeter lebih besar dari standard shogun. Alhasil kapasitas mesin menggemuk 15cc, jadi 140cc, lumayan…
Diameter pin piston sama, namun yang perlu diperhatikan top piston thunder dan shogun berbeda. Cara mengeceknya gimana? Gandengkan saja kedua piston itu, pasti tinggi piston thunder melebihi standardnya. Supaya kompresi tetap rendah maka piston thunder harus dipangkas 1 milimeter rata.

Mengimbangi korekan , lubang porting dibesarkan menjadi diameter 25mm pada inlet dan outlet, noken as dipangkas pada pantat dan pinggang sebanyak 1 milimeter, pasokan bahan bakar supaya tidak telat dikawal pe28 ber komposisi pilot jet #60, main jet #130. Knalpot mengandalkan R9 racing, cdi rextor adjustable yang dikoreksi pada derajat 37 sebelum TMA.

Barjo lagi nge-setting shogun 125 diatas meja dyno

Walla, hasilnya tenaga meningkat hampir 50 % dari standard pabrikan 8,5hp, menjadi 12,6 horsepower di 10,000 rpm, dengan torsi 9,6 N.m sudah di dapat di 7,000 rpm, rentang tenaganya luas, hingga limiter di 11,000 rpm. Dibanding standard, yang ini nafasnya semakin nariiikkkk. Kalau kesimpulan pembelajaran ? Kompresi meningkatkan torsi dan potensial tenaga. Kalau porting, cam, karburator besar lebih kepada fokus menaikkan tenaga di putaran lebih tinggi. Well, Not bad untuk seorang pemula…

TETAP SEHAT – TETAP SEMANGAT!! BIAR BISA MODIFIKASI MESIN TIAP HARI!

RAT MOTORSPORT INDONESIA

RAYA BYPASS JUANDA No 1

SIDOARJO

085645577007

bbm : 28a08677

Alhamdulillah ,

Gambar

Kicks RAT ber pose dengan Byson modifan nya

Kreasi di bulan Ramadhan memang banyak membawa berkah. Modifikasi mesin pun rasanya diberi kemudahan, dan didatangkan pelanggan yang menyenangkan. Bukan hanya menginginkan motor kencang, tapi juga mengajak kita lebih pintar, mereka rela berkorban dana untuk riset dan pengembangan. Adalah Mr.D , mahasiswa STIE Mahardika Surabaya, mengantarkan yamaha byson nya untuk dimodifikasi. Pokoknya enak dibuat turing ke luar kota dan asyik dibawa meliuk-liuk kota surabaya. Tentu saja Byson standard yang bertenaga hanya 12,1 dk kurang asyik diajak bermain.

Modifikasi dapur pacu langsung dilakukan menyeluruh, mulai dari dasar bawah crankcase. Kruk as dibongkar untuk dibalance ulang, dan di ganti dengan stang Ninja 150R, otomatis langkah stroke pun naik dari standardnya. Stroke up dipilih untuk meningkatkan torsi di putaran bawah, dan melimitasi tenaga supaya tidak terlalu memuncak. Kelebihan stang piston ninja selain ringan, di sisi big end terdapat belahan pada center stang piston untuk melumasi big end supaya tidak macet. Pada small end, terdapat bearing bambu untuk menggamit pin piston supaya licin berputar, minim gesekan tentunya. Kontruksi ini juga terinspirasi dari lari motor 2tak yang enteng.

Masalah dapur pacu, piston dipilih basic dari Honda Tiger untuk paket murmerceng, atau bisa pakai piston Forged Hispeed untuk tenaga yang lebih dahsyat sebenarnya. Alasan, pastinya lebih aman karena pin piston 15mm sama dengan asli , dan berat piston tiger tidak jauh dari standard byson. Karena basic pakai piston Tiger, maka kompresi di patok tak lebih dari 10,5 : 1 supaya awet dan mesin tidak meletus jika diajak jalan jauh.

