Alhamdulillah ,

FLY KLX FLY

FLY KLX FLY

Kepuasan pelanggan selalu memberi support batin, bagi kita untuk tetap semangat bekerja dan mendalami korek mesin motor. Rasanya bagai melihat pembalap didikan kita mampu menapaki podium, menemukan karakter mesin sesuai dengan pembalap / pemilik motor memang susah, butuh banyak pengorbanan, tapi bukan hal mustahil. Selama pembalap dan mekanik, atau pemilik motor dengan mekanik kompak – saling mendukung.

Beruntung kita berjodoh dengan pemilik Kawasaki KLX seperti boss kita satu ini, Mr. I  (baca : misteri) hahaha…  Asyik diajak eksperimen, riset, sabar dan pengertian kepada mekanik, kalau tiap main ke bengkel selalu semua ditraktir kopi dan dibelikan rokok. Bayangkan betapa makin semangatnya pula kita memberi yang terbaik untuk beliau. Part apa yang kami butuhkan selalu beliau sediakan, ide-ide yang ingin kami tuangkan selalu beliau dukung. Betapa kami bersyukur… dan semoga ilmu ini menjadi berkah untuk Mr.I

Testimonial sang pemilik motor

Testimonial sang pemilik motor

Ngomongin motor, Kawasaki jaman sekarang sepertinya gencar mengeluarkan motor performa tinggi, Ninja250 masih favorit untuk kalangan menengah ke atas yang ingin menyalurkan hobby kecepatannya, Ninja150RR 2tak masih favorit anak muda, terkenal mudah lari kencang meski kondisi standard, tak heran seringkali digunakan drag. Pakde ibnu pun kini berjuang di arena race dengan motor pabrikan Kawasaki. Di arena lumpur tanah liat Kawasaki KLX pun seringkali menjadi favorit juara.

Dalam balap, modifikasi frontal memang diperlukan. Barang-barang istimewa pun dibutuhkan untuk bertahan mengelilingi LAP berikutnya. Sedikit menerapkannya, kali ini kita membedah habis KLX diubah menjadi monster Jalanan…

Rangka KLX Stroke Up

Rangka KLX Stroke Up

RUBAH KONFIGURASI = PENYESUAIAN KARAKTER

Sebagai road-fighter ,konfigurasi mesin KLX dengan langkah 54, berbanding diamter piston 56, harus dirombak total. Biasanya paket hemat bore up piston tiger, porting – polished , colek cam menjadi favorit umum untuk mendongkrak tenaga. Tapi ternyata 170cc tak lagi menarik perhatian. Tak ayal, mesin harus di bongkar total. Otak harus lebih diperas…

Kruk as langsung di belah, bentuk daun model kampak disinyalir untuk memperingan gasingan RPM mesin, dan kruk as KLX ini tampaknya bisa diaplikasikan ke mesin Jupiter Z bagi yang ingin riset :D Ada dua cara stroke up KLX, tampak luar standard atau bahasa keren nya Nol Paking, Stang Piston diganti milik Mio dan digeser big endnya , atau yang mengikuti rumus baku wajib diganti stang lebih panjang untuk daya tahan mesin. Maka pilihannya tak jauh dari sang saudara, Kawasaki Ninja, langkah pun bisa digeser lebih dari 1 centi, atau menjadi 66mm. Diyakini stang 2tak lebih ringan dan penyaluran oli lebih lancar ke bearing big end , sehingga setang piston ngga’ gampang “ngaceng” hehehe…

karburator reamer habis

karburator reamer habis

Pemilihan setang piston ini juga tidak asal, karena torsi juga ditentukan dari kruk as, tapi bagaimana sih menentukannya. Sebenarnya, ledakan di ruang bakar fungsinya hanya satu, memutar daun kruk as! Apa yang menghubungkannya? Connecting rod , setang piston itulah penghubungnya, lebih tepatnya big end kruk as. Kalo dijelasin bisa jadi 8 halaman atau lebih, tapi kalau ingin belajar tentang torsi momen dan inersia, bisa klik Disini!

Bore up dilakukan dengan menggeser liner asli, dengan liner diesel supaya lebih adem. Karena small end menjadi diameter 15mm, pilihan piston pun bukan main banyaknya. Tidak salah pilih, kita ambilkan piston keluaran Hi-Speed Thailand ber diameter 66 mm. Apa sih keunggulan piston Hi-Speed , selain ringan? Forged piston disinyalir lebih tahan gebukan kompresi karena jarak pin piston ke top lebih rendah dari umumnya, seperti halnya jika sering memperhatikan piston MX , Vixion, CBR semua memiliki karakter sama , top piston yang rendah. Ketiga, ring pistonnya lebih kuat menahan kebocoran kompresi, pastinya motor kompresi tinggi sangat disayangkan jika terjadi kebocoran sekecil apapun.