Gambar

dyno table byson 199cc

Noken as hanya dicolek sedikit, cukup 1mm saja supaya tidak perlu mengganti pir klep dengan yang lebih keras. Karburator di comot dari Honda Nsr SP dengan venturi 28mm, komposisi pilot jet #48, main jet #125 dirasa cukup melayani ruang bakar supaya tidak kehausan. CDI sebagai otak pengapian tetap menggunakan BRT Dualband Tune up/Racing yang di seting advance. Kampas kopling didukung milik Yamaha Scorpio dengan pir kopling dari Honda Ninja 150R, cukup untuk membuat byson anti selip Knalpot custom hitungan dari bengkel, mengawal gas buang ke udara lebih los.

Kami masih percaya bahwa cylinder head merupakan sumber utama tenaga, potensial flow yang bagus selalu menghasilkan tenaga efisien. Klep mengandalkan milik Mitsubitshi Lancer , diameter 30,5 / 25,5 ,walau sebenarnya dengan diameter piston yang ada bisa dimaksimalkan hingga 33/28, namun senjata itu disimpan untuk penelitian selanjutnya aja deh. Hehehe… Dengan spec saat ini hasil portingan didapatkan flow head 122cfm , dari hasil flow bench ini bisa ditarik kesimpulan bahwa efisiensi porting dan katup sudah bagus, dimana sebenarnya potensial tenaga bisa hingga 30dk, kalau saja pemilik motor mau ugal-ugalan dalam ber investasi racing part, pasang karburator Keihin PWK 35mm Sudco Amerika punya, misalnya, jadinya motor balap nanti.. hahaha… :D

Gambar

Head byson klep EE, kubah dilebarkan supaya kompresi tidak terhimpit

Karena kompresi relatif rendah hal ini menjadikan efisiensi thermal di ruang bakar juga kurang maksimal menghasilkan tenaga, namun keuntungannya, part lebih awet dan bahan bakar masih bisa menggunakan premium. Torsi sudah menggapai efisiensi maksimum di 19N.m, hanya tenaga yang kurang maksimal, hanya 22 Dk. Disyukuri aja dulu… Penambahan tenaga tidak melulu dari kapasitas silinder, meski masih 199cc seperti sekarang. Lalu pa yang harus dilakukan kalau pengen tenaganya naik lagi? Perolehan tenaga bisa dikail dari Kompresi tinggi, Lift noken as ditinggikan, porting dibesarkan, dan venturi karburator dibesarkan. Belum lagi kalau besok bikin yang 225cc atau 250cc hahaha… Yang penting…

Gambar

Blok piston tiger, permukaan flat, kompresi rendah, liner tebal 3,5mm

TETAP SEHAT – TETAP SEMANGAT ! BIAR BISA MODIFIKASI MESIN TIAP HARI!

RAT MOTORSPORT INDONESIA

RAYA BYPASS JUANDA  – SIDOARJO

JAWA TIMUR

085645577007

pin bbm : 28a08677

mail : dragswega201@yahoo.com

Alhamdulillah ,

FLY KLX FLY

FLY KLX FLY

Kepuasan pelanggan selalu memberi support batin, bagi kita untuk tetap semangat bekerja dan mendalami korek mesin motor. Rasanya bagai melihat pembalap didikan kita mampu menapaki podium, menemukan karakter mesin sesuai dengan pembalap / pemilik motor memang susah, butuh banyak pengorbanan, tapi bukan hal mustahil. Selama pembalap dan mekanik, atau pemilik motor dengan mekanik kompak – saling mendukung.

Beruntung kita berjodoh dengan pemilik Kawasaki KLX seperti boss kita satu ini, Mr. I  (baca : misteri) hahaha…  Asyik diajak eksperimen, riset, sabar dan pengertian kepada mekanik, kalau tiap main ke bengkel selalu semua ditraktir kopi dan dibelikan rokok. Bayangkan betapa makin semangatnya pula kita memberi yang terbaik untuk beliau. Part apa yang kami butuhkan selalu beliau sediakan, ide-ide yang ingin kami tuangkan selalu beliau dukung. Betapa kami bersyukur… dan semoga ilmu ini menjadi berkah untuk Mr.I

Testimonial sang pemilik motor

Testimonial sang pemilik motor

Ngomongin motor, Kawasaki jaman sekarang sepertinya gencar mengeluarkan motor performa tinggi, Ninja250 masih favorit untuk kalangan menengah ke atas yang ingin menyalurkan hobby kecepatannya, Ninja150RR 2tak masih favorit anak muda, terkenal mudah lari kencang meski kondisi standard, tak heran seringkali digunakan drag. Pakde ibnu pun kini berjuang di arena race dengan motor pabrikan Kawasaki. Di arena lumpur tanah liat Kawasaki KLX pun seringkali menjadi favorit juara.