Racing Head KLX

Racing Head KLX

Sekarang basic dasar sudah diketahui, dapur pacu bisa di gemukkan menjadi 225cc… Mendekati kawasaki ninja 250 hehehe…

PENYESUAIAN = PENYEMPURNAAN

Apa saja yang harus diganti mengimbangi ubahan dapur pacu yang baru. Klep dibesarkan pastinya , karena kita mengejar torsi besar, maka klep in dipakai 31mm, ex 26mm diambil dari klep mobil estillo. Lubang porting juga diperbesar menyesuaikan perhitungan di buku panduan korek mesin yang kita punya. Kompresi menyesuaikan motor Special Engine 250cc kebanyakan memakai 13,5 : 1, hahaha…  Diterapin ke motor harian– leleh pistonnya di tengah jalan :D ya, cukup pakai 11,5 : 1 aja lah… Kan cuma pengen serasa SE , hihihi… Bahan bakarnya cukup PREMIUM. Lho? Kok ga pake PERTAMAX? Kan udah ada No-Rival DRAG RACE fuel enchancer, cairan peningkat oktan hasil risetan putra bangsa Indonesia , cukup 2 tetes tiap 1 liter premium, hasilnya mampu menahan gebukan kompresi mesin… Yang mau coba , bisa pesan , ngefek lho… hehehe…

Belah mesin klx

Belah mesin klx

Camshaft diatur dengan durasi overlap kecil, sehingga respon gas membaik, lifter hanya ditambah 1,2 mm dari standardnya, open dan close loop mengikuti LSA 105 derajat. Derasnya bahan-bakar dibantu dari Keihin PE 28mm yang di reamer ulang menjadi 30mm dengan skep stainless. Pembakaran disempurnakan oleh BRT POWERMAX yang dimajukan 2 derajat dari kondisi standard untuk membantu rpm naik lebih cepat.

RISET = PENGORBANAN

Selain waktu dan biaya, pengorbanan part sebagai media pembelajaran adalah hal yang lumrah dalam riset. Persiapkan mental baja, dan kantong cadangan untuk riset :) Karena kita akan terus penasaran sebelum tahu dimana limit dari suatu mesin… ^_^

Kelemahan KLX ada di one-way rotor magnit , penyearaha gerak saat dinamo stater dinyalakan. Karena pelorannya renggan-renggang, melawan kompresi tinggi ia mudah sekali rontok. Tapi Allah tidak akan memberi cobaan pada umatnya melebihi kemampuannya, ternyata solusinya adalah mengganti punya KAZE setelah curhat dengan kawan facebook…

Gigi stater dibelakang house kopling , juga rawan rontok ketika judder spring kampas dilepas dan diganti kampas besar, di selah pake kaki, mental, rontok deh… itulah kenapa juga kita menurunkan kompresi yang tadinya pakai 12 : 1 , jadi 11:5. lebih bersahabat lawan spare part. Hufff… Kompresi tinggi emang bikin boros biaya… apalagi di bulan ramadhan begini, daripada di borosin mending di amalin. Hemmm…

gassss poooolll

gassss poooolll

Yah tapi mau gimana lagi memang sekarang jaman edan, Toleransi diantara umat sudah mulai luntur.. Meskipun bulan ramadhan, siang ini waktu nyeting KLX.. dijalanan,orang lalu lalang ga malu2 sambil merokok, minum kopi.. Warung makan buka ga pake tutupan krei..orang2 makan sambil ketawa2…….Kejadian ini terjadi disaat panas terik matahari, masyaallaah.. Saya cuma bisa mengelus dada sambil minum es kelapa muda….=D =)) Hahaha… Becanda lho…

Sekarang, meski sudah 225cc, cukup kontak on- di pencet electric stater — Blar -blar -blar –Blaaarrrrr…. GAS POLL..!! Bahkan hasil dyno 25 dk pun ga akan mengalahkan perasaan bahagia atas kepuasan konsumen terhadap jerih payah kita… Salam satu jiwa!

TETAP SEHAT ! TETAP SEMANGAT ! BIAR BISA MODIFIKASI MESIN TIAP HARI!

RAT MOTORSPORT INDONESIA

RAYA BYPASS JUANDA NO 1

SIDOARJO – JAWA TIMUR

0856 455 77 007

bbm pin : 28a08677 / 767BB8C2

mail us : dragswega201@yahoo.com

About these ads
Komentar
  1. Randi mengatakan:

    om kalo boleh tanya itu diameter crankcase KLXnya berapa mm yah ? dan itu ikut di rubah juga nga ? dengan piston 66mm hispeedn ?
    terima kasih sebelumnya …

  2. idnawa mengatakan:

    mantep gan.. karya2 bikin penasaran.. he2 pengen nyobain… gan klu mau pesen blok bore up ama head buat klx grasstrack bisa dibikinin langsung ataw saya hrus kirim mesinnya gan.. rencana maksimalin bore up ama headnya, gak pake stroke up gitu.. mohon pencerahannya…

  3. albani mengatakan:

    Bagaimana dengan daya tahan mesinnya jika sering di pakai adventure di jalanan offroad, oom ..?

  4. Jowo Larat mengatakan:

    klo di itung2 habis brpa duit gan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s