Dalam balap, modifikasi frontal memang diperlukan. Barang-barang istimewa pun dibutuhkan untuk bertahan mengelilingi LAP berikutnya. Sedikit menerapkannya, kali ini kita membedah habis KLX diubah menjadi monster Jalanan…

Rangka KLX Stroke Up

Rangka KLX Stroke Up

RUBAH KONFIGURASI = PENYESUAIAN KARAKTER

Sebagai road-fighter ,konfigurasi mesin KLX dengan langkah 54, berbanding diamter piston 56, harus dirombak total. Biasanya paket hemat bore up piston tiger, porting – polished , colek cam menjadi favorit umum untuk mendongkrak tenaga. Tapi ternyata 170cc tak lagi menarik perhatian. Tak ayal, mesin harus di bongkar total. Otak harus lebih diperas…

Kruk as langsung di belah, bentuk daun model kampak disinyalir untuk memperingan gasingan RPM mesin, dan kruk as KLX ini tampaknya bisa diaplikasikan ke mesin Jupiter Z bagi yang ingin riset :D Ada dua cara stroke up KLX, tampak luar standard atau bahasa keren nya Nol Paking, Stang Piston diganti milik Mio dan digeser big endnya , atau yang mengikuti rumus baku wajib diganti stang lebih panjang untuk daya tahan mesin. Maka pilihannya tak jauh dari sang saudara, Kawasaki Ninja, langkah pun bisa digeser lebih dari 1 centi, atau menjadi 66mm. Diyakini stang 2tak lebih ringan dan penyaluran oli lebih lancar ke bearing big end , sehingga setang piston ngga’ gampang “ngaceng” hehehe…

karburator reamer habis

karburator reamer habis

Pemilihan setang piston ini juga tidak asal, karena torsi juga ditentukan dari kruk as, tapi bagaimana sih menentukannya. Sebenarnya, ledakan di ruang bakar fungsinya hanya satu, memutar daun kruk as! Apa yang menghubungkannya? Connecting rod , setang piston itulah penghubungnya, lebih tepatnya big end kruk as. Kalo dijelasin bisa jadi 8 halaman atau lebih, tapi kalau ingin belajar tentang torsi momen dan inersia, bisa klik Disini!

Bore up dilakukan dengan menggeser liner asli, dengan liner diesel supaya lebih adem. Karena small end menjadi diameter 15mm, pilihan piston pun bukan main banyaknya. Tidak salah pilih, kita ambilkan piston keluaran Hi-Speed Thailand ber diameter 66 mm. Apa sih keunggulan piston Hi-Speed , selain ringan? Forged piston disinyalir lebih tahan gebukan kompresi karena jarak pin piston ke top lebih rendah dari umumnya, seperti halnya jika sering memperhatikan piston MX , Vixion, CBR semua memiliki karakter sama , top piston yang rendah. Ketiga, ring pistonnya lebih kuat menahan kebocoran kompresi, pastinya motor kompresi tinggi sangat disayangkan jika terjadi kebocoran sekecil apapun.

Racing Head KLX

Racing Head KLX

Sekarang basic dasar sudah diketahui, dapur pacu bisa di gemukkan menjadi 225cc… Mendekati kawasaki ninja 250 hehehe…

PENYESUAIAN = PENYEMPURNAAN

Apa saja yang harus diganti mengimbangi ubahan dapur pacu yang baru. Klep dibesarkan pastinya , karena kita mengejar torsi besar, maka klep in dipakai 31mm, ex 26mm diambil dari klep mobil estillo. Lubang porting juga diperbesar menyesuaikan perhitungan di buku panduan korek mesin yang kita punya. Kompresi menyesuaikan motor Special Engine 250cc kebanyakan memakai 13,5 : 1, hahaha…  Diterapin ke motor harian– leleh pistonnya di tengah jalan :D ya, cukup pakai 11,5 : 1 aja lah… Kan cuma pengen serasa SE , hihihi… Bahan bakarnya cukup PREMIUM. Lho? Kok ga pake PERTAMAX? Kan udah ada No-Rival DRAG RACE fuel enchancer, cairan peningkat oktan hasil risetan putra bangsa Indonesia , cukup 2 tetes tiap 1 liter premium, hasilnya mampu menahan gebukan kompresi mesin… Yang mau coba , bisa pesan , ngefek lho… hehehe…

Belah mesin klx

Belah mesin klx

Camshaft diatur dengan durasi overlap kecil, sehingga respon gas membaik, lifter hanya ditambah 1,2 mm dari standardnya, open dan close loop mengikuti LSA 105 derajat. Derasnya bahan-bakar dibantu dari Keihin PE 28mm yang di reamer ulang menjadi 30mm dengan skep stainless. Pembakaran disempurnakan oleh BRT POWERMAX yang dimajukan 2 derajat dari kondisi standard untuk membantu rpm naik lebih cepat.

RISET = PENGORBANAN

Selain waktu dan biaya, pengorbanan part sebagai media pembelajaran adalah hal yang lumrah dalam riset. Persiapkan mental baja, dan kantong cadangan untuk riset :) Karena kita akan terus penasaran sebelum tahu dimana limit dari suatu mesin… ^_^

Kelemahan KLX ada di one-way rotor magnit , penyearaha gerak saat dinamo stater dinyalakan. Karena pelorannya renggan-renggang, melawan kompresi tinggi ia mudah sekali rontok. Tapi Allah tidak akan memberi cobaan pada umatnya melebihi kemampuannya, ternyata solusinya adalah mengganti punya KAZE setelah curhat dengan kawan facebook…

Gigi stater dibelakang house kopling , juga rawan rontok ketika judder spring kampas dilepas dan diganti kampas besar, di selah pake kaki, mental, rontok deh… itulah kenapa juga kita menurunkan kompresi yang tadinya pakai 12 : 1 , jadi 11:5. lebih bersahabat lawan spare part. Hufff… Kompresi tinggi emang bikin boros biaya… apalagi di bulan ramadhan begini, daripada di borosin mending di amalin. Hemmm…

gassss poooolll

gassss poooolll

Yah tapi mau gimana lagi memang sekarang jaman edan, Toleransi diantara umat sudah mulai luntur.. Meskipun bulan ramadhan, siang ini waktu nyeting KLX.. dijalanan,orang lalu lalang ga malu2 sambil merokok, minum kopi.. Warung makan buka ga pake tutupan krei..orang2 makan sambil ketawa2…….Kejadian ini terjadi disaat panas terik matahari, masyaallaah.. Saya cuma bisa mengelus dada sambil minum es kelapa muda….=D =)) Hahaha… Becanda lho…

Sekarang, meski sudah 225cc, cukup kontak on- di pencet electric stater — Blar -blar -blar –Blaaarrrrr…. GAS POLL..!! Bahkan hasil dyno 25 dk pun ga akan mengalahkan perasaan bahagia atas kepuasan konsumen terhadap jerih payah kita… Salam satu jiwa!

TETAP SEHAT ! TETAP SEMANGAT ! BIAR BISA MODIFIKASI MESIN TIAP HARI!

RAT MOTORSPORT INDONESIA

RAYA BYPASS JUANDA NO 1

SIDOARJO – JAWA TIMUR

0856 455 77 007

bbm pin : 28a08677 / 767BB8C2

mail us : dragswega201@yahoo.com

Alhamdulillah,

yang penting happy

Ditengah ramai nya order kiriman mesin maupun kerjaan modif motor menumpuk di bengkel, kita masih diberi kesempata bersilaturahmi kembali dan berbagi ilmu. Setelah cobaan yang mengganggu konsentrasi, ketika putri tersayang yang masih berusia bulanan jatuh sakit terkena flu singapur dan harus rawat inap. Apapun itu kami selalu coba mensyukuri nikmat dan hidup pemberian Allah, cukup Allah bagiku penolong  dan ia lah sebaik-baik penolong dikala kita kesusahan. Hehehe… cukup ah curhatnya.

Meili : rawat inap di ruma sakit

Kali ini adalah korekan mesin yamaha yang notabene memang difavoritkan untuk dimodifikasi. Untuk korek harian mudah kencang, untuk balap diapun fleksibel di semua kelas, mulai dari cc kecil hingga bore up gila-gilaan.

Sebenarnya dalam mengorek motor – semua ilmu sudah tersedia, toh kita juga menyediakan buku rahasia korek mesin 4 tak – 2tak yang bisa dipesan, hanya saja skill (kemampuan) masing-masing orang berbeda, antara pemula seperti kita – dengan para profesional yang dikontrak tim pabrikan sehingga kesehariannya fokus riset pada 1 merk mesin. Kemudian peralatan pendukung, seperti bor tuner , alat gerinda noken as, mesin bubut, maupun alat canggih seperti flow bench yang kehadirannya sebenarnya wajib bagi para pecinta modifikasi mesin. Terakhir adalah setting, biaya termahal adalah riset setting, beruntung bila kita memiliki joki yang memiliki feeling tajam sehingga bisa memberikan masukan berharga, tidak hanya bilang “motornya kurang kencang”, kurang kencang  bagaimana, dari apanya, sukur-sukur jika pembalap sedikit banyak mengetahui mesin – toh  tidak ada ruginya meniru kesuksesan eko kodox pun kini memiliki bengkel dan tim balap sendiri. Mekanik profesional ataupun engine builder yang tidak ingin ketergantungan kepada feeling joki, tak segan menginvestasi ratusan juta rupiah untuk membeli dynotest engine, gunanya? mengukur kemampuan tenaga dan torsi mesin yang mereka buat. Dari keluaran kurva bisa diturunkan analisa kekurangan mesin.

Semangat motto hidup

Sampai disini gentar ? Hahaha… tidak bagi RAT motors sidoarjo. Meski bengkel kecil, kita tetap semangat!! Beruntung ada boss dari ANCULSPEED Motor , Jember, yang mau riset bersama – berinvestasi dana belasan juta rupiah untuk belajar. Buku adalah sebagai pegangan dasar, praktikum hingga shubuh adalah perjuangan sesungguhnya. Toh kita juga ingin menciptakan motor sekencang milik tim MBKW2 korekan mas Mlentis, yang di gas oleh Hendra Kecil.

Siapa lagi yang lebih handal jika bukan mekanik road race dalam mengorek mesin yamaha 115 cc hingga 125cc, Karena memang makanan sehari-hari mereka. Jangan putus asa, karena sebenarnya mesin 4 tak tak ubahnya seperti mesin pompa, makin banyak udara-bahan bakar yang masuk ke silinder , makin besar potensi tenaga. Dan karena kita hidup di dunia teknik, maka semua yang dibuat ini bisa dihitung maupun diukur.

Mencontoh dari yang sudah ada , kita mencari info hingga ketemu link di otomotifnet , ternyata tidak ada sedikitpun info dapur pacunya. Hanya ada kompresi, balancer, rasio dan suspensi harga 14jtan, wow? Mesin balap kita harganya kalah dengan suspensi hahaha… Oke lah, kita mulai dari situ saja…

Jebol itu biasa – Bangkit lagi

Berawal dari penggunaan piston forged merk Daytona, diameter 55,25, kruk as standar yupiter, ditemukan isi silinder 129cc. Dari diameter piston , bisa kita hitung seberapa besar kebutuhan diameter klep, kita gunakan rumusan 50 % dari diameter piston untuk klep masuk, ketemu pembulatan 28mm, katup buang 24mm diambil 85% diameter klep masuk.

Baru dilakukan porting cylinder head, dengan rumusan gas speed kita ketemu kebutuhan untuk tenaga puncak di 12.000 RPM diameter porting kudu sebesar 26 mm, itu untuk gas speed 100 m/s. Saat diukur menggunakan Flowbench , didapat hampir 28cfm. Untuk porting buang langsung dituner sebesar 100% diameter klep, yaitu 24mm.

Catatan perjalanan seting – kekurangan – solusi untuk esok hari

Kelar melakukan porting, langkah selanjutnya adalah menata kompresi, coba kita ikuti mengejar 13,8 : 1, dome piston ditemukan setinggi 5 milimeter wow!! Itupun masih dibarengi dengan pangkasan cylinder head 1 milimeter, kubah model bulat telur , hampir tanpa squish. Mungkin karena kita menerapkan deck clearances sedalam 0,8mm, belum termasuk paking head 0,3mm. Mengingat pernah kita press clearances hingga 0,4mm tanpa memakai paking head, mesin jebol, karena memang pembalap yang kita pakai masih pemula, bukan pembalap profesional yang menahun naikin motor balap. Pada dasarnya riset motor balap itu memang harus berani sabar dan rela, tidak cukup hanya sabar, karena kita harus keluar banyak biaya – baik itu riset, maupun latihan, setting, daftar balap, tapi kalau kita hobby , harusnya kita menjalaninya dengan sukacita :D assyiiikkk…

noken as cnc pencetak juara

noken as cnc pencetak juara

Kompresi ditemukan , baru meracik noken as, menggunakan cam mobil, diracik derajatnya hingga ketemu lift 9 milimeter. Detailnya bisa dilihat di foto hehehe… Tantangan nya adalah menemukan buka tutup yang pas, LC yang setimbang, hingga menentukan LSA kompresi dinamis yang pas! Lift tinggi , profil gemuk, tak akan bekerja jika tidak diimbangi rubahan derajat klep sesuai, serta pir klep diorder khusus tanpa merk.  Bahan seating dan bushing klep dibuat dari besi cor, hancuran liner diesel.

hasil penataan dengan dayel RAT

Knalpot kita pesankan khusus dari pabrikan R9 dibantu oleh BRT, cdi super imax 24 step dipatok kurva tertinggi 37 derajat di 9500 rpm, terendah 34 derajat di 13000 rpm. Karburator mengandalkan pwk untuk karakter gas lembut, disokong pilot jet 55 / main jet 110. Entah kenapa belum bisa sama dengan karakter karburator milik mas mlentis yang bisa ketemu basah, di pj 65/ mj 118. Mungkin masih berbeda di korekan cylinder head dan desain dum pistonnya. Hehehe… Lau pake jetting segitu motornya susah langsam, joki pemula jadi agak bingung cari rpm start nya.

Setting! Gas Gas Gas

Racikan rasio adalah menyesuaikan joki, kita pakai 13/36 , 16/29, 21/28, 26/23 final gir masih ketemu 14 primer , 35 sekunder. Suspensi cuma mengandalkan standard bawaan crypton bisa, karena motornya memang gak liar sama sekali hahaha… menyedihkan. Ketika diukur di atas meja dynotest, tenaganya mendekati 20 DK, dengan torsi setara vixion standard, sujud syukur kami panjatkan, ga mengira juga bisa segitu. Kurang 3 DK lagi untuk menyamai kemampuan tenaga mesin pabrikan. Mungkin bisa dikejar dari desain kubah baru, porting, cam dan desain piston. Ya, istilahnya kalau ingin signifikan fokusnya di dapur pacu.

Meski timer terbaik masih di 8,7 detik , namun bersyukur karena yang naikin joki pemula. Toh saat kampas selip kemaren dan power drop di mojosari , mesin masih bisa kompetitif. Yang penting ::

dynotesting room

TETAP SEHAT! TETAP SEMANGAT! BIAR BISA MODIFIKASI MESIN TIAP HARI

RAT MOTORSPORT : RAYA BYPASS JUANDA NO.1 : SIDOARJO : 085645577007 : pin bbm : 28a08677 / 2824FEF